Berdoa lah untuk Kebaikan

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Berdoa lah untuk Kebaikan

Date: 02-02-18 01:04
Saya terkesan pada dongeng di salah satu TedTalk. Al kisah, ada seorang petani yang kehilangan seekor kuda. Para tetangga menyayangkan hal itu tapi sang petani tenang-tenang saja. Katanya: "Belumlah jelas, kejadian ini merupakan kebaikan atau keburukan buat saya."

Beberapa hari kemudian, kuda itu kembali dengan membawa sejumlah kuda liar. Para tetangga banyak membicarakan keberuntungan si pemilik kuda tetapi dia tenang-tenang saja. Katanya: "Belum lah jelas, kejadian ini merupakan kebaikan atau keburukan buat saya." Belum lama berselang, putra sang petani mengalami patah tulang kaki karena terjatuh saat mencoba melatih salah satu kuda liar itu.

Para tetangga datang menjenguk putra sang petani sambil membesarkan hati ayahnya yang ternyata masih tenang-tenang saja. Dia berkata: "Belum lah jelas, kejadian ini merupakan kebaikan atau keburukan buat saya."

Tidak lama kemudian terjadi peperangan. Pasukan pemerintah mendatangi perkampungan menjemput paksa tenaga muda untuk dilatih dan diberangkatkan ke medan perang. Pasukan itu menilai putra sang petani tidak layak ikut perang. Para tetangga kemudian ramai membicarakan sang petani yang beruntung tidak kehilangan putra laki-lakinya pergi berperang.

Saya sangat terkesan dengan dongeng itu karena sedikit banyak bersinggungan dengan banyak peristiwa kita alami. Saat terjadi, sepintas kita atau orang-orang disekitar kita cepat menilainya sebagai keberuntungan atau kesialan; pada hal kita belum tahu persis akibat yang ditimbulkan dari peristiwa itu.

Ketika Ahmad, anak bungsu saya, lahir sehat, banyak orang memberi ucapan selamat. Ternyata dia kemudian dikasihani karena autistik. Dalam perjalanan membesarkan Ahmad, sifat autisme ini lah yang meluaskan pergaulan saya di kalangan teman-teman dosen Fakultas Psikologi UGM.

Setelah tumbuh remaja Ahmad dikagumi ketrampilannya dalam menggambar teknik dan pemrograman komputer. Saya ikut belajar berbagai aplikasi arsitektur dan pengembangan aplikasi coding untuk anak-anak. Pada usia menjelang dewasa (16 tahun), saat dengan kemampuan bina diri tidak lagi memerlukan pengawasan 24 jam, dia mengalami patah tulang kaki, kiri kanan sekaligus.

Musibah patah tulang Ahmad meluaskan pengetahuan saya tentang bedah ortopedi sekaligus memperkenalkan saya pada dokter-dokter ahlinya di Jogja, Solo dan Surabaya. Bagi ahmad, kedekatan 24 jam ditemani orang tua dan saudara-saudaranya saat satu tahun lebih tidak bisa beranjak dari tempat tidur, mengakibatkan peningkatan kontak mata dan kemampuan komunikasi sosial verbal. Bagi seluruh anggota keluarga, ini merupakan latihan kesabaran yang mungkin tidak akan bisa didapat di tempat lain.

Untuk pertamakali, Sabtu lalu, acara rutin jalan-jalan Ahmad, kakak-kakak, dan bapak di mall tidak lagi perlu membawa kursi roda. Meski kondisi fisik belum pulih 100%, kemandirian Ahmad mulai muncul kembali. Mobilitas dalam rumah, ke kamar kecil dan kedapur tidak lagi memerlukan bantuan saudara/orang tua. Tanki air minum PureIt pun sudah dia isi sendiri.

Bagi saya insya Allah jelas. Semua akan memberi kebaikan pada akhirnya karena kebaikan lah yang saya minta saat berdoa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah 2: 186).

Karena kita tidak tahu persis akibat yang ditimbulkan dari setiap peristiwa yang menimpa diri kita, sebaiknya dalam berdoa kita tidak minta detail kejadian tertentu seperti naik pangkat, dapat jabatan atau menang lomba. Peristiwa yang terjadi pada seseorang terkait erat dengan peristiwa pada orang-orang lain. Lebih baik minta kebaikan dunia akhirat. Bentuknya kita serahkan pada Allah SWT.

Diantara doa yang Allah Ta’ala ajarkan dalam Al Qur’an adalah doa:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik D03C di