Bambang Nurcahyo Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Iklan Rokok

Bambang Nurcahyo Prastowo

Akhir-akhir ini iklan rokok makin menggila baik di jalanan maupun di tv. Bahkan ada iklan rokok yang menggambarkan aktivitas kebut-kebutan di jalanan dengan melanggar tol (atau parkir?). Ini jelas mempromosikan perbuatan buruk. Ada ketentuan bahwa iklan rokok tidak boleh mempromosikan tindakan merokok itu sendiri. Ini menjadi ajan kreativitas biro-biro iklan untuk menunjukkan berbabai icon lambang kegiatan yang menggugah nafsu merokok. Saya perhatikan target iklan ada di ajang konser musik dan, ini aneh betul, acara-acara olahraga.

Selain tidak boleh mempertontonkan ajakan merokok, saat ini ada ketentuan bahwa iklan rokok harus ditutup dengan peringatan bahaya rokok. Ini menyedihkan, kalau memang diakui ada bahaya pada rokok, mengapa diijinkan ada pabrik rokok? Peringatan bahaya rokok pada baliho dan setengah detik akhir tayangan iklan rokok di TV justru secara psikologis memberi informasi pada pembaca bahwa itu adalah iklan rokok. Ketentuan memasang peringatan bahaya rokok harus diganti dengan ketentuan pendanaan kampanye anti rokok dengan porsi yang sama. Artinya, 10 detik iklan rokok harus diimbangi dengan 10 detik iklan anti rokok yang terpisah.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik F605 di
  • 70. Meilisa. Dinar. Huwae

    Usaha rokok juga sangat merugikan masyarakat sekitar karena dampaknya yang kurang efektif dalam mengambil kepentingan individu di dalamnya seperti kandungan didalamnya yang kurang sehat dan efektif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk itu ini juga merupakan tanggapan dan saran bagi Pemerintah untuk lebih dominan dan efektif dalam mengambil keusahaan yang tidak merugikan masyarakat sekitar. Dan terlebih pentingnya Pemerintah juga dapat membuka lapangan kerja baru yang lebih baik dan efektif dalam menjangkau kepentinagn masyarakat sekitar .

    03-10-12 03:04
  • 69. Meilisa. Dinar. Huwae

    Pabrik rokok juga harus ditutup, karena dampak dan masalahnya yang kurang bagus bagi masyarakat. Dalam hal ini sangat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk itu bagi Pemerintah Harus lebih detail dan optimal lagi dalam menjalin perusahaan atau tempat usaha yang dampaknya tidak merugikan masyarakat. Untuk itu pemerintah juga harus membuka peluang Lapangan kerja baru bagi tenaga kerja dalam bekerja yang efektif, dominan, dan tidak mengurangi bahayanya.

    03-10-12 02:56
  • 68. Prastowo

    Tidak selamanya yang menguntungkan bagi pemerintah itu baik untuk dilakukan. Ali Sadikin membangun Jakarta sebagian (besar?) dengan uang pajak dari perjudian. Perjudian nasional seperti NALO, Porkas, dsb pada zamannya juga menyerap banyak tenaga kerja. Karena sepakat judi itu haram, maka ditutuplah. Bagaimana dengan tenaga kerjanya? secara alamiah mereka akan mendapatkan pekerjaan baru. Ini hanya masalah kesepakatan dan tekanan politik saja. Tidak mudah melarang hal buruk yang sudah terlanjur boleh karena cukup tersedia konsumen dari produk buruk seperti jasa perjudian, pelacuran, narkotika, dan rokok. Kalau diperbolehkan, industri judi, pelacuran minuman keras dan narkotika akan menghasilkan pajak dan serapan tenaga kerja yang boleh jadi bisa lebih tinggi dari rokok. Dalam kondisi dilarang pun, masih banyak orang melakukannya, bahkan terang-terangan (lihat judi berbasis SMS di Televisi). Namun demikian sudah ada kesepakatan secara nasional untuk memberantas perjudian, pelacuran, peredaran umum minuman keras dan narkotika. Studi tentang keburukan rokok sudah banyak dilakukan. Tidak banyak bantahan. Mengatasi permasalahan tenaga kerja itu soal lain lagi. Dulu NALO, PORKAS, dsb juga mempekerjakan banyak orang.

    27-07-08 06:15
  • 67. ririn

    saya rasa pemerintah harus mencarikan solusi yang tepat buat para pekerja di pabrik rokok jika memang rokok itu haram hukumnya, seperti mencarikan lapangan pekerjaan yang baru, agar para karyawan perusahaan tersebut dan keluarga mereka tidak terlantar....ganbate kudasai!!!

