Bambang Nurcahyo Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Mengapa GNU/Linux Dirasa Sulit?

Bambang Nurcahyo Prastowo

Disampaikan pada Seminar GNU/Linux Hacking
28 Desember 2002

1 Pendahuluan

Bagi kebanyakan masyarakat pengguna komputer di Indonesia, pembelian paket perangkat lunak jadi adalah suatu kemewahan. Memang banyak institusi baik swasta maupun negeri yang mengeluarkan dana besar untuk pengadaan sistem komputer, tapi jarang ada alokasi dana untuk pembelian paket perangkat lunak jadi; yang ada adalah dana untuk jasa konsultan pengembangan sistem komputer. Karena itu dana pengadaan perangkat lunak komputer hanya terserap untuk pengembangan sistem khusus yang dibangun untuk menangani kebutuhan spesifik institusi yang bersangkutan. Bagaimana dengan sistem operasi dan program-program aplikasi umum untuk kerja penyusunan dokumen sehari-hari? Dapat dikatakan rata-rata PC di Indonesia menggunakan perangkat lunak hasil tindak kejahatan pembajakan.

Apa pun alasannya, tindak pembajakan tidak bisa dibenarkan. Hal ini tidak sekedar menyangkut masalah etika, namun lebih dari itu tindak pembajakan memiliki dampak ekonomi dan sosial yang tidak menyenangkan. Kita sudah menyaksikan awal sebuah gelombang penyerapan devisa Indonesia ke Amerika melalui penarikan denda jutaan dolar dari pelaku pembajakan perangkat lunak oleh pemegang hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Sasaran awal adalah para pemasok barang komputer. Saat ini banyak institusi pemerintah dan perguruan-perguruan tinggi swasta sudah menerima surat teguran dan sekaligus ancaman bagi para pengguna software bajakan. Tidak mustahil para pengguna individu akan menjadi sasaran selanjutnya.

GNU/Linux hadir sebagai salah satu sistem operasi alternatif yang memungkinkan setiap institusi untuk menggunakan sistem komputer tanpa harus mengeluarkan dana untuk pembelian lisensi perangkat lunak. Kenyataan ini sudah ada sejak tahun 1995 bahkan mungkin lebih awal lagi. Sifat kebebasan dalam penggunaan GNU/Linux mengundang banyak pihak untuk mengembangkan kelengkapan aplikasinya. Kini GNU/Linux hadir dengan sistem antar muka grafis sehingga semakin mudah menggunakan programprogram aplikasinya.

Artikel ini mencoba menganalisa sebab-sebab masih sulitnya GNU/Linux menembus pasar masyarakat awam (awam dalam pengertian bukan hacker, programmer ataupun administrator sistem) secara luas. Dengan analisa ini diharapkan kita dapat menyusun strategi ``pemasaran'' GNU/Linux yang lebih baik.

2 Benarkah GNU/Linux Kini Lebih Mudah?

Kemudahan penggunaan Linux sekarang dapat dibaca dari ilustrasi dalam dua paragraph berikut ini:

Ketika majalah Info Linux nomor pertama muncul, saya mendapat telpon dari saudara di Jakarta menanyakan apakah benar Linux merupakan sistem operasi masa depan sebagaimana tertulis di cover majalah itu. Tanpa ragu saya jawab ya. Sebagai install maniac yang selalu install sistem perangkat lunak versi terbaru, saudara saya tersebut langsung masukkan CD bawaan InfoGNU/Linux nomor perdana itu ke driver di komputernya. Dengan modal klik tombol yes, yes, yes, next, next, next, finish maka terpasanglah sistem operasi GNU/Linux Mandrake 8.0. Esuk harinya beliau telpon mengabarkan sudah berhasil setup dialup networking dan menikmati akses Internet dengan Netscape dari sistem GNU/Linuxnya. Selain internetworking, kerja penyuntingan naskah dan printingnya juga sudah bisa dilakukan. Beliau bangga telah berhasil menggunakan sistem operasi masa depan.

Tiap hari, anak salah seorang teman kerja saya mampir ke kantor sepulang sekolah. Sambil menunggu diantar pulang ke rumah dia kadang bermain game di komputer kerja di meja saya yang bersistem operasi GNU/Linux. Pada suatu hari teman kerja saya tersebut mengeluh karena anaknya melakukan instalasi sistem GNU/Linux yang didapatnya dari rental CD. Memang sejak saat itu dia bisa main game-game GNU/Linux di rumahnya tetapi bapaknya kebingungan ketika ditanya bagaimana menjalankan game-game yang sudah ada sebelumnya. Anak itu memang sudah biasa melakukan instalasi game baru di sistem operasi lama. Dia pikir GNU/Linux adalah sistem game yang bisa dipasang sebagai mana game-game terdahulu.

Kedua kisah di atas menggambarkan bahwa bagi yang tidak punya gambaran terlalu jauh tentang sistem operasi tertentu, instalasi GNU/Linux tidak lebih dari sekedar ``sistem upgrade'' atau instalasi ``game baru.'' Namun demikian bagi kebanyakan orang GNU/Linux masih terdengar sedemikian kompleks dan sulit digunakan/dipelajari. mengapa? Jawabnya tidak mudah karena ada banyak faktor yang menentukan. Pada bab-bab berikut diungkapkan berbagai kemungkinan penyebab GNU/Linux dianggap sulit.

3 Masalah Kebiasaan

GNU/Linux berbeda dalam banyak hal dengan sistem operasi kompetitor yang sudah biasa digunakan kebanyakan pemakai komputer di Indonesia. Secara psikologis, orang tidak mudah meninggalkan kebiasaan untuk mempelajari lebiasaan baru. Sebagai ilustrasi sebagian diantara kita mungkin pernah penggunakan WordStar (WS) atau WordPerfec (WP)t. Dua word processor tersebut berkompetisi untuk merebut pasar pengguna PC. Perebutan hanya punya arti nyata pada pengguna baru. Mereka yang telah terbiasa menggunakan WS tidak mudah terbujuk untuk menggunakan WP demikian pula sebalinya.

Dalam hal mengubah kebiasaan pengguna komputer, mungkin GNU/Linux bisa belajar dari pengalaman bagaimana Chi Writer (CW) mencuri pasar WP dan WS. Zaman keemasan WS dan WP terusik oleh kehadiran WC, word processor yang juga bekerja di platform DOS. Dari sisi kemampuan olah dokumen, CW tidak lebih canggih dari WS atau WP namun demikian Chi menyediakan font khusus dan sedikit fasilitas editing diagram sehingga berbagai diagram kompleks mulai dari flow chart sampai molekul kimia organik dapat disunting langsung kedalam dokumen. Fasilitas menggambar diagram dari CW ini mampu menarik perhatian pengguna WS/WP yang waktu itu belum dilengkapi dengan fasilitas edit diagram sehingga lama kelamaan banyak orang (yang memerlukan fasilitas editing diagram) beralih dari menggunakan WS/WP ke CW. Jadi kebiasaan baru bisa dikalahkan dengan tawaran fitur berguna yang tidak ada di sistem lama.

Bagaimana dengan GNU/Linux? Fitur unggulan apa yang bisa digunakan sebagai bahan pemicu semangat masyarakat untuk menggunakannya? Dengan sifat dasar multi user (lihat bab Multi User), GNU/Linux dirancang sebagai sistem operasi jaringan komputer. Bagi pengelola jaringan komputer, keunggulan GNU/Linux dalam penanganan berbagai aplikasi jaringan komputer (utamanya yang berbasis Internet/Intranet) sudah dikenal baik dan mereka pada umumnya sudah menggunakan GNU/Linux. Bagaimana dengan masyarakat awam? Satu-satunya keunggulan GNU/Linux yang terlihat langsung adalah bahwa lisensinya menjamin penggunanya untuk bebas menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. Tapi di Indonesia saat ini, perangkat lunak-perangkat lunak yang telah biasa digunakan pun pada dasarnya diperoleh secara `gratis', mengapa harus ganti kebiasaan? Karena itu harus ada fitur unggulan berguna dari GNU/Linux yang tidak terdapat di sistem operasi konpetitornya.

4 Paket Raksasa

Selain masalah kebiasaan, perlu disadari pula bahwa GNU/Linux yang kita lihat dalam distro (istilah untuk koleksi sistem perangkat lunak yang didistribusikan) RedHat, SuSE, Mandrake, dan lain sebagainya pada dasarnya adalah kumpulan banyak sistem perangkat lunak dalam satu sistem instalasi. Coba anda bayangkan melakukan instalasi: Windows, Office, Corel Draw, PhotoShop, Visio, SPSS, Delphi, Interbase, AutoCad dan Mapinfo (semua merek dagang terdaftar) sekaligus dari satu buah paket sistem! Vendor komputer biasa melakukan ini dengan cara copy hardisk dari komputer yang telah lengkap berisi program-program. Itu lah yang anda lakukan ketika menjalankan proses instalasi sistem GNU/Linux misalnya dari distro SuSE. Mandrake atau RedHat.

Besarnya koleksi sistem perangkat lunak dalam distro GNU/Linux mengahadapkan pengguna GNU/Linux pada amat banyak pilihan. Salah satunya, yang nampak langsung bagi pengguna adalah window manager. Diawali oleh sistem MacIntosh dari Apple Inc., sistem antar muka grafis hasil riset Xerox PARC langsung berkembang pesat di banyak sistem komputer: MacIntosh, Microsoft Windows, X Window System dengan gaya Open Look, Next Step dan lain-lain. Masing-masing sistem antar muka grafis membawa kenampakan dan gaya look and feel yang khas dikembangkan oleh masing-masing perusahaan yang bersangkutan. Tidak ketinggalan, GNU/Linux menyajikan banyak gaya untuk dipilih.

Banyaknya pilihan di GNU/Linux disebabkan oleh banyaknya hacker (istilah untuk pecandu pengembangan sistem) GNU/Linux yang punya selera terhadap tampilan dan gaya GUI yang berbeda-beda. Akibatnya kini pengguna GNU/Linux awam (non hacker) harus memilih salah satu dari sekian banyak GUI. Gnome dan KDE adalah dua yang sedang ngetrend saat ini1. Dimasa lalu FVWM dan Enlightment banyak digemari. Tidak mustahil dalam waktu dekat muncul sistem lain dengan gaya yang lebih menarik untuk menambah kerepotan dalam memilih alternatif. Tanpa pengalaman cukup, berhadapan dengan pilihan-pilihan asing ini, prospek pengguna GNU/Linux akan melarikan diri.

5 Keamanan

Sebagai sistem operasi bercorak Unix, GNU/Linux dibangun dengan konsep penggunaan multi tasking/proses, multi user, dengan opsi single atau multi prosesor. Multi tasking memberi fasilitas menjalankan banyak program berbarengan, multi user memberi fasilitas banyak orang menggunakan komputer yang sama berbarengan. Dalam lingkungan yang serba multi, ada banyak hal harus dikelola dengan sangat hatihati agar tidak terjadi perebutan penggunaan peralatan oleh banyak pihak yang membutuhkan. Hal ini mengharuskan GNU/Linux menerapkan sistem proteksi terhadap elemenelemen operasinya. Elemen-elemen tersebut antara lain: berbagai sistem berkas, proses, peralatan input/output, dan komunikasi. Tanpa proteksi, kesalahan suatu proses dapat merusak hasil kerja proses lain. Dalam konteks multiuser, seorang user dapat mengganggu proses maupun hasil kerja milik user lain.

Tanpa memahami sistem proteksi (atau lebih sering disebut juga dengan istilah security), pengguna GNU/Linux awam akan menjumpai hal yang tidak biasa seperti:

  • harus melalui proses login sebelum bisa menggunakan sistem,
  • tidak bisa melakukan copy file ke sembarang direktory,
  • tidak bisa menghapus berkas-berkas tertentu yang dianggap tidak penting,
  • tidak bisa install software sembarangan dengan login user biasa.
Sering terjadi untuk `kemudahan' penguasaan sistem komputer, pemula GNU/Linux bekerja sehari-hari dengan user root. Hal ini tentu saja menyalahi konsep dasar diadakannya fasilitas perlindungan bagi tiap user.

Untuk sosialisasi GNU/Linux konsep security memang harus kita terapkan demi perlindungan pada user itu sendiri. Pada jangka panjang dalam penggunaan sehari-hari, GNU/Linux akan membimbing kita untuk berlaku tertib dalam mengikuti prosedur pengamanan data2.

6 Sistem Operasi Jaringan

GNU/Linux dapat dikatakan sebagai sistem operasi jaringan komputer. Banyak fasilitas di GNU/Linux memang dirancang khusus untuk menangani sistem jaringan komputer. Hal ini memberi kesan seolah-olah GNU/Linux tidak ada gunanya tanpa jaringan komputer. Saat ini memang GNU/Linux cukup populer di kalangan pengelola jaringan komputer, utamanya mereka yang berhubungan langsung dengan aplikasi Internet.

Pada kenyataannya, proggram-program aplikasi komputer di GNU/Linux banyak yang tidak ada sangkutpautnya dengan jaringan komputer. Sebagai contoh, naskah ini diketik dengan LYX, antar muka grafis dari sistem editing dokumen LATEX, yang merupakan salah satu dari sekian banyak word processor yang tersedia di GNU/Linux. Mengapa LYX? Alasan utama karena penulis sudah terbiasa menggunalan LATEX. LYX memanfaatkan fasilitas antar muka grafis secara optimal dengan tetap mengandalkan mesin LATEX untuk produksi hasil akhir.

Selain itu masih ada word processor Abiword, StarOffice dan Koffice; semua bekerja di lingkungan GNU/Linux dengan baik tanpa ada sangkutpautnya dengan sistem jaringan komputer. Demikian pula paket-paket program R-base untuk statistik dan Qcad untuk computer aided design tidak harus digunakan di lingkungan jaringan komputer. Dalam perkembangannya, sistem operasi kompetitor seperti Windows justru diarahkan untuk menangani layanan-layanan jaringan komputer; suatu layanan yang merupakan bagian dari rancangan dasar GNU/Linux.

7 Adakah Macromedia Director di GNU/Linux?

Pertanyaan yang sering muncul bagi non pengguna GNU/Linux adalah: ``Adakah paket perangkat lunak ini dan itu di GNU/Linux?'' Jawabannya sangat boleh jadi: ``Tidak.'' Memang beberapa perangkat lunak seperti Corel Draw dan Matlab ada yang dibuat untuk GNU/Linux demikian pula sistem manajemen basis data Oracle dan DB2; namun demikian paket-paket semacam itu tidak lah bersifat opensource sebagaimana perangkat-perangkat lunak yang di GNU/Linux pada umumnya. Artinya, penggunaan paket perangkat lunak tidak bebas di GNU/Linux tidak mendukung gerakan ``penghematan devisa.''

Pertanyaan yang mestinya harus dilontarkan adalah: bisa kah saya melakukan word processing dengan nyaman? Dapatkah kita melakukan CAD (computer aided design), pemrosesan informasi geografis dan pemrograman sains di lingkungan GNU/Linux? Jawabnya: ``Bisa!'' Banyak perangkat lunak aplikasi komputer dikembangkan di lingkungan GNU/Linux untuk berbagai macam kerja komputasi. Cara penggunaan dan penampilan bisa jadi lain dengan yang sudah biasa kita gunakan, namun kenyamanan penggunaan dan kualitas pemrosesan perangkat lunak opensource tidak kalah bahkan sering lebih baik dibanding perangkat lunak komersial untuk tujuan komputasi yang sama.

Bagaimana Nasib Berkas-Berkas Kerja Lama Saya? Kebanyakan program-program aplikasi komputer saat ini dilengkapi dengan modul filter yang berfungsi sebagai alat konversi berbagai format data dari berkas-berkas kerja kita. Sebagai contoh Microsoft Word dilengkapi dengan antara lain filter untuk berkas-berkas WordPerfect. Komunitas opensource sudah memberikan perhatian yang cukup besar dalam kerja pengadaan filter dari format data aplikasi Dos/Windows ke format data aplikasi GNU/Linux dan sebaliknya. Format baku seperti RTF, WMF, dan DXF bisa kita pakai sebagai jembatan migrasi atau porting meja kerja dari suatu sistem operasi ke sistem operasi lain.

