Kenali Masalah, Kenali Resiko, Buat Perhitungan sebelum Ambil Tindakan

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Kenali Masalah, Kenali Resiko, Buat Perhitungan sebelum Ambil Tindakan

Date: 15-02-16 10:46

Jawaban salah tidak membuat soal matematika bertambah sulit.
Tindakan salah mempersulit problem penyembuhan orang sakit.

Lima tahun lalu istri saya terdiagnosa punya batu empedu. Dari USG terlihat dalam kantung empedu ada beberapa batu, waktu itu sudah disarankan untuk operasi tapi dia mau mencoba dulu terapi apel (tujuh hari berturut-turut minum jus dari 5 biji apel, hari terakhir minum garam urus-urus dan kemudian segelas campuran minyak zaitum dan jus jeruk lemon). USG setelah terapi itu menunjukkan ada pengurangan jumlah batu. Setelah terapi diulang dua kali, istri saya merasa lebih enak badan sampai akhir tahun lalu kembali ada yang tidak beres. USG menunjukkan kondisi keberadaan batu empedu yang kurang lebih sama dengan USG terakhir sebelumnya. Akhirnya kami putuskan menjalani operasi pengangkatan kantung empedu karena terapi jus apelnya tidak menuntaskan masalah. Grafik kondisi badang sekarang terus membaik.

Ada kawan mengalami kasus berbeda. Dia beberapa kali masuk UGD karena kesakitan di perut bagian kanan bawah. Kesimpulan selalu sama ada masalah pencernakan dan dikoreksi dokter dengan enzyplex sampai kemudian dilakukan USG lebih teliti dan menemukan batu empedu. Setelah pengangkatan kantung empedu tidak lagi mengalami kolik sekian lama baik-baik saja. Sekarang muncul masalah ginjal yang sepertinya berhubungan erat dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi.

Masalah kesehatan bisa bermacam-macam. Semua dokter yang saya temui mengatakan asal belum mencapai level tertentu, olah raga teratur dan makan gizi seimbang bisa membangkitkan kemampuan tubuh menyelesaikan masalah kesehatannya sendiri. Pada level tertentu diperlukan intervensi dengan obat atau operasi. Namanya intervensi selalu lah ada resiko efek samping. Seni merawat kesehatan adalah seni menemukan intervensi yang sesuai dengan masalah yang dihadapi dengan efek samping minimal.

Saya sepakat dengan tag line teman dosen di fakultas Biologi UI yang secara tidak sengaja 'terpaksa' mendalami obat-obatan herbal karena banyak yang datang untuk minta ramuan: "Kenali masalah dalam tubuh kita, kenali efek obat, pelajari kecocokan sebelum memutuskan mengkonsumsinya."


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 0D06 di