Bagimu Negeri

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Bagimu Negeri

Date: 09-07-12 05:49

Tadi siang saat sholat dhuhur berjamaah di masjid Fakultas Mipa saya agak-agak terganggu dengan lirik lagu bagimu negeri di punggung salah satu jamaah shoft depan saya. Bagaimana seorang muslim memaknai "bagimu negeri, jiwa-raga kami" ?

Tidak mudah mengamalkannya, tapi semua tahu Islam mengajarkan agar kita berjanji untuk berbakti dan mengabdi pada Allