dzikir paling intensif..

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

dzikir paling intensif..

Date: 18-04-07 08:41

Ceritanya, kalau dulu punya pengalaman duduk dalam taksi di mana sopir dan satpam berkelahi dalam keadaan mobil melajur 80 km/jam, kemarin sore saya mengalami duduk di pesawat terbang yang memasuki cuaca buruk dalam perjalanan dari Jakarta ke Jogja di penerbangan Garuda GA212 (bener ya? pokoknya yang berangkat jam 16:00 dari Sukarno hatta itu). Waktu itu masih pukul 16:45, mestinya hari masih terang tapi saya lihat ke luar mendung hitam menyelimuti pesawat (sayap pesawat sering tidak terlihat dari jendela) dengan hujan plus petir dan nampaknya ditambah angin kencang dengan arah yang gak jelas. Pesawat terguncang-guncang hebat, terasa terjatuh-jatuh seperti ada kantong kosong udara itu lho, biasanya hanya terjadi satu dua kali, tapi kali ini berkali-kali.

Seluruh penumpang nampak tegang karena memang sudah waktunya pesawat menurunkan ketinggian. Eh.. sudah turun cukup banyak kondisi masih saja buruk. Waktu itu saya sudah berharap sopir mengambil keputusan untuk naik lagi saja dan mendarat di tempat lain. Sementara itu TV pesawat masih saja menayangkan dagelan-dagelan ala candid camera. Dalam kondisi seperti itu, terdengar pilot mengucap: "Flight attendants landing position!" Lho! Tapi segera terlihat lampu-lampu jalan solo, galeria mall, ambarukmo plaza dst... alhamdulillah. Pada saat bangunan-bangunan gudang-gudang mulai terlihat dekat, hampir touch down tiba-tiba cuaca di bawah memburuk dan pilot tancap gas menggerakkan pesawat kembali keatas menembus awan hitam yang mengakibatkan tubuh kembali terguncang-guncang; wah... kondisi yang diceritakan survival dari pesawat yang dinaikan Almarhum Pak Kusnadi terbayang-bayang...

Sampai di ketinggian yang memberi kestabilan pada pesawat, pilot dengan tenangnya memberi pengumuman: "Karena cuaca di Adisucipto tidak bagus untuk mendarat, kami memutuskan untuk mendarat di Solo. Cuaca di bandara Adi Sumarmo dilaporkan sangat baik." Seluruh penumpang spontan bertepuk tangan setelah pesawat mendarat sempurna di Solo. Kembali ada pengumuman: "Pesawat akan diberangkatkan kembali ke Jogja setelah ada kepastian cuaca baik di Adisucipto." Petugas membagi-bagikan kartu tanda transit untuk penumpang yang bersedia ikut kembali ke Jogja dengan pesawat yang sama. Saya dan Pak Iwan Dwiprahasto memilih naik taksi untuk menjaga kesehatan jantung. Pihak Garuda tidak menyediakan transportasi darat dari Solo ke Jogja. Saya bilang ke pak Iwan: "Tadi adalah dzikir paling intensif yang pernah saya lakukan seumur hidup sebelumnya."


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 7226 di
  • 15. adhi

    mas mana zikirnya

    29-10-07 10:12
  • 14. ersan

    wah, seru juga. dlm keadan sperti itu memang hati langsung memeluk dzikir. pas seperti ku dulu tersesat di hutan waktu iseng main setelah mengawas proyek jembatan. ada sih,jalan yang samar, tapi selalu kembali k tempat semula. setelah sekitar satu jam dan hampir sore. barulah ku kaget klu ku seorang pengikut Muhammad SAW, ku hanya bisa mohon ampun dan sepengal ayah AL Baqarah, setelah duluan sang induk Quran. barulah ku bisa keluar.

    05-10-07 02:34
  • 13. Awal

    wah, menegangkan pak ceritanya. kalau saya, pengalaman terseret arus bawah ketika main di pantai baron. tiap mo naik, ada aja yg narik kaki. alhamdulillah selamat meski hampir 3 menit di bwh air.

    23-08-07 08:59
  • 12. prastowo

    Buat Ibi, terimakasih atas "pembelaannya." Tiap orang akan berpendapat berdasarkan pengalaman masing-masing. Saya sengaja tidak menghapus pesan-pesan itu sebagai pengingat untuk diri saya sendiri.

    03-08-07 09:37
  • 11. Ibi

    Buat bagong dan dina. Mulutmu harimaumu. Janganlah berprasangka buruk kepada seseorang. Pertanggung-jawaban anda berdua di akhirat nanti sangatlah pedih jk yang anda sangkakan tsb tidak benar. Janganlah anda nodai Forum yang sopan ini dg kata2 yg tak senonoh.