    26-07-08 09:29
  • 66. widi

    tanya bahaya rokok untuk orang yang tidak merokok

    01-07-08 03:22
  • 65. wth

    Cukup dilematis juga masalah rokok, solusinya ya pengurangan bertahap, karena juga menyangkut hidup ribuan karyawan pabrik rokok... http://www.primeaccesscard.com

    29-04-08 04:50
  • 64. dji sam soe

    jika merokok dilarang , bagus sich karna demi kesehatan tapi harus di pikrkan juga dan jangan asal gomong aja.
    dalam 1 pabrik rokok ( PR )kecil ada 500 karyawan untuk PR besar 10.000 karyawan yg rata2 mereka adalah pekerja wanita ( 80 % ) , jika ini ditutup...... mau dikemanakan mereka ini.... , saat ini dijawatimur ada 1050 PR dan ada 3 PR besar ( Bentoel , GG , Sampoerna ) coba kita bayangkan , mau di kemanakan mereka semua.
    coba kita melihatnya pada pandangan yg luas........, carikan solusi bg mereka2 jika perusahaan rokok itu ditutup,
    contoh :
    Gudang Garam ( kediri ) jika anda melihat karyawannya itu ribuan, mereka datang dari seluruh wilayah kediri ( putra daerah ).
    Sampoerna Karyawannya mencapi 15.000 , blon lagi dengan kemitraannya ( KUD )yg tersebar di pulau jawa.... itu menyerap ratusan ribu karyawan.
    carikan solusinya.....
    dan rokok membantu mata Pencaharian meraka.....
    saya sependapat dengan LISTIANI

    19-04-08 07:57
  • 63. cindy

    cimoth hihiihi.. pasti kakek lo persis ma opa gw, kalo dibilangin jangan merokok malah ganti nerangin bla bla bla.. opa gw umurnya 87 taon rokoknya kayak cerobong pabrik tapi sehat2 aja.. katanya yang cepet bikin mati itu kalo kita suka iri ma orang lain, gak bisa bersyukur, suka mengeluh kurang mulu katanya itu yang bikin penyakitan dan cepet mati bukan karena ngrokok ato gak ngerokok. bener gak sih

    20-12-07 03:39
  • 62. djoy

    Buat : Listiani
    Mbak kok gak dihitung juga :
    - Pendapatan Ribuan Karyawan Rokok di Indonesia.
    - Pendapatan Petani Tembakau, Cengkeh dan bahan saus rokok lainya.
    - Pendapatan Karyawan pembuat Bungkus Rokok dan sarana lainnya.
    - dan mohon dihitung lagi PAJAK yang disetor untuk negara untuk setiap bungkus rokok. Serta dana DEPKES Rp. 30 triliun hanya untuk mengobati penyakit akibat rokok, itu sumber dari mana ?

    20-12-07 03:30
  • 61. Kadangkala

    Tentang batasan Area Merokok sih saya setuju-setuju aja, asal gak terlalu dibuat-buat.
    Yang bikin kadang saya heran,
    harga bandrol rokok dinaikkan, industri rokok kecil pada gulung tikar, berapa karyawan yang nganggur, berapa petani tembakau yang pendapatan berkurang karena daya tampung dipasaran semakin mengecil.
    Saya bilang pemerintah NAIF, emang saat ini negara kita lapangan kerja sudah sisa-sisa, sehingga mudah mendapatkan pekerjaan? atau taraf hidup petani sudah tinggi ? yang pendapatannya setara dengan gaji dosen ? atau gaji anggota dewan tiap bulannya. Atau memang pemerintah lebih senang melihat rakyatnya jadi pengemis ? Katanya ada UU hak perlindungan anak, yang dibuat anggota dewan, tapi nyatanya didekat sebuah iniversitas negeri di yogyakarta & didekat pos polisi juga ada eksploitasi anak dibiarkan saja, nyata2 orang tuanya di situ dengan unsur kesengajaan menyuruh dan mengawasi anaknya mengemis. dan sepertinya masih banyak lagi tempat ini yang berkeliaran pengemis. (Tentu tidak diruangan para pemikir, pelaksana, dan pembuat undang2)

    20-12-07 03:16
  • 60. Cimoth

    kakek gwa udah 98 tahun, rokoknya banter juga sehat-sehat aja.
    Yang bikin impotensi ma serangan jantung tuh kalo mo ngrokok gak punya duit.. :P

    20-12-07 02:55
  • 59. djoy

    dari mutu iklan :
    Iklan rokok di Indonesia bagus. Dalam beriklan mereka tidak saling saling menyerang dengan pesaing mereka.
    Sangat berbeda dengan iklan motor dan dan iklan penyedia jaringan seluler, sangat norak dalam membuat iklan, tidak profesional.

    20-12-07 02:53
  • 58. senja

    rokok dapat menyebabkan impotensi ga mau kan makanya jangan dech?????????????????????

    27-05-07 10:49
  • 57. prastowo

    Buat Fanee, silakan saja. Yang penting usahakan agar asapnya tidak mengganggu orang lain. Ada beberapa studi yang menjadi alasan perlunya tetap disediakan rokok untuk orang-orang tertentu. Oleh karena itu bisa saja rokok tetap diproduksi secara terbatas untuk dijual di apotik-apotik dan tidak perlu ada bungkus dengan desain yang menarik perhatian generasi muda.

    20-05-07 07:09
  • 56. fanee

    saya punya alasan kenapa saya menghisap rokok, karena suatu saat kita butuh rasa yang ada pada rokok

    20-05-07 04:29
  • 55. bagiosagus@yahoo.co.ic

    pak Bambang, artikel tentang diabetes yang disebabkan asap rokok pak bambangnya ada pak. soale saya butuh data yang komprehensif untuk Skripsi saya tentang kampanye larangan merokok pada tempat umum. terima kasih atas perhatiannya pak Bambang. Agoes,,,,,,,,,,

    27-04-07 02:23
  • 54. bagiosagus@yahoo.co.ic

    pak ada artikel tentang diabetes yang disesabkan asap rokok?saya butyh artikelnya pak untuk bahan kampanye larangan merokom pada tempat umum. terima masig

    27-04-07 02:19
  • 53. 8hj9g

    suc6ks66644

    15-04-07 12:54
  • 52. prastowo

    testing

    15-03-07 09:22
  • 51. luthfi

    yahh, dari sekian banyak kejelekan ada baiknya jg...dr penyediaan lap kerja, devisa, komunikasi, dll. kalo dipikir2 buanynyak sekali orang yg hdup dari bisnis rokok. CUMAN mbok yang NGROKOK itu juga TAU DIRI dimana dia bisa NGROKOK tanpa MENGGANGGU orang laen,, pengalaman guru Biologi SMP hampir meninggal gara2 jadi perokok PASIF

    13-03-07 09:18
  • 50. tienie

    da yang tau dosen UGM (khususnya fakultas Kedokteran klo bisa) yangs edang melakukan penelitian tentang bahaya merokok ngga??
    kasih tau ya..pliz.....kirim imel secepatnya..
    artinihewitt@yahoo.com

    28-02-07 10:54
  • 49. aRieF_NeYh

    klo pemerintah telah memberlakukan larangan merokok.. knp rokok mash dijual? itu sih sama aja boo0nk.. pcuma aj kali.. klo emang pngen bnr2 ga ad perokok di indonesia ini.. ywdah.. mendingan rokok ga usah dijual.. saya sih lebih baik beli makanan drpd bli sebatang/sebungkus rokok.. Usulan saya sih pemerintah hars lebih tegas untuk nanganin mslh ini.. klo ga tegas mendingan ga ush pke ngash peraturan gitu deh.. n yg tpenting BASMI ROKOK DAN SELAMATKAN BANGSA INDONESIA DARI BAHAYA KANKER KRN MEROKOK.. SMOKING IS DISGUSTING FR ME!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    22-02-07 11:00
  • 48. ian

    Dari segi kesehatan, berbahaya. dari segi finansial, boros. Dari segi moral, merugikan orang lain. Dari segi agama, harom. Yang mau berpikir jernih tentu tidak akan merokok. http://yulian.web.ugm.ac.id/?p=39

    13-02-07 10:13
  • 47. mira

    SAY NO TO DRUGS

    12-02-07 04:36
  • 46. bacoel

    rokok sebagai alat komunikasi yang efektif didaerah pedesaan. terbukti bahwa mereka yang setiap harinya nongkrong dikedai kopi pasti tisdak lepas sama yang namanya rokok

    08-01-07 12:04
  • 45. wulan

    saya merasa prihatin dengan keadaan kaum lelaki yang menghisap rokok,kadangpun saya merasa benci karena mereka menghisap rokok tanoa mempedulikan orang yang berada di sekitarnya padahal justru perokok pasiplah(orang yang menghisap asap rokok dari oarang yang merokok)yang justru berbahaya karena resiko terserang penyakitnya sangat besar ketimbang orang yang merokonya sendiri.jadi bagi siapapun yang menghisap rokok,hoisaplah ditempat yang tidak ada orang disekitar anda karna dengan begitu anda akan merasakan sendiri betapa asap rokok itu sangat menyesakan dada bagi orang yang tak pernah sekalipun menghisapnya.trims

    11-12-06 11:31
  • 44. rusydi

    Ada yang bilang untuk memperlancar komunikasi

    14-10-06 02:48
  • 43. elly

    WWW.SEWAKOMPUTER.COM TELP021)5554463,5554184 elly

    29-09-06 11:11
  • 42. risky

    rokok itu (menurut WHO) adalah gerbang efektif menuju NARKOBA . Jadi kalo mau bener2 memberantas narkoba ya berantas juga rokok !!!!