8 Bisakah GNU/Linux terpasang bersama Windows?

Secara teknis bisa. Dalam praktek, pemasangan GNU/Linux bersama Windows akan menghambat proses belajar GNU/Linux itu sendiri. Pasalnya, kesulitan dalam penggunaan GNU/Linux acap kali diselesaikan dengan booting Windows. Itulah sebabnya mengapa Microsoft memberi prioritas nomor 1 pada kemampuan Windows menjalankan program-program aplikasi DOS. Dengan demikian, pengguna Windows akan tetap bisa menjalankan program-program aplikasi DOS tanpa harus booting dos.

Ada upaya untuk bisa menjalankan program-program aplikasi Windows di GNU/Linux misalnya dengan produk Wine, namum upaya ini tidak menjadi prioritas nomor 1 bagi pengembang GNU/Linux pada umumnya. Mungkin karena itu perusahaan yang mencoba terjun ke dunia GNU/Linux dari tradisi Windows tidak bisa bertahan tanpa mengikuti pola pengembangan GNU/Linux itu sendiri. Sun bercokol di GNU/Linux dengan menyumbangan source Star Office dalam bentuk yang menjadi OpenOffice. Borland mendapat tempat yang terhormat dengan menyumbangkan source Interbase (FireBird). Corel menarik diri dari dunia GNU/Linux sementara Saya merasa IBM dan Oracle belum mendapat perhatian yang semestinya dari masyarakat pengguna GNU/Linux mekipun terus mencoba bertahan dengan porting DB2 dan Oracle di GNU/Linux.

9 Penutup

Dengan GUI dan program-program aplikasi canggihnya, GNU/Linux telah siap memasuki pasar pengguna PC desktop/laptop namun demikian GNU/Linux hanya akan mampu meraih hati pengguna dengan unggulan khusus. Dari sisi server dan router jaringan komputer, GNU/Linux melenggang dengan mudah. Dari sisi PC desktop, belum ada produk GNU/Linux dengan keunggulan cukup menggigit untuk merebut pengguna Windows. Unggulan utama GNU/Linux dalam hal model lisensi tidak laku di Indonesia mengingat praktek pembajakan perangkat lunak dianggap perbuatan wajar.

VITA

Bambang Nurcahyo Prastowo adalah staf pengajar UGM di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA. Pendidikan S2 dan S3 ditempuh di Queen's University, Kingston, Canada. Saat ini dia menjabat Kepala Seksi Jaringan Komunikasi Data, PUSKOM UGM dan Kepala PIKSI UAD. Prastowo adalah pengguna GNU/Linux setia sejak kernel versi 0.83 dengan ``distro'' MCC, SLS, Slackware, SuSE, Mandrake dan sekarang RedHat dengan kernel varsi 2.4.18.



Footnotes

... ini1
Gnome dan KDE tidak sekedar window manager; ke dalam dua sistem tersebut terbawa program-program aplikasi komputer umum yang komplit.

... data2
Banyak hacker GNU/Linux sekarang yang mencoba menawarkan beberapa fasilitas kemudahan penggunaan komputer seperti auto login setelah boot dan menyimpan isian form. Dua fitur yang diadopsi dari sistem Windows ini akan menerobos banyak sistem keamanan yang terpasang di komputer.



Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik C252 di
  • 29. ARmi

    KPLI harus menyebar lebih luas lagih

    08-03-12 11:20
  • 28. prastowo

    Kalau yang dimaksud ujung-ujungnya duit adalah semua aktivitas memerlukan biaya, saya setuju. Namun demikian, insya Allah saya ujung-ujung visi misi saya bukan duit.

