Kuliax: Kandidat Distro Standar Kampus UGM

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Kuliax: Kandidat Distro Standar Kampus UGM

Date: 01-01-07 11:15
Salah satu kekuatan dan sekaligus kelemahan model Fee and Open Source Software (FOSS) adalah tersedianya banyak pilihan bagi user untuk kerperluan tertentu. Di satu sisi, user bisa memilih software sesuai dengan selera, disi lain, untuk memilih software yang tepat memerlukan pengetahuan yang cukup; pada umumnya pengguna komputer tidak cukup punya pengetahuan untuk mengambil keputusan yang "benar".

Saat ini PPTIK terus mensosialisasikan software legal di Kampus yang secara umum berarti kampanye penggunaan produk FOSS mengingat biaya melisensi produk software non FOSS belum sesuai dengan penghasilan rata-rata masyarakat kampus. Pertanyaan masyarakat kampus yang belum bisa dijawab dengan tegas oleh PPTIK adalah distro apa yang sebaiknya mereka install. Saat ini PPTIK konsentrasi memberi pelatihan Linux berbasis Ubuntu dan Fedora Core 5. Pemiihan distro ini meskipun diputuskan dalam rapat pimpinan PPTIK, dasarnya lebih dekat pada pengalaman staf yang diberi tugas untuk itu, bukan atas dasar perhitungan terhadap hasil survey komprehensif.

Berdasar pengalaman PPTIK UGM dalam memberi pelayanan migrasi ke FOSS, ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan distro:
1. Kelengkapan driver untuk peralatan eksternal seperti scanner, printer, dan webcam. Dulu, permasalahan ini biasanya bisa diatasi dengan upgrade sistem ke versi terbaru; suatu hal yang tidak lagi bisa kita nikmati karena perkembangan model-model hardware yang sangat cepat.
2. Kemudahan migrasi. Distro Xandros banyak disukai sementara masyarakat kampus UGM mengingat dekatnya look and feel dengan Microsoft XP. Masalahnya Xandros tidak benar-benar free software.
3. Kelengkapan program-program aplikasi. Berdasar survey yang dilakukan KKN Tematik Cybercampus tahun lalu, mayoritas pengguna komputer di kampus menjalankan 3 software: web browser, word processor dan spreadsheet. Aplikasi umum lain yang banyak digunakan adalah paket software statistik. Di luar itu, masyarakat kampus memanfaatkan komputer untuk keperluan khusus seperti CAD drawing, berbagai simulasi serta software development.

Permasalahan Ketersediaan driver untuk hardware external kita sederhanakan dengan membuat daftar hardware yang vendornya mendukung penung pengembangan FOSS. Produk hardware tertentu yang vendornya secara tegas menyatakan tidak mendukung FOSS dianjurkan untuk dihindari. Permasalahan kedekatan look and feel dengan Windows XP secara natural telah terselesaikan sendiri dengan munculnya versi-versi desktop manajement baru yang semakin nyaman dipakai. Namun demikian, variasi dari berbagai macam desktop mengakibatkan user tidak bergitu saja bisa saling belajar dengan sesama.

Web browser, word processor dan spreadsheet pada umumnya telah terpasang langsung dengan pola instalasi next, next, yes, yes, yes, OK. Untuk mandapatkan paket software khusus misalnya komputasi statistik R-base, kita harus mempelakari cara melakukannya dengan sptrware instlalasi/update yang tersedit. Tidak mudah menemukan paket aplikasi R-base tanpa menggunakan jurus-jurus khusus yang nyaha dimiliki kaum hacker.

Untuk mempercepan proses migrasi ke FPSS, Kampus UGM memerlukan distro yang minimal telah memuat paket software Statistics di luar paket office sute dan akses internet. Kuliak (http://kuliax.ugm.ac.id) memenuhi kriteria ini. Basis Knoppix telah memberi pijakan yang bagus untuk member kelengkapan driver yang banyak beredar. Untuk itu PPTIK memerlukan sebanyak-banyaknya penghuni masyarakat kampus yang bersedia download dan install Kuliax agar PPTIK dapat mengambil keputusan untuk memberi dukungan pengembangannya.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik BC1B di
  • 23. wid

    Saya ingin usul, sebaiknya kuliax di 'lepas' utk masyarakat umum dengan nama baru. Saya ingin usul gimana kalau diberi nama: xeendoors.
    Memang sengaja dimiripkan dengan windows, seperti acer yg ucapannya mirip apple, atau hyunday yang mirip honda, juga nexian yg mirip nokia. trims

    18-10-09 11:34
  • 22. syahriramadhan

    T

    27-07-09 09:58
  • 21. syahriramadhan

    T

    27-07-09 09:56
  • 20. jabbar

    mas tolong beri contoh software penjualan dan pembelian

    17-12-07 07:06
  • 19. Dawud

    Ass. Wr. Wb.
    Saya udah coba kuliax..keliatan cocok buat saya, tapi saya masih bingung untuk penggunaan program-programnya..
    ada yang punya tutorialnya gak?
    klo ada saya minta donk..!!
    thanx.
    Wass. Wr. Wb.

    27-06-07 08:33
  • 18. imron

    saya udah coba kuliax, tapi baru pake emulator bajakan he...he...
    soalnya masih takut nginstall linux, tapi kuliax bagus banget kok, hampir semua hardware di laptop toshibaku bisa jalan, jadi yang masih takut pake linux, coba aja live cd nya.
    BTW, saya minta informasi tentang pelatihan linuxnya dong pak, solnya masih newbie nih.informasinya bisa dikirim ke e-mailku imron.nuke@gmail.com
    makasih banyak

    08-06-07 01:36
  • 17. Eko SW

    iya. dan saya sudah kirimkan Email ttg penjelasan kenapa itu bs terjadi lwt email, baik ke jogja-linux atau prastowo@ugm.ac.id.
    Smg dpt menjadi koreksi

    21-03-07 12:55
  • 16. prastowo

    Artikel Eko di KR menyebutkan bahwa PPTIK UGM mendukung pengembangan distro Kuliah. Pernyataan ini bisa membuat salah faham. Konteks Kuliax dalam tulisan saya itu tidak lebih dari penyebutkan nama distro yang dipertimbangkan untuk dijadikan standar mengingat banyaknya variasi distro yang selain memberi keluasan kebebasan sekaligus juga membingungkan calon pengguna Linux.

    19-03-07 09:30
  • 15. Eko SW

    cuman biar enggak lupa. Ini Artikel Kuliax di KR : http://www.kr.co.id/article.php?sid=116536

    Moga2 menjadi kontribusi tersendiri ^_^

    Berkah insya Allah....
    Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah

    16-03-07 01:38
  • 14. widihandoyo

    Ehmmm yups...aku dach coba kok pak, kemaren dach coba jalanin Kuliax di komputerku, tapi belon install, baru live cd, lumayan bagus dan lengkap sich, lagian karena turunan dari debian, saya kira cukup stabil..cuma karena saya terlanjur pake Fedora Core dari dulu, maka males pindah dan install yang laen, selain sudah banyak yang saya kustomisasi di Fedora, paket dan dukungan komunitas Fedora juga sangat banyak. Sekedar usul saja, kalo pun jadi ditetapkan Kuliax sebagai standar Distro di UGM, haruslah didukung oleh penggunaannya di kalangan dosen. Gimana mau berkembang la dosennya aja menyuruh mahasiswanya bikin tugas pake software yang kebanyakan berjalan di Windows, selain itu, perlu juga dibangun komunitas Kuliax, dari pengalaman saya dulu waktu masih newbie di linux, komunitaslah yang sangat banyak membantu...Sekian....VIVA LINUX INDONESIA...Dahsyat!.....widi@fedoracore5

    13-03-07 07:59
  • 13. adamnuriman

    Bisa ngopi kuliax-nya ga pak?? soalnya kalo download bisa-bisa pas saya selesai download, udah keluar versi barunya. Internet di SIC lambat banget. Ampun dech.