    26-06-06 05:36
  • 41. abu adnan

    buat yang belum percaya bahwa hukum merokok itu haram , terutama para kiai yang sok tau , cobalah simak paparan ini.Pikir dengan hati jernih , siapa yang pertama kali mengatakan bahwa hukum rokok itu makruh .Rokok ditemukan orang pertama kali sekitar tahun 1600an.itu berarti 1000 tahun setelah nabi Muhammad .jadi jagan cari hukumnya di AlQuran dan Hadist Nabi.Tapi Islam itu diturunkan Rohmatan Lil Alamiin , jadi sampai hari kiamat nanti segala ajarannya tidak akan useless .Rokok diperkirakan masuk ke Indonesia tahun 1800an . Waktu itu belum ada penelitian tentang bahaya merokok .Penelitian tentang bahaya merokok secara intensif baru dilakukan orang seratus tahun terakhir ini .Hasilnya , lebih dari 70.000 literatur ilmiah membuktikan keterkaitan rokok dengan lebih dari 26 jenis penyakit berbahaya , dari ujung rambut sampai ujung kaki.Jadi , logikanya , bila telah terbukti secara haqqul yaqin rokok itu termasuk KHOBAITS , masak masih difatwakan Makruh ? Sadarlah pak kiai , bila anda perokok dan hingga datangnya ajal , anda tetap tidak mengatakan kebenaran ini , maka tunggulah ketentuan Allah kepada anda.Kalau masih belum percaya , bukalah AlQuran , baca surat Al-A'raf ayat 157 tentang pengharaman Khobaits itu.Surat Al-Baqoroh ayat 195 tentang larangan mencampakkan diri sendiri kedalam kebinasaan.Surat Al-Isra ayat 26-27 tentang tabdzir (pemborosan)Surat Al-Mu'minun ayat 3 tentang perbuatan sia sia.dan lain lain .kalau anda belum yakin juga , tanyakan pada diri anda sendiri , apakah anda layak masuk surga ?Wallahu A'lam

    26-06-06 05:11
  • 40. herlambang

    bahaya ngerokok itu mah sudah biasa, yang paling berbahaya adalah memberitahukan rokok itu tidak berbahaya, pendidikan masyarakat indonesia itu rendah, kayanya promosi rokok ama promosi tentang bahaya rokok tidak berimbang jadinya kacau...pesen gw....ya bok klo ngerokok itu ada sopan santunnya gitu lo

    21-06-06 02:21
  • 39. luca toni

    aku jadi capocannonieri karena nggak ngrokok lho!

    20-06-06 07:03
  • 38. dien

    kalo dibilang merokok itu hak asasi, kita juga yang tidak merokok punya hak asasi dong, melihat bahaya perokok aktif ama pasif jelas kita tau kalo perokok pasif itu lebih banyak ruginya. jadi berhenti merokok deh, ato paling ngga cari tempat yang ngga mengganggu orang lain. rokok itu pembunuh no.1, emang sih ngga langsung dilihat dampaknya. tapi serius bahas rokok aku tuh ngga suka banget.

    25-05-06 04:35
  • 37. echo

    gue lg ambil skripsi tentang bahaya rokok,tapi gue sdri jg ngerokok,bingung jg sih, tp gak papa siapa tau nt gue bs berhenti merokok,emeng kalo dipikir2 merokok tuh banyak bget ruginya,tp gmn la gue susah untuk berhenti merokok,gimana yaa.........pusing ah, pada dasarnya gue setuju dgn artikel2 ini tp ya itu , susah bgt mau berhentinya ....huuuhhh...... sebel deh

    23-05-06 08:40
  • 36. meri burhan

    rokok..?hanya sebua produk tambahan dalam kebutuhan manusia..jadi sah2 aja seh cuma emang tetep harus tau tempat aja kalo mo ngerokok coz gak semua orang bisa enjoy dengan asap rokok yang terbang disekitar mereka..dan gak gampang untuk memberhentikan orang yang sudah gila ngerokok karena ada beberapa orang menganggap bahwa rokok sudah menjadi bagian dari hidupnya si perokok aktif itu sendiri...udah lah resiko tanggung sendiri aja lah...selama si perokok tidak merugikan org dan masih menghasilkan bagi perusahaan rokok itu sendiri kenapa harus bingung..wake up dunk..branch rokok itu sudah sangat mendunia lho..HAVE FUN YAH BUAT PEROKOK AKTIF..attention please..! perokok pasif itu lebih besar bahayanya dari pada perokok aktif..!so mendingan ngerokok aje sekalian..Yo'i gak bro..!

