Bambang Nurcahyo Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat
Idealnya, Belanja Akses Internet UGM Rp 18 milyar

Yogya, KU Teknologi komunikasi dan informasi adalah alat dan program yang bisa membantu manusia mencari pengetahuan ke tempat-tempat yang jauh dan sukar dijangkau sekaligus memungkinkan kolaborasi kerja intensif antar orang-orang yang berlokasi di berbagai tempat di bumi tanpa harus saling mengenal secara pribadi. Tetapi, pengetahuan yang diperoleh kadang-kadang menimbulkan kecemasan informasi (information anxiety) karena kadang-kadang tidak mudah bagi manusia membedakan pengetahuan dari sampah serta membedakan kebenaran dari kepalsuan. Tidak terlalu berlebih-lebihan bila kemudian ada ahli yang mengatakan bahwa perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah lanskap epistimologis.

Lalu, bagaimana Pusat Komputer (Puskom) UGM menyikapi keadaan tersebut? Menurut kepalanya, Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo, M.Sc, hal itu diserahkan kepada pengguna teknologi komunikasi dan informasi. Bagi Pak Bambang, kalau kuliah di GKU yang saat ini menggunakan tv monitor memang dirasa bermanfaat, maka ia akan tetap berjalan dan akan terus dikembangkan. Dengan teknologi yang kita miliki sekarang, dosen bisa mengajar siswa di GKU dari meja kerja, atau dari mana saja. Perkembangan ke depan, setelah tulang punggung jaringan selesai, masing-masing unit kerja/fakultas-fakultas diharapkan bisa memfasilitasi jaringan-jaringan sampai ke ruang kelas. Saat ini UGM sedang mempersiapkan pengajaran dengan fasilitas e-learning, ungkap Pak Bambang.

Pak Bambang Prastowo Nurcahyo, kelahiran tgl 11 Februari 1961, adalah dosen FMIPA UGM yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Fisika di UGM tahun 1985 dan Master Ilmu komputer di Queen's University Canada tahun 1987. Sempat menyelesaikan program Doctor bidang Ilmu komputer di universitas yang sama tetapi tidak berhasil mendapatkan ijasahnya karena tidak mampu menyelesaikan revisi desertasi tepat waktu. ` Dia mengungkapkan pandangannya tentang seluk-beluk Puskom UGM kepada Kabar UGM sebagai berikut:

Tugas Puskom UGM apa? Tugas pokok Puskom itu menyediakan infrastruktur teknologi komunikasi dan informasi. Dalam hal ini, ada tiga infrastruktur utama yang ditangani Puskom, pertama penyediaan jaringan kampus UGM, yang memungkinkan antar unit kerja itu saling berkomunikasi agar informasi di satu unit dapat dimanfaatkan unit lain. Kedua, menyediakan jalur komunikasi internasional, melalui internet. Ketiga menyediakan berbagai bentuk aplikasi komunikasi sesuai dengan perkembangan teknologi Informasi terkini. Puskom tidak melakukan penelitian secara langsung tetapi mendukung aktivitas penelitian sivitas akademika melalui penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Puskom menyediakan jalur akses ke sumber-sumber informasi baik internal maupun eksternal UGM bagi semua warga universitas termasuk masyarakat yang memerlukan informasi UGM yang bersifat publik. Jadi infrastruktur informasi data bisa di akses oleh dosen maupun mahasiswa dan dalam batas-batas tertentu oleh masyarakat luas.

Bagaimana fasilitas untuk dosen , mahasiswa dan karyawan? Untuk menjalankan tugasnya Puskom nemerapkan teknologi tinggi dengan pengadaan peralatan-peralatan jaringan komputer kelas atas.` Ini menjadikan Puskom tempat yang baik bagi kerja praktek mahasiswa dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian, mahasiswa yang di fakultasnya belum ada fasilitas akses internet misalnya, bisa diakomodir bekerja di Puskom dengan jumlah yang terbatas. Di satu sisi Puskom memanfaatkan ketrampilan dan kreativitas atau inovasi mahasiswa. Di sisi yang lain, mahasiswa bisa bekerja di lingkungan yang telah menggunakan teknologi tinggi baik informasi maupun komunikasi. Puskom dalam hal ini juga bekerjasama dengan pemerintah daerah. Misalnya, pemda yang menginginkan pengembangan sistim. Keberadaan mahasiswa bisa diarahkan untuk memberikan sumbangan dalam bentuk praktek langsung pengembangan sistem informasi. Dalam hal ini Puskom hanya mengkoordinir dan mengurus formalitas kontrak-kontraknya.

