Bambang Nurcahyo Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pandawa Lima Water World

Date: 19-07-08 08:35

Hari terakhir liburan Juli tahun ini, kami isi dengan pergi ke Pandawa Lima Water Word di Solo Baru (dari Jogja keselatan setelah perempatan Dlanggu). Sebelum cerita detail, saya sampaikan dulu bahwa secara keseluruhan, kami sekeluarga tidak kecewa. Kalau ditanya apakah akan mengunjungi lagi di masa mendatang? Dengan Rp.100.000,-- per kepala, kita harus mikir sangat-sangat dalam.

Tempat rekreasi relatif baru ini (belum semua fitur bisa digunakan) dibangun dengan lingkungan bernuansa mahabarata yang ditunjukkan oleh patung-patung raksasa wayang. Bagi saya pribadi, ini menjadi nilai minus mengingat citra wayang menuntut art work kualitas tinggi. Dengan berbagai macam kolam renang, plorotan, dan sebagainya, saya lebih mengharapkan lingkungan rekreasi yang bernuansa futuristik. Tapi ini semata-mata masalah selera, tidak boleh dijadikan dasar utama pengambilan keputusan.

Yang pasti perlu diperhitungkan adalah biaya. Kami datang berdelapan dengan tambahan 2 keponakan. Waktu itu ada promo pemakaian BCA Card dapat discount 50% untuk 4 orang sehingga kami total membayar Rp.600.000, -- suatu nilai yang cukup tinggi untuk arena rekreasi yang sudah mulai membosankan setelah dijelajahi kurang lebih 2 jam.

Arena terluas dibangun dalam bentuk pantai (dengan lantai semen berwarna pasir putih kecoklatan). Pantai ini menghadap (atau membelakangi) "bukit" berpuncakkan kepala apa ya? Saya tidak hafal wajah tokoh wayang. Asma dan Dita sempat harus berjuang kembali ke sisi dangkal karena ban yang ditumpanginya hanyuk ke tempat yang dalam (di kaki bukit). Akhirnya mereka bisa ketepi setelah ban ditarik oleh petugas. Diseluruh bagian arena, selalu ada petugas berjaga sehingga pengunjung merasa aman. Sesekali (sangat jarang) air kolam pantai ini digerakkan seperti gelombang laut. Cukup menyenangkan sebagai kejutan yang diharap-harapkan. Kalau memang sudah diharapkan kan bukan kejuta lagi, kenapa tidak dipersering saja? Di satu sisi "pantai" terpasang dinding air muncrat.

Salah satu fitur utama adalah plorotan tinggi dengan menaiki ban donat atau angka delapan (untuk 2 orang). Saya tidak baca keterangannya, tapi sepintas naik 3 lantai masing-masing sekitar 4-6 meter. Plorotan dari lantai 2 dirancang untuk meluncur tanpa ban. Selain itu, ada juga plorotan (dengan ban) black hole melalui lorong silinder gelap. Kata anak-anak, sangat mengasikkan kecuali plorotan blackhole yang karena tertutup melingkar, dengan kecepatan cukup tinggi, aliran udara bisa menyesakkan pernafasan. Ini tidak masalah karena secara keseluruhan paling tidak lebih dari 15 detik.

Favorit anak-anak adalah plorotan bentuk huruf U. Bila dijalani dengan benar (tidak ngerem), pemain bisa terayun-ayun di dasar huruf U tersebut beberapa kali. Selebihnya adalah selokan lebar berkelok-kelok dengan air jernih yang mengalir tenang. Bila naik ban nyantai, kita akan tebawa arus pelan-pelan keliling selokan tersebut.

Untuk anak kecil, disediakan kolam dangkal dengan plorotan sederhana dan titik-titik air muncrat hidup-mati yang selalu disukai anak-anak di mana-mana. Ahmad, meskipun sudah 8 tahun, masih menyukai arena toddler ini. Bersebelahan dengan kolam todler, ada kolam yang disepanjang satu sisinya diberikan aliran gelembung-gelembung udara untuk relaxing.