    30-06-07 08:05
  • 27. CANDA PARASTIWA FATWA

    SEKALI KALI NGOBROLIN MARKETING DONG, ATO MASALAH EKONOMI LAINNYA, COZ SEMUA YANG ADA DI PERUSAHAAN DIDUNIA BAIK YANG BERSIFAT SOSIAL MAUPUN YANG MENCARI KEUNTUNGAN, PASTI UJUNG UJUNGNYA DUIT, OMONG KOSONG KALAU GAK CUMA PENIPU BERKEDOK SOSIAL DAN ORANG MUNAFIK YANG MENGATAKAN TIDAK.

    30-06-07 06:31
  • 26. pepi

    dah tak install ubuntu Pak.. dah bisa internetan neh.. tp tak mainkan video.. mesti instal code ya Pak?? wah gmn tuh..? trus kalo aku mau pake program yang mau jalan cm di window$ biar bisa jalan di Ubuntu apa yang dioprek Pak?? soalnya saya bingung jg untuk nulis perintah2 misal install aplikasi itu dimana??
    tolong jelasin y pak, bear gamblang.. makasih Pak.

    27-04-07 11:48
  • 25. pepi

    dah tak install ubuntu Pak.. dah bisa internetan neh.. tp tak mainkan video.. mesti instal code ya Pak?? wah gmn tuh..? trus kalo aku mau pake program yang mau jalan cm di window$ biar bisa jalan di Ubuntu apa yang dioprek Pak?? soalnya saya bingung jg untuk nulis perintah2 misal install aplikasi itu dimana??
    tolong jelasin y pak, bear gamblang.. makasih Pak.

    27-04-07 07:36
  • 24. dasiman

    linux.... oks bgt

    08-03-07 03:15
  • 23. sasa

    linux itu sulit juga ya! tapi penjelasan anda sedikit yang aku mengerti. kenapa ga jelasin struktur direktorinya? aku bingung tuh sama itu???

    07-02-07 09:46
  • 22. gie\'m

    saya rasa saya cukup puas dengan penjelasannya, dan saya bisa mengerti meski masih berantakan.....................

    07-02-07 09:44
  • 21. karno

    perlunya adanya penyajian trik jitu dalam menghadapi kendala yang di temui dalam komputer baik hardware maupun software

    13-12-06 08:17
  • 20. karno sragen

    saya mahasiswa teknik komputer namun pengetahuan akan operating system linux kurang jelas akan kelebihan di banding xp katakanlah.yang saya amati teman mahasiswa pada umumnya cenderung menggunakan operating system xp.mohon penjelasanya terima kasih............

    13-12-06 08:13
  • 19. Beby..

    Pa Sapa Yg bikin Linux Mandriva Ntu??? Saya Bingung Nyari materi or buku panduan ntu?? Pak klo model2 partisi dilinux ntu apa aza sech pa??? Tlng Jelasin secara gamblang!!!!

    03-11-06 01:54
  • 18. Harry

    pengen sih pake linux! tapi pelajaran yg ditrima pas praktikum cuma ttg dosnya aja! jadi untuk pengoperasiannya masih susah

    06-10-06 10:04
  • 17. _c!Nta_

    pusing pake linux.ngapain juga ada matkul yang pake linux.bikin anak didik merasa pusing 7 keliling

    03-10-06 12:17
  • 16. bHaBaZ LaGi.....

    saIya pUnyA tmeN...naManyA LinuX...yAa...sAiYa mW bLg Ama si LinUx kL bHabaZ sYanG aWa...

    02-10-06 05:07
  • 15. bHaBaZ LaGi.....

    bHabaZ sYanG aWa...

    02-10-06 05:03
  • 14. bhaZnAsAiyA.....

    LinUx riBet....pUsinK paLa qU...tuGaSnyA jG gQ ktEmu2...eLinG..............

    02-10-06 05:01
  • 13. rm -rf /

    Untuk "melihat" sistem operasi Linux, Silakan klik disinihttp://shots.osdir.com/

    17-04-06 12:48
  • 12. Bambang Nurcahyo Prastowo

    Kalau untuk keperluan Office (word processor, spreadsheet dan presentation) serta akses Internet (web dan email), gunakan Ubuntu. Kalau ingin pengembangan, pemrograman, gunakan Fedora Core. Kalau akan banyak kegiatan penelitian yang penuh dengan pengolahan data sains, gunakan SuSE.