    08-05-06 10:31
  • 35. Listiani

    Hasil survei tentang Kesehatan Rumah Tangga Depkes bahwa 59,04% dari laki-laki dan 4,83% dari jumlah poerempuan Indonesia adalah perokok. Kalau penduduk Indonesia 220 mjuta orang, maka jumlah perokok laki-laki dan perempuan di Indonesia 31,4% x 220 juta = 69.080.000 orang. Rata-rata setiap hari belanja rokok Rp.5.000,- maka setahun 365 x 5.000 x 69.08 juta orang = Rp. 126,071 triliun. Pemborosan yg dilakukan oleh bangsa kita kelewat besar.Sedangkan pemasukan keuangan negara dari cukai rokok hanya Rp.15 triliun. Belum lagi DEPKES hrs menyediakan dana Rp. 30 triliun untuk mengobati penyakit akibat merokok. Berapa defisit keuangan negara hanya untuk kepuasan para perokok? Rupanya jalinan antara rokok dan perekonomian sangat sulit terpisahkan dari peta politik Indonesia. Tanpa disadari bahwa para perokok telah ikut andil dalam membuat kebangkrutan negara Indonesia. Kalau kondisi ini terus berjalan tanpa ada kesadaran nasional untuk berhemat melalui gerakan stop smoking, maka bisa kita prediksi bahwa sampai kapan pun kemiskinan akan melanda negara kita. Utang negara tidak akan terlunasi, karena tanpa disadari bahwa bangsa ini telah melakukan pemborosan sia-sia yang luar biasa besarnya. Padahal uang sebesar itu bisa digunakan untuk menyantuni anak yatim, menyekolahkan anak-anak terlantar, memperbaiki tempat-tempat ibadah yang kumuh atau membangun tempat ibadan dan gedung sekolah yang lebih layak. Kita bisa menghitung, katakanlah satu buah tempat ibadah yang akan dibangun memiliki nilai sebesar Rp.1 miliar, maka dalam kurun waktu satu tahun saja di Indonesia akan berdiri tempat ibadah yang megah minimal 126.000 buah pertahunnya. Sangat fantastis. Semakin jelas bahwa seseungguhnya merokok tidak memberikan manfaat apa-apa, kecuali sebagai sumber pemborosan dan mendatangkan berbagai macam penyakit. Inilah Indonesia, surga bagi industri rokok tetapi neraka bagi rakyatnya. Industri rokok yang mendapatkan madu, rakyatlah yang meminum racunnya. Pantgaslah kalau negara kita yang sudah merdeka lebih dari setengah abad ini masih menyandang predikat negra miskin dan terbelakang. Diakui atau tidak, ternyata candu rokok telah berperan dalam menambah rumitnya lingkaran kemiskinan bangsa Indonesia. Sayangnya banyak yg belum memahami bahwa keluarga sehat bermula dari keluarga tanpa merokok. Alangkah indahnya kalau hari-hari yang kita lalui tidak lagi terganggu dengan kepulan asap rokok. Alangkah baiknya andaikata para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menjadi panutan di lingkungannya, para pemimpin rumah tangga, pemimpin bangsa, pemimpin di setiap departemen dapat memberikan keteladanannya untuk bisa hidup sehat tanpa merokok. Mari kita ciptakan kehidupan yang lebih etis, sehat dan bermakna. Insyaallah bangsa kita akan berjaya. Mengapa harus tetap merokok ?Rekan-rekan itulah buku Matikan Rokok Hidupkan Semangat, Hijrah menuju kehidupan yang lebih etis, sehat dan bermakna, karangan Drs. Muchtar A.F. secara lugas mengupas tuntas masalah rokok ditinjau dari berbagai aspek, antara lain aspek kesehatan, aspek etika, aspek fiqih (terutama ditujukan untuk para kyai, para santri yang masih gemar mengonsumsi benda haram yaitu rokok) dan ditinjau dari aspek keteladanan Rasulullah, ditinjau dari 5 mazhab, serta yang masih kesulitan utk berhenti merokok, buku ini memberikan bimbingan yang mudah sehingga anda bisa segera berhenti dari merokok. Buku bisa didapatkan di seluruh Gramedia, kalau persediaan habis bisa menghubungi Amanah Publishing House Jl. Nyengseret no. 2A 40242 tlp. 022.5205603 Bandung.

    05-05-06 09:01
  • 34. soeryatmaja

    ngerokok itu sebenere hak asasi lo!cuman liat sikon aja...klo kita ngrokoknya di deket ibu hamil...Dzolim namanya!Tapi klo pas nge-Pub yaa....sante ra wis!!!Yang fleksibel gtu lho mas...!

    03-05-06 10:20
  • 33. anita

    maybe.. harus dari niat org ntu sendiri yg bisa menghentikan utk tidak merokok,, dan biasanya kalau sudah kena dampak akibat bahaya merokok datang pada dirinya,, baru deh org itu berhenti. tapi kita mah jadi bingung,, klo bahaya itu kena pada org2 yg kita sayangi.

    02-05-06 11:10
  • 32. san2

    aneh... katanya rokok itu mengganggu kesehatan juga bisa menyebabkan kematian..!!! tapi kenapa cabang-cabang olahraga yang jelas-jelas berkaitan erat dng dunia kesehatan (macam sepakbola tuch..)eh... malah disponsori oleh rokok. org indonesia dari dulu emg gitu klo bicara soal kesehatan malah merem... eh giliran sesuatu yang bisa ngehasilin duit buanyak lgs merek... gmn mo ngeberantas rokok... rokoknya sendiri berkeliaran di lapangan bola tuch....

    15-04-06 01:30
  • 31. agung

    Yg msh sulit utk berhenti merokok, baca aja buku Matikan Rokok Hidupkan Semangat, Hijrah Menuju Hidup Yang Lebih Sehat, karya Muchtar A.F. Bisa didapatkan di Gramedia. Isinya dan tinjauannya sangat lengkap, a.l. dari aspek kesehatan, etika, pemborosan, keteladanan, fiqih, dan dilengkapi dengan cara mudah berhenti merokok.

