Tingkat Interaktivitas Web

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Tingkat Interaktivitas Web

Date: 15-03-07 03:30
Kalau kita google \"web interactivity level\" akan banyak ditemui berbagai penelitian tentang tingkat interaktivitas web. Dalam skala interaktivitas tersebut, ada web yang masuk dalam kategori nol, yakni murni html dalam pengertian hypertext markup language yakni sistem informasi yang dibangun dengan sistem penelusuran informasi berbasis hypertext link. Interaktivitas pada kategori ini hanya diberikan dalam bentuk klik ke weblink dengan tag <a href...> serta fasilitas search dari google. Website dalam kategori nol tidak memberi kesempatan sedikitpun pada pengunjung untuk mempengaruhi isi website yang bersangkutan.

Web kategori level satu berikutnya memberi kesempatan pada pengunjung untuk mempengaruhi isi website melalui buku tamu termasuk kesempatan membubuhkan komentar pada akhir tayangan artikel tertentu. Dinamika web muncul dengan campur tangan pengelola website yang sudah semestinya merespon semua tanggapan yang muncul.

Pada ketegori level 2, pengunjung diberi kesempatan untuk menambahkan halaman sendiri seperti website ini yang menawarkan menu news untuk menambahkan artikel berita dan diskusi untuk menayangkan artikel dengan isi yang perlu didiskusikan lebih lanjut. Pada dasarnya pengunjung tetap tidak diberi kesempatan untuk mengubah isi yang ada namun diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menambahkan data/informasi.

Level tertinggi dicapai website dengan konsep wiki. Konsep ini memberi kesempatan seluas-luasnya pada pengunjung untuk selain menambahkan materi juga melakukan koreksi pada halaman-halaman yang muncul. Sepintas ini menimbulkan kekhawatiran sementara orang akan tindakan vandal pengerusakan website yang telah terbentuk dengan baik. Wikipedia.org membuktikan bahwa kekhawatiran ini berlebihan. Kaum vandal pun merasa sayang untuk merusak sistem yang banyak memberi manfaat. Sistem catatan sejarah editing terbukti cukup efektif untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan masal pada suatu halaman.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 4335 di
  • 2. Hasan Nuraya

    Mas, mau nanya. kalau kategori untuk isi website ada berapa? dan bagaimana? tolong di jelaskan.
    trim's

    email:Asan_Nuya@Yahoo.co.id

    29-10-08 12:16
  • 1. Eko SW

    Yup.
    Hm.. tapi itu yg dimaksud dengan Web 1.0, Web 2.0 atau Web 3.0 enggak Pak ya?

    saya referensinya dari sini : http://en.wikipedia.org/wiki/web2.0

    17-03-07 02:50