    06-03-07 08:39
  • 12. adamnuriman

    Wah, artikel diatas banyak yang salah ketik tuh pak. OK, OK, soal linux ya... hm.. hm... linux apaan sich?? He.. he.. becanda, becanda. Pengalaman saya pake linux yang gampang dipake dan lebih mendekati windows ya yang KDE-based. Knoppix salah satunya. Jadi klo kuliax berbasis knoppix, wah bakalan ayik nih. Saya sendiri punya (dan kadang-kadang dipake) knoppix 4 (mo cari knoppix 5 masih belum dapet). Btw saya baru denger ada download-an kuliax, download-nya dimana pak?? jadi pengen juga. Soal kuliax ada software statistiknya, wah keren tuh... tapi gimana dengan software CAD-nya??!! Klo masih blm ada ini kayaknya sih orang teknik masih bakalan ogah make tuh. Gimana dong pak?? Tapi klo saya sih........ hm... hm... hm.... boleh juga.

    06-03-07 08:26
  • 11. pramur

    Numpang nimbrung nih Pak...
    @ nio_ni
    Setubuh Mas. Soal belajar komputer = belajar windo$. Oleh karena itu yang menjadi hal penting pertama kali dalam komunitas kami, adalah bagaimana caranya "mengubah paradigma", layaknya topik pembicaraan dalam bab pertama sebagian besar buku motivasi.
    .
    Btw, kalau mau, dateng aja ke jemuah, mereka welcome banget kok. Atau, rajin tanya2 ke forum, biar tahu makin banyak. Memang pada awalnya sulit, tapi kalau udah cukup mumpuni, ilmu kita bisa jadi manfaat buat orang lain... CMIIW

    02-03-07 11:07
  • 10. nio_ni

    kayaknya betul kata om rahadian tu...
    linux=njelimet
    mungkin juga karena dari sononya waktu kita2 belajar komputer uda pake wind**s.
    jadi blajar komputer=blajar wind**s.
    tp ditengah sweeping yg lg marak,memang open source kayaknya lbh aman.aye kmrn install Suse,sukses tp itu "bejo".ampe skarang ga kluar suaramya,gmn ni brur...
    ampe sekarang cm bisa ngopy2 file doank,pake konsole ga tau.buka2 dalamnya ga ngerti.kalo di wind**s kan kita buka mana aj pasti ngerti na ini buta banget.mo ganti ubuntu aja dah...

    23-02-07 09:30
  • 9. pramur

    @ Rahadian
    Kalo ke-user-friendly-an itu MENURUT SAYA jangan dijadikan alasan untuk tidak belajar. Banyak orang berhenti menggunakan Linux karena sibuk mencerca "sophisticated way" yang digunakan oleh sang expert. Sok hacker lah, sok jago ngetik lah, dst.
    .
    Menimbang: bahwa Beryl Project telah membuktikan bahwa Ubuntu dapat dijadikan alternatif, jika hanya untuk ber-user-friendly ria plus pura-pura punya macin***h. Entah apa yang akan kita dapatkan besok pagi dari orang-orang yang konsen dengan Linux Developing. Dan, tanpa dibayar, melakukan hanya berdasar kesenangan.
    .
    Masalah "sophisticated way", banyak sekali dosen yang tidak mau menggunakan shortcut semisal Ctrl+C/X/V untuk sekadar kopi/kat/paste. Mana bisa orang-orang yang menghendaki hal-hal haram menyamankan semacam ini untuk belajar sendiri dari manual konsole. Jadi, intinya: baca manual, berlatihlah. Itu, sekali lagi, MENURUT SAYA.

    @ prastowo
    FC 5 sepertinya belum support (lebih tepatnya mungkin terinclude) untuk "yang bagus-bagus" Pak. Kalo di FC 6 udah yahud, pake Java katanya, jadi lebih ringan (atau justru lebih berat?)
    .
    Beryl Desktop hanya cocok untuk yang muda? Kurang setuju. Kalo tergantung selera, mungkin...