    12-04-06 08:39
  • 30. isal

    rokok{budaya aneh}, Asyik kalo jalan2 bawa rokok , bisa jadi untuk bahan pembuka obrolan, "mas,pinjam api mo ngerokok neh, thx ya mas, ini rokok nya, ambil aja gak usah malu", "Neng, maaf abang merokok gpp kan neng"{pembuka obrolan dgn cewe}. Kalo abis di tolongin lalu ngasih sedikit uang jasa dgn bilang "ini untuk uang rokok nya, thx ya". Aku paling benci sama orang2 karena kalo orang ngerokok sambil jalan di tempat umum jalan halte kampus di biarin jarang dikomentarin tapi kalo makan pisang jambu kerupuk es pepaya apel kedondong di tempat2 spt itu selelu dilihatin bahkan aku selalu ditegur temen kalo berbuat spt itu, aneh aja orang2 kalo ngerokok dibiarin tapi kalo konsumsi yg gak ngeganggu orang lain malah diprotes. Untung ada pabrik rokok jadi bisa tetap nonton bola dan Liga Indonesia tetap ada sponsor , Hidup pabrik rokok Hidup perokok tidak ditempat umum. mmmm.... pak bambang pernah ngerokok? ===:"

    30-03-06 09:54
  • 29. aku

    kalok orang sudah tua biarin aja ngerokok lha wong sudah kena "serangan jantung", dan kalok "impotensi" nggak masalah lha sudah nggak mau menggunakan potensinya. Tapi yang nggak boleh itu kayak anak SMU itu lho misalnya kan yang ngeliatin gilo

    25-03-06 07:09
  • 28. arwan

    kalau di halte bus masih di lingkungan luar.... bisa di negoisasikan,tapi tempat umum yang dimaksud adalah didalam bis kota, di ruangan kantor dmana orang bekerja, di ruang tertutup yang ber-ac, makanya pak sutiyoso membuat kebijakan untuk membuat ruang bebas merokok di tempat2 seperti itu.... agar tidak menghilangkan hak orang tersebut untuk merokok dan orang yang merokok tidak melupakan pula hak orang untuk menghirup udara segar, jikalau di halte ga mungkin juga kan orang2 tersebut bisa menghindari objek yang merokok... jadi umum disini adalah posisi/keadaan dimana sang perokok tersebut berada, apakah karena aktivitasnya tersebut dirasa menghalangi kebebasan orang lain untuk dapat melakukan aktifitasnya dan menimbulkan adanya masalah baru (kanker bagi perokok pasif)

    10-03-06 05:54
  • 27. masthori

    klo saya tetap tidak setuju klo merokok di tempat umum.karena emang mengganggu...menurut UU kan klo ketahuan merokok ditempat umum kena denda 50 juta.menurut saya itu sungguh tidak realistis.lha siapa coba yang ke terminal ato nunggu halte bis bawa uang 50 juta..lagian apa mungkin hal itu bisa diterapkan...akan lebih realistis bila dendanya 50ribu ato 100 ribu...dan sekali ketahuan langsung di denda suruh bayar sekalian...nah saya kira itu lebih gampang diterima..lha dari pada 50 juta cuman tulisan doang...perokok juga berpikir bahwa hal itu(denda 50 juta) gak bakal di kenakan...soalnya pendapatan masyarakat kita emang masih rendah(ya bagi kebanyakan..klo pejabat sih 50 juta habis buat makan malem doang hehehe)....untuk ngumpilin sejuta ja sebulan belum tentu dapet apalagi 50 juta...wah ini emang aneh banget...tapi tentang UU melarang merokok di tempat umum saya setuju.....

    09-03-06 10:41
  • 26. arwan

    masalahnya juga terkadang perokoknya itu sendiri yang kelewatan, merokok di tempat umum, lagipula perokok pasif memiliki bahaya yang jauh lebih besar, saya 56% tidak setuju pabrik rokok di tutup karena sementara ini membantu pendapatan cukai rokok yang cukup besar, tapi saya setuju akan UU yang mengenakan denda 50 jt yg diterapkan di jakarta kepada perokok di tempat umum...... let`s make green earth,

    07-03-06 03:12
  • 25. Jul Daeli

    Pendapat Mahasiswa Kimia : Menutup pabrik rokok mengancam perekononomian personal, masyarakat, bangsa dan negara!!! Memepertahankan pabrik rokok tetap ada, mengancam jutaan tubuh manusia, balita, anak-anak, pemuda dan lansia. Akhirnya akan menyengsarakan perekonomian MEREKA, apabila : Kanker menyapa, bila impotensi tersenyum, cacat janin, jantung dlllll. HAYOOO, pilih mana?

    04-03-06 06:12
  • 24. Jul Daeli

    Pendapat Mahasiswa Kimia : Menutup pabrik rokok mengancam perekononomian personal, masyarakat, bangsa dan negara!!! Memepertahankan pabrik rokok tetap ada, mengancam jutaan tubuh manusia, balita, anak-anak, pemuda dan lansia. Akhirnya akan menyengsarakan perekonomian MEREKA, apabila : Kanker menyapa, bila impotensi tersenyum, cacat janin, jantung dlllll. HAYOOO, pilih mana?

    04-03-06 05:55
  • 23. kanya

    well..masalah iklan rokok yah...sebaiknya jangan langsung maunutup pabrik rokoklah....soalnya itu menyangkut hajat hidup org banyak...ga semua buruh yang kalo pabrik rokok ditutup bisa dapet kerjaan lain..kayak temen2 diatas katakan... sebaiknya peraturan dan perundang - undangan nya di revisi lagi....dibuat lebih detail bagaimana kebijakan tentang pemasangan iklan rokok. Baik untuk media elektronik atau media cetak.. plus!! juga dikenakan sanksi yang menjerat bagi yang melanggar uu atau pp yg mengatur mengenai kebijakan pemasangan iklan rokok tsb.. gw harap sih iklan rokok yang di pasang ataw ditayangkan makin kreatif..tentunya kreatif dibawah peraturan2 pemerintah dong... okey..sukses bwat dunia periklanan Indonesia..!! Hidup pariwara!!

