Pandangan Mata Menghadiri Igos Summit 2.

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pandangan Mata Menghadiri Igos Summit 2.

Date: 29-05-08 05:00

Banyak hal yang saya dapat dari acara Igos Summit 2 di Jakarta City Center (Ja-CC). Pertama, terimakasih buat Indosat M2 dan XL yang telah memberi free wifi access yang relatif cepat. Dengan koneksi ini, saya bisa login PLO-PPTIK UGM. Ruang seminar Ja-CC terasa sebagi ruang kantor sendiri saja. Selain itu senang sekali bisa melihat muka in person orang-orang yang saya kenal banyak menulis di mailing-list atau weblog.

Yang membuat agak rikuh adalah banyaknya peserta yang bilang: "Masih ingat saya? Dulu saya murid bapak di..." Nah loe! Mau bilang ingat nyatanya tidak ingat, mau terus terang tidak ingat rasanya juga tidak ingat, akhirnya seyum-senyum saja lah. Selain mantan mahasiswa (waduh.. jadi terasa tuanya; pada hal selama ini selalu berpikiran sebagai angkatan muda), banyak juga yang mengingatkan saya sebagai sesama penghuni negeri-isnet. Isnet adalah sistem chatting berbasis teknologi mud yang saya ikut membantu mengembangkannya bersama pak Budi Rahardjo. Berbagai diskusi keislaman on-line dilakukan di sistem yang dilengkapi dengan search engine untuk al-Quran dan al-Hadith dimana "pembicara" bisa langsung menayangkan kutipan dengan menyebut nomor ayatnya. Nostalgia!

Ada hal aneh terjadi. Peserta seminar yang duduk disebelah saya terbengong-bengon dengan materi yang dibicarakan. Dia bilang, "Saya kira ini acara peluncuran software penangkal situs porno." Gdubrag! Akhirnya saya bukakan notebook Ubuntu saya untuk saya perlihatkan software-software opensource mulai komponen-komponen OpenOffice.org (Writer, Calc, Presenter) dan Gimp. Eh.. dia malah tanya: "Mana software opensourcenya?"

Gdubrag jilid dua. Rupa-rupanya dia tidak memperhatikan perbedaan dengan software yang biasa dia gunakan.

Saya bilang: "Ini softaware legal yang gratis. Kita bisa pakai dengan biaya ringan tanpa dicap sebagai pembajak."

Nah... mulai tertarik dia.

"Di mana downloadnya?" Saya arahkan saja ke stand Ubuntu.

"Ibu tidak usah download, silakan mengunjungi stand Ubuntu dan ibu bisa dapatkan CDnya siap install."

Cerita aneh kedua saat ketemu bu Lolly di hall pameran, datang serombongan orang yang kemudian bersalaman dengan bu Lolly. Sebagai orang yang sedang berbicara dengan Bu Lolly, saya pun menyodorkan tangan menawarkan salaman. Eh.. tidak satu pun anggota rombongan yang menyambut tawaran saya itu. Saya baru ingat sepertinya tadi itu rombongan pak Kusmayadi (menristek). Kasihan deh loe! Gak papa lah dicuekin menristek. Berbeda dengan menkominfo. Saat berpapasan dengan pak Nuh, kami langsung berpelukan ala orang arab. Alhamdulillah bisa sebagai tamba ati.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik E174 di
  • 2. Eko SW

    hahaha
    met sukses terus pak!

    19-06-08 10:04
  • 1. Purwoko

    Pak Pras, ingat kan saya juga bertemu pak Pras di arena Igos Summit. Pertanyaan yang sama juga saya lontarkan "masih ingat saya pak?" dan sepertinya pak pras lupa.....

    Terimakasih telah berkunjung di stand nya Senayan Library Automation pak. ViVa FOSS.

    30-05-08 06:26