Fasilitas untuk karyawan? Untuk karyawan, Puskom sudah lama menyediakan fasilitas kelas untuk kursus komputer yang saat ini digunakan pula untuk melakukan kursus aplikasi komputer konsumsi masyarakat umum. Biasanya peserta pelatihan adalah mahasiswa UGM. Akhir-akhir ini ada peningkatan permintaan pelatihan mahasiswa dari program-program studi dan jurusan-jurusan penerima dana BOP. Mereka bekerjasama dengan Puskom untuk memanfaatkan fasilitas training. Secara berkala dan bergiliran, karyawan UGM mendapat kesempatan mengikuti kursus di Puskom. Dari sekitar 2600 orang. Setiap tahun yang berkesempatan kursus sekitar 300 orang. Mereka dibagi dalam beberapa angkatan. Namun secara waktu saya pikir masih kurang mencukupi.

Lebih lanjut suami Eva Bardijah dan ayah 4 anak (Aishah, Asma, Atikah dan Ahmad) mengemukan: Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Puskom UGM saat ini mendapat anggaran langsung dari universitas. Karena itu, Puskom maka tidak perlu lagi menggalang dana operasional dengan menyelenggarakan kursus untuk umum. Mulai tahun 2003 sudah ada pos pendanaan untuk teknologi komunikasi dan informasi. Dengan demikian, waktu kursus untuk umum, nantinya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah pelatihan untuk karyawan UGM sepenuhnya, ungkap Pak Bambang.

Bagaimana materi kursus? Itu tergantung pada permintaan. Misalnya ada permintaan untuk sistim UNIX. Permintaan untuk statistik SPSS dan lain-lain. Tetapi, kalau untuk yang pegawai UGM, yang utama biar melek komputer dulu. Jadi, kursus dimulai dari sistim operasi, sistim office yang diperlukan untuk pekerjaan sehari-hari. Sekarang ini UGM sudah memiliki local area network yang mencakup semua fakultas dan materinya akan diperkaya dengan sistim aplikasi dan komunikasi akses internet.

Bagaimana gambaran jaringan UGM? Bisa saya gambarkan, komputer di meja saya dengan komputer Pak Rektor dan Pak Dekan Filsafat misalnya, sudah masuk jaringan komputer lokal. Sehingga manakala mau berkirim data, tidak lagi diperluan konektivitas internet. Dengan demikian, data tidak perlu lagi jalan-jalan ke seluruh dunia, tapi langsung bisa diakses.

Tentang e-learning? E-learning itu kongkretnya, seluruh materi bahan kuliah yang di on-line ke internet. Jadi, setiap dosen itu diberi fasilitas, space di internet sehingga bisa menempatkan materi kuliah tersebut di internet. Dalam sistim ini mahasiswa bisa register terlebih dulu. Kalau sudah teregister dalam KRS, mahasiswa bisa membuka materi kuliah ini, secara on-line. Dengan demikian, kalau dosen tidak masuk, kuliah tidak akan terputus begitu saja. Tugas berat saat ini adalah mensosialisasikan fasilitas ini ke para dosen agar mereka bergairah untuk memanfaatkannya.

Bagaimana respons mahasiswa? Saya lihat semangat mahasiswa dan dosen UGM sebanding dengan fasilitas yang disediakan. Tidak banyak mahasiswa dan dosen UGM yang sejak awal secara serius menuntut fasilitas teknologi komunikasi dan informasi dalam untuk menunjang kegiatan sehari-harinya kecuali dari mahasiswa baru dari sejak SMU tertentu dan dosen-dosen yang baru kembali dari belajar di luar negeri. Mereka memang sudah memandang fasilitas teknologi informasi sebagi kebutuhan pokok.