    07-04-06 10:33
  • 11. satriaji

    assalamualaikum wr.wb.. saya ingin sekali belajar sistem operasi gnu/linux, tapi saya bingung harus mulai dari mana ??? maksudnya dianjurkan menggunakan distribusi apa yang cocok buat pembelajaran awal, soalnya saya belum pernah sama sekali melihat dan menjalankan sistem operasi gnu/linux. mohon saran dan tanggapannya pak???

    07-04-06 08:20
  • 10. Bambang Prastowo

    Umbrello itu paket software untuk "menggambar" model sistem software dengan notasi UML yang mirip-mirip (tapi beda pandangan) dengan flowchart, DFD, ERD dan sebagainya.

    03-03-06 03:25
  • 9. mawar

    umbrello seperti apa?fungsinya buat apa?thank's

    03-03-06 12:21
  • 8. Bambang Prastowo

    Saya bukan ahlinya microcontroler. Feeling saya, untuk project semacam itu lebih baik dikerjakan under freedos.

    22-02-06 07:30
  • 7. snubborn

    maap,telat kali. untuk mcs51 ada asem-51 atau bahkan sdcc, tapi gimana downloader/uploadernya ? masak mesti pake wine/dosemu ? sebab gak sebanyak avr apalagi pic, ada solusi ?

    22-02-06 12:47
  • 6. windiantoro

    pak tlg ksh tau apa itu sisyem informasi

    30-01-06 12:49
  • 5. XaBiX

    Pak tolong carikan (buatin kalo bisa) program buat chatting di YM under linux, tapi bisa buat join room, voice, dan webcam. soale kebanyakan pengguna internet enggan memakai linux karena kesulitan dalam hal tersebut diatas tadi. Thx \/

    08-09-05 02:17
  • 4. Bambang Prastowo

    Masukkan "8051 compiler linux" ke google. Satu dua entry teratas mungkin bisa membantu. Kalau belum bisa, nanti saya bantu.

    18-08-05 08:23
  • 3. Guntur

    saya rasa ada benarnya tanggapan anda, namun yang sangat disayangkan masih belum banyaknya program di linux yang menyerupai windows sebagai contoh saya sempat kesulitan untuk memprogram 8051/8031 sedang saya dituntut untuk menggunakan linux sebagai basic compilernya, karenanya saya harus berpikir keras untuk membuat program downloadernya lagi, alhasil sudah 1 bulan ini belum kelar-kelar juga !!!! so bagi teman yang dapat membantu bantuan anda akan berarti, terima kasih guntur_caksono@yahoo.com

    18-08-05 08:38
  • 2. Bambang Prastowo

    Sebagaimana tertulis diartikel tersebut, memasang Linux dan Windows di box yang sama tidak akan produktif dalam proses belajar menggunakan Linux karena segala kesulitan ditemui akan diselesaikan dengan boot Windows. Namun demikian, bagi yang menghendaki memasang Linux dan Windows di komputer yang sama, langkah-langkahnya tidak sulit. Untuk komputer baru, bagi hardisk dalam minimal 2 partisi. Install Windows di satu partisi dan kemudian install Linux dipartisi yang lain. Untuk selanjutnya setiap kali komputer boot akan muncul pilihan untuk menjalankan Linux atau Windows. Apabila seluruh hardisk telah terlanjur digunakan untuk Windows sepenuhnya, perlu dilakukan tindakan partisi khusus. Salah satu produk software yang bisa digunakan untuk mempartisi sistem berkas yang sudah berjalan adapah partition magic. Warning: partition magic adalah software komersial.

    21-07-05 12:51
  • 1. andi

    anda sudah terangkan semuanya cuman kami sebagai pemula merasa bingung dengan penjelasan anda, karena tidak ada contoh-contoh nya. misalnya kita mau pasang linux dengan windows itu gimana langkah-langkahnya.....? thank's

    20-07-05 09:18