    15-02-06 11:51
  • 22. Badu Wicaksono

    Kalau perusahaan rokok gulung tikar, akan terbuka wawasan baru buat para buruh pelinting rokok untuk cari pekerjaan lain. Ngomong-ngomong berapa ya gaji buruh pelinting rokok itu? Rokok kan perbatang sekitar 500-an rupiah. Kalau buruhnya dapat 20 % saja, kalau permenit dapat satu rokok, kerja 8 jam/hari bisa dapat 100 * 60 * 8 = 48000, eh lumayan juga?

    13-02-06 03:27
  • 21. sekar aja

    jangan bikin perusahaan rokok apapun gulung tiker donks..gimana nasib karyawannya ntar yang dah terlamnjur tua n ga produktif, bikin banyak kriminal loh. trus pegawai yang masih muda, kapan mereka mo nikah kalo kerjaan ga ada?ntar jadi zina gimana?setuju deh dengan peraturan pelarangan meriokok di sembarang tempat, asal bukan jadi ajang pencarian duit pejabat aja loh..tengkyu.

    08-02-06 12:54
  • 20. meri

    cukup...berhenti!!!!ayo hidup sehat!!!mau umur berkurang cuman gara-gara rokok???kalo ATEP baca,,coba pikir lagi dech buat ngerokok!!!sayangin tubuh Mu sobat!!!!

    08-01-06 08:17
  • 19. f4thu12

    ROKOK... jauhin aja, ngerokok sm aja bunuh diri. udah tau ada racunnya e... malah diisep juga.

    21-10-05 12:15
  • 18. f4thu12

    ROKOK... jauhin aja, ngerokok sm aja bunuh diri. udah tau ada racunnya e... malah diisep juga.

    21-10-05 12:14
  • 17. Bambang Prastowo

    Untuk menutup pabrik rokok, kita perlu berurusan dengan banyak hal seperti polemik penanganan urusan ratusan ribu pelinting rokok dan sebagainya. Saya pribadi punya hipotesa bahwa mempertahankan pabrik rokok = mempertahankan tingkat hidup ratusan ribu buruh pelinting rokok. Menutup pabrik rokok = memberi kesempatan pada ratusan ribu buruh pelinting rokok untuk melihat alternatif jalan hidup yang lebih baik. Ini baru hipotesa, perlu penelitian untuk membuktikan kebenaran/kesalahannya. Kita sepakat bahwa merokok adalah kebiasaan buruk (lihat keterangan merokok dapat menyebabkan kanker dst). Bayangkan, pada umumnya kita merasa jijik bila diminta minum dengan gelas bekas minum orang lain. Bagaimana mungkin kita dipaksa menghirup asap bekas mulut orang lain?

    26-09-05 03:16
  • 16. adul

    gini aja tutup aja pabrik rokoknya...gimana? hehehehehe

    26-09-05 02:19
  • 15. tebie

    rokok gak penting banget banyak ruginya dari untungnya mending lo jauhin aja dah tu yg namanya rokok

    26-08-05 05:15
  • 14. tuwo

    rokok? nyebelin bgt klo ada orang ngrokok dgn cueknya di deket kita. asepnya itu lho!lagian apa sih gunanya rokok, cuma ngabisin uang lagi.ikla rokok bisa membuat orang lebih cuek ngrokok di mana aja. gak kasian apa sama orang2 ato keluarganya yg kena asep rokok?

    22-08-05 07:35
  • 13. bukan perokok

    paling sebel sama orang yang suka ngerokok di tempat umum, padahal perokok pasif itu kan lebih bahaya dari perokok itu sendiri, karna asap yang dikeluarin udah mengalami proses dalam tubuh org yg ngerokok dan jadi lebih bahaya dari pada asap aslinya yang dihirup perokok aktif (bener ga sih???).percuma aja ada UU yang melarang merokok di tempat umum, soalnya ga ada punishment sih buat mereka, jadi mereka ya ngga takut.. jadi gimana donk bisa menindak mereka2 ini, minimal ada rasa segan dan takutlah kalo ngerokok di tempat umum kalo ada punishment benerannya..tapi mungkin ga ya, lalu siapa yang ngawasin dan kasih punishment, emang kurang kerjaan?? Kalo sesekali aja ada sidak trus kasih punishment buat orang yang ketangkep basah ngerokok di tempat umum (misal: push up 50X)..ini kan bisa jadi shock teraphy juga, kali aja si perokok tak bertanggungjawab ini jadi punya rasa takut ngerokok di tempat umum...tul gak?!

    19-08-05 11:39
  • 12. budol

    Sekarang lebih keren lagi iklan rokok yang mempertontonkan sesuatu yang mirip dengan rokok...