    19-02-07 08:24
  • 8. Prastowo

    Ini tadi baru saja coba ketikkan
    yum -y install beryl
    di command prompt rootnya Fedora Core 6 ternyata memberi hasil langsung install. Di FC 5 tidak dapat. Saya belum cek repo dari FC 6 desktop dirumah apakah merunjuk ke situs yang sama cdngan repo FC 5 di note book saya. Setelah main-main sebentar, saya ambil kesimpulan Beryl Desktop ini hanya cocok untuk anak muda, tidak cocok untuk orang yang lebih tua macam saya.

    18-02-07 02:17
  • 7. prastowo

    Terimakasih atas informasi tentang Beryl Project. Melihat featurenya saya benar-benar terkesan. Kalau berhasil terpasang pasti sangat menyenangkan untuk bermain-main dengan desktop. Mengenai kemudahan instalasi driver dan software, sampai saat ini hanya sistem operasi Windows yang didukung semua pembuat hardware perkomputeran; nomor dua MacIntosh. Sementara masyarakat pengguna Linux bergotong-royong membuat sendiri driver untuk peralatan komputer baru.
    Menurut saya di sini lah letak keindahan Free and Opensource Software. Sementara para vendor bekerja keras untuk meningkatkan profit dirinya; masyarakat FOSS bahu membahu bekerja keras memenuhi permintaan orang lain (bug tract, feture request dsb). Tanpa semangat menolong orang lain dalam berkomputasi, sulit bagi kita melihat dan merasakan kenikmatan menggunakan Free and Opensource Software.

    15-02-07 07:06
  • 6. Rahadian

    Linux = Expert only.

    Sejauh ini yg saya lihat, Linux tetap belum user-friendly. Entah apakah masalah ada pada Linuxnnya, atau saya yg masi terlalu bodoh untuk menggunakan Linux.

    Yang jelas, di Windows saya bisa install software dan driver dengan mudah. Tapi untuk menginstall paket Beryl di Linux saja, susahnya minta ampun. Harus lewat console dan ngetik2 entah apa, karena ga ada RPMnya. Belum lagi driver-drivernya sulit dicari. Kalaupun ada belum tentu optimal, hanya driver alakadarnya alias asal jalan. Bisa juga hanya tersedia untuk distro tertentu saja.

    Kenapa tidak mencoba menggunakan PC-BSD saja yang lebih user-friendly (menurut saya). Setidaknya dalam menginstall software, kita benar-benar cukup DobelKlik, Next,Next,Finish. Karena sistem PBI-nya. Meskipun saya masih belum bisa menyuarakan SB Audigy2 yang saya gunakan.

    Dan mungkin masih banyak lagi teman-teman yang seperti saya. Entah karena Linux-nya yg belum user-friendly, atau karena sudah terbiasa dengan Windows.

    Gimana klo Kuliax-nya basis PC-BSD saja ??? He3x.

    15-02-07 04:06
  • 5. comenk

    bang besok y!!! gw perlu bangetANJRITTTTTTTT

    07-02-07 01:07
  • 4. comenk

    bang besok y!!! gw perlu banget

    07-02-07 01:07
  • 3. Eko SW

    kuliax menarik .. tp ini sy insya Allah mo belajar Debian dulu yg jd root Kuliax. Fiuuuh. Heboh!!!

    09-01-07 10:12
  • 2. Yan

    Selamat untuk distro Kuliax. Seterusnya tetap dijaga kontinuitas dalam pemeliharaan dan pengembangan. Tanpa hal tersebut akan sulit menjadikan Kuliax sebagai alternatif OS.

    05-01-07 04:02
  • 1. Tyo

    Udah coba jg pak (live), tp belum install di kompi. Trus, coba juga IGOS 2006 (basis FC). Tetep aja bingung makenya.. . Sepertinya butuh hardisk baru bwt konsen ngoprek linux..

    02-01-07 02:04