    03-08-07 09:15
  • 10. BAGONG

    dari kta2 bpk. q da bisa baca karakter bapak.bapak itu suka main perempuan,suka judi,suka ngibul,klo. bahasa bangsalnya bapak itu "SEMBEN"

    24-07-07 04:57
  • 9. dina

    emmm....,,bru kali ini ya pak dzikir dengan hati?bpk. takut mati ya?daaann...biasanya bapak ga' pernah dzikir saat main dumino ya?klo saat main perempuan pa ga' dzikir juga?he...he...he...200x.key..., saran q kisah ini dipublikasikan ja pak.

    24-07-07 04:53
  • 8. ali

    bersyukurlah bahwa allah masih sayang pada kita semua. dan banyaklah ibadah, juga bagaimana kita dapat bersyukur tentang nikmat yang diberikan itu

    12-06-07 05:02
  • 7. Deddy

    Em...hem...dag dig dug..derrrrr serem..jantung bisa lemah bisa kuat..ich...syukur dah gk terjadi apa2 ya pak..

    21-04-07 12:56
  • 6. Eko SW

    hm...
    .. kalau saya sih, itu memudahkan kaum muslimin berdakwah Pak.
    Coba kalau dakwah ke Jerman, nah, pas ada rombongan dakwah ke sana, Allah SWT membantu dengan menunjukkan bahwa memang Tuhan adalah Tuhan yang dikenalkan oleh Nabi Muhammad SAW, misal ya contohnya dengan pohon yg membentuk kalimat Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah.

    Kan jadi mudah itu Pak?
    IMHO

    Nusratulloh, Bantuan Allah

    • atau mungkin kaya' peristiwa Lapindo, yg dimuat di detik.com disini Pak :

    http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/14/time/105506/idnews/720026/idkanal/10

    Logika orang yg menolak mentah2 Islam pasti bakal mentok deh Pak.,.

    Suer. :p

    20-04-07 02:58
  • 5. prastowo

    Saya tidak termasuk orang yang mengimani begitu saja jenis keajaiban-keajaiban seperti yang dilaporkan website tersebut. Saya lebih cenderung untuk memahaminya seperti memahami orang-orang astrologi mengjkhayalkan bentukan virgo, aquarius dsb dari konstelasi bintang-bintang.

    20-04-07 01:39
  • 4. Eko SW

    hehehe.
    Misal, bs tangkap tulisan 4JJI di langit ya Pak, spt di www.islamcan.com/miracles/index.shtml tuh Pak!

    Smg Pak.
    Tapi itu semua dengan Izin Allah, sm Pak Pras berkesempatan... ^_^

    Insya Allah

    • minta aja sama Allah spy bs beneran dpt pengalaman gitu Pak *

    19-04-07 10:22
  • 3. prastowo

    Apanya yang hebat? saya hanya bengong saja kok. Mungkin ini peringatan dari Allah agar saya tidak coba-coba untuk punya pikiran aneh-aneh. Terus terang selama ini saya selalu menenteng camera digital kesana-kemari selain untuk dokumentasi juga secara tidak sadar berharap-harap ada kejadian luarbiasa yang bisa saya rekam. Saat kejadian kemarin itu, urusan camera digital sama sekali tidak terpikir.

    19-04-07 09:37
  • 2. Eko SW

    iya ya?
    Hebat Pak!!!
    Kaya' di TV aja kisahnya... :p

    18-04-07 05:20
  • 1. prastowo

    Tadi ketika cerita-cerita dengan istri, saya diingatkan bahwa di Canada dulu pernah pula kami mengalami kejadian kebakaran di lantai 4 dari gedunt tempat kami tinggal di lantai 6. Saat menengok jendela, saya melihat kobaran api dari bawah. Rupa-rupanya sumber api datang dari aparmen tepat di bawah kami tinggal. Ketika keluar pintu apartemen, asap menebal di semua tangga darurat. Kita tidak punya petunjuk harus mengambil tangga yang mana (ada 3 buah, gedungnya berbentuk huruf Y). Saat kebingungan di tengah gang, ada penghuni apartemen lain yang selantai tapi dari sisi yang berbeda menawari kami untuk menunggu saja ditempat dia. Akhirnya semua turun (saya bertiga dengan istri dan anak sulung masih dalam gendongan) melalui tangga yang ditunjuk petugas penadam kebakaran. Kepala kami tutup dengan handuk basah. Tanpa sadar sampai di luar kami masih mengenakan handuk di kepala yang mulai membeku karena waktu itu musim dingin.

    18-04-07 08:49