    18-08-05 06:49
  • 11. reza donx

    saya setuju dengan keputusan gubernur DKI Jakarta tentang larangan merokok di tempat umum, tapi apakah semua masyarakat khususnya kaum perokok dapat menerima ide ini!!!

    29-07-05 08:11
  • 10. esw

    rokok ? jangan deh! ngapain ????

    16-07-05 03:49
  • 9. sabrehida

    rokok itu racun yang membuat semua manusia didunia musnah, tidak terkecuali janin-janin yang berada dalam kandungan ibu.

    10-07-05 08:40
  • 8. pak Bim

    Mudah mudahan saya tetap diberi kemudahan untuk tidak merokok... karena merokok adalah suatu penyulitan terhadap diri sendiri. Mari kita mulai galang tulisan di web kita dengan tulisan "DISARANKAN UNTUK TIDAK MEROKOK KETIKA MEMBUKA HALAMAN INI!!!"

    12-06-05 09:21
  • 7. ferry_toar@yahoo.com

    Saat ini perusahaan rokok menghalalkan segala cara untuk masuk ke usia yang lebih rendah, tampil dalam bentuk keceriaan, kemudaan, persahabatan, sportivitas, dan segala hal yang berlawanan dengan kenyataan. They aim children & young people, their future consumer.

    25-04-05 05:36
  • 6. sumuhun pisan

    yang penting lo asyik gw juga asyik2.........iya ga?? sama untung dan rugi sebab para praktisi iklan sekarang kan udah kreatif jadi itu bukanlah suatu masalah.........iya ga??

    24-04-05 01:03
  • 5. junkies

    itu semua ga' penting lagi...........soalnya ahhahahahahahhahahahahahah.....gw lain daripada yang lain euy...................

    24-04-05 01:01
  • 4. junkies

    mungkin dengan rokok dapat menambah pendapatan negara dari pajaknya tetapi apakah tidak ada lagi barang yang halal untuk dijadikan pendapatan negara,seperti yang telah diketahui banyak orang disebutkan bahwa rokok itu haram dan juga ada dalilnya dalam al-qur'an berarti negara mencari uang dengan cara yang haram donk,kembali dari manusia itu sendiri apa sih maksudnya mereka mengisap rokok?? mereka melihat dari segi kesenangan atau kebiasaan2 saja mereka tidak melihat dari segi fakta2 akibat dari rokok mereka tidak punya rasa toleransi antar sesama dulu dapat pelajaran ppkn atau tidak?di tempat2 umum merokok sebaiknya mereka izin sama orang sekitar apakah boleh saya merokok disini?(seandainya ada orang spt itu)mana adat orang timur yang sopan santun tutur dan lakunya?? buka mata hati kita,bacalah isi dunia kita sekarang !!!

    24-04-05 01:01
  • 3. junkies

    Ada dua bentuk pembelaan pada keberlanjutan industri rokok: 1. Pemasukan ke pemerintah dalam bentuk pajak, 2. Memberi lapangan kerja pada banyak orang. Untuk butir 1: Pada era Ali Sadikin (gubernur Jakarta) industri judi memberi banyak masukkan ke pemerintah namun karena diakui judi itu haram maka secara formal kita terus memeranginya. Kalau dilegalkan, saya pikir narkotika pun bisa memberi pajak yang besar. Kalau memang diakui "rokok dapat menyebabkan banyak hal buruk," maka jelas lah nilai haramnya. Kita tidak perlu memikirkan keuntungan rupiah pada sesuatu barang haram. Untuk butir 2. mungkin ada bisa menjawab kesejahteraan mayoritas masyarakat bawah yang terserap di industri rokok. Apakah ada yang bisa memberi informasi rata-rata penghasilan buruh pelinting rokok?

    24-04-05 01:01
  • 2. junkies

    saya juga merasa sedih karna yg menjadi donatur terbesar pada acara2 music, olahraga, dan event2 besar umumnya adalah perusahaan rokok. padahal acara-acara seperti itu targetnya adalah generasi muda. secara tidak langsung, kita membiarkan saja rokok merusak generasi muda. kalau ini terus berlanjut, larangan seperti apapun terhadap iklan rokok tidak akan ada pengaruhnya terhadap penyebaran rokok.yg kita larang adalah iklannya, sedangkan penyebarannya sangat mudah. apalagi terhadap anak muda. kenapa tidak ada usaha untuk mencegah kegiatan ini? apakah karna income dari perusahaan rokok yg banyak, kita jadi tidak peduli akan dampaknya terhadap generasi muda? dalam kesempatan ini ingin mengajak para calon panitia yg akan menyelenggarakan acara,kalau masih mungkin untuk mencari sponsor selain rokok kenapa harus rokok?

    24-04-05 01:01
  • 1. junkies

    aku ga setuju kalo pabrik2 rokok itu dibebaskan membuat iklan yang menjadikan pari laki2 menjadi suka merokok padahal banyak orang yang sebenarnya ga suka rokok jadi menghirup rokok misalnya aj pas di angkutan tu orang dengan bebas ngerokok dengan santainya tolong pemerintah itu ngadain uu yang melarang keras merokok ditemopat umuj dan uu itu berlaku seendonesia

    24-04-05 01:01