Lantas bagaimana dengan yang lain? Perlu sosialisasi lebih giat lagi. Mahasiswa di unit tertentu seperti beberapa unit seperti Jurusan Teknik Elektro, Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi, sudah memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi karena fakultas sudah ada kesadaan untuk menyediakan teminal untuk aksesnya. Kadang Puskom UGM tidak berani melakukan sosialisasi secara besar-besaran karena khawatir di unit kegiatan pendidikan belum mempersiapkan komputer-komputer untuk digunakan mahasiswa secara langsung.

Kendala yang dihadapi Puskom UGM? Terus terang teknologi itu mahal. Tetapi kesadaran akan kebutuhan teknologi ini sudah cukup tinggi. Jadi kalau dilihat anggaran untuk akses internet misalnya, pertahun secara keseluruhan di UGM telah dibelanjakan sekitar Rp 1 miliar s.d Rp 1,5 miliar. Untuk tahun 2004, UGM meningkatkan kapasitas akses global Internet sampai dengan 10 megabit. Ini sudah memakan biaya langganan Rp 5 miliar, belum termasuk biaya pengenbangan dan pemeliharaan jaringan. Kalau kita bisa menyadari bahwa teknologi informasi sama kebutuhannya dengan listrik, air dan sebagainya, maka Rp 5 miliar tidak lah bisa dikatakan besar dibanding biaya dua fasilitas umum tersebut. Kendala berikutnya adalah pengadaan terminal untuk digunakan dosen dan mahasiswa berikut jalur-jalur jaringan komputernya. Saat ini kita sedang dalam perencanaan memasang titik-titik "access point" yang memungkinkan pemilik peralatan elektronika yang Wi-Fi ready untuk mendapatkan koneksi ke jaringan kampus dari tempat-tempat umum. Bagaimana dengan pengadaan komputernya? Sampai saat ini puskom masih mengasumsikan bahwa pengadaan PC merupakan beban tugas masing-masing unit kerja. Jadi, tergantung masing-masing unit kerja. Di fakultas-fakultas Teknik, Mipa, Kedokteran dan Ekonomi sejak lama sudah muncul kesadaran bahwa hal semacam itu penting. Jadi, fakultasnya sudah menganggarkan dananya untuk terminal ICT. Tapi, di fakultas yang lain belum tentu.

Bagaimana up-dating komputer di unit-unit? Kita mencoba memilih aplikasi yang bisa diikuti, tanpa harus up-dating komputer terlalu sering. Karenanya, segala bentuk aplikasi dipersyaratkan untuk menggunakan model thin client berbasis Web. Dengan model ini, sembarang komputer yang sudah bisa digunakan untuk browsing Internet akan terus bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama perlu sering diperbaharui. Dana fasilitas akses Internet bisa dipakai untuk penambahan terminal.

Idealnya biaya ICT untuk UGM berapa? Idealnya, satu mahasiswa diberi jatah konektivitas Internet 1 kilobyte. Dengan kurang lebih 50.000 mahasiswa, UGM minimal memerlukan saluran Internet sebesar 50 megabyte. Kalau diterjemahkan dalam rupiah dengan perkiraan Rp 300 juta per bulan per 10 megabyte, maka jumlah biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 18 milyar pertahun. Bisa-tidaknya UGM ke sana tergantung kebutuhan. Untuk saat ini, percuma UGM membayar sebesar itu sebab, fasilitas terminal akses Internet untuk mahasiswa belum siap. UGM akan mencapai standar Asia secara bertahap. (wawancara dan penulisan: Agung; editing: Abrar).

Mohon minta foto close up santai yang bagus. trims Kabar UGM


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik E9A3 di
  • 3. Qomar

    apakah sudah pernah ada penelitian tentang seberapa besar peran internet dalam membantu mahasisiwa dalam memahami materi kuliah?
    apabila diperbolehkan saya minta data atau alamat situs si peneliti. tolong dikirim ke alamat
    jackda_rippr@yahoo.com
    terima kasih,

    29-09-07 12:16
  • 2. kusnadi

    Saya minta tolong bagaimana cara membuat proposal penawaran IT untuk swasta, instansi pemerintah dan umum

    10-06-07 07:15
  • 1. kusnadi

    bagaimana cara meningkatkan belajar komputer dengan daca yang paling efektif

    10-06-07 07:13