Kolam volcano yang bersebelahan dengan tangga naik plorotan berair hangat. Sangat boleh jadi, kombinasi air hangat dengan semburan gelembung-gelembung udara membuat permukaan air terlihat berbuih. Saya menyebutnya kolam ludah raksasa. Mungkin karena keberadaan buih itu kolam terkesan kotor; tapi anak-anak mencobanya juga. Enak katanya; mungkin karena tidak ada orang lain yang tertarik untuk nyemplung ke situ.

Pengunjung Pandawa dilarang membawa masuk makanan dan minuman. Kebijakan ini tidak bisa ditolak dengan alasan keamanan. Dua tempat air terpaksa saya bawa balik ke mobil karena dikeluarkan dari tas oleh petugas. Meskipun semua petugas berusaha ramah, upacara penggeledaahan tas tetap saja menimbulkan rasa tidak nyaman. Kedepan, kalau ada niatan lagi ke tempat itu, saya akan persiapkan diri dengan makan dan minum secukupnya sebelum masuk ke arena dan gunakan tas plastik transparan untuk membawa perlengkapan pakaian kolam/ganti sehingga petugas tidak perlu menggeledahnya.

Di tepi arena dekat kolam dangkal disediakan food court dengan aneka makanan. Saya mencoba bakso, tahu goreng dan kentang keju. Nominal harga tidak terlalu tinggi (dibanding tiket masuk), sekitar 7.500-15.000 namun porsinya juga tidak terlalu besar (tepatnya kecil-kecil). Lain kali setelah puas bermain saya pikir lebih baik langsung saja bilas, ganti baju dan cari restoran di tempat lain. Waktu itu kami berencana akan cari restoran untuk makan tetapi nyatanya hanya nyrumpung (beli makanan tanpa keluar dari mobil) dan menyantapnya di rumah. Perjalanan solo jogja lebih dari 1 jam, anak-anak tidur kelelahan.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 2EFF di
  • 5. v

    waduh ga jd kesana deh...padahal pd mo maen kesana, soalnye ada kaka+ponakan dari jkt yg pd mo maen ke water boomnya solo!!yg mo kesana aja ada 1 lusinan orang (alias 12 orang) tekor dehhh...diwater boom aja cuma 25 s/d 35rban!! gagal deh liburan ke solo... mending duitnya buat nginep di tawangmangu+meluncur lg liburan keseragen deh murah meriah,,

    03-07-09 10:44
  • 4. siti

    wah asyik ya pak, jadi kepingin. PPTIK kapan nih pak? Ga perlu jauh-jauh deh pak ke tempat ini juga ok, nginap 1 malam dan kalau bisa anak-2 ga perlu bolos sekolah....

    28-07-08 09:52
  • 3. siti

    wah asyik ya pak, jadi kepingin. PPTIK kapan nih pak? Ga perlu jauh-jauh deh pak ke tempat ini juga ok, nginap 1 malam dan kalau bisa anak-2 ga perlu bolos sekolah....

    28-07-08 09:51
  • 2. Prastowo

    Terimakasih atas Koreksinya, yang benar Delanggu ya? Mengenai orientasi arah jalan, mudah-mudahan lain kali bisa lebih akurat dengan hp baru saya yang berGPS hehehe.. Nanti setelah tahu agak banyak perilakunya, saya akan ceritakan Nokia E71 yang baru saya beli kemarin.

    22-07-08 11:13
  • 1. Farid

    Maaf pak Bambang, penulisan kota dlanggu ada kekurangan huruf, seharusnya delanggu bukan dlanggu, karena kalau dlanggu adalah kecamatan di kabupaten Mojokerto Jawa Timur, tapi kalau delanggu makai "d" dan "e" adalah kecamatan di wilayah kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
    dan pertigaan kearah solobaru, setelah perempatan pasar delanggu dikenal dengan nama pertigaan pakis. dan jalan raya jogja-solo setelah klaten akan mengarah utara selatan bukan barat timur lagi seperti di jalan solo jogja sehingga arahnya bukan keselatan tapi ke timur.
    Saya juga belum pernah ke pandawa limo WW, sepertinya menyenangkan bermain-main air, tapi klo per kepala 100rb mending ga ahh.. boros banget... anakku juga blm bisa apa-apa klo diajak kesana... he he he
    _______________
    Farid 132317***.
    cah delanggu.

    22-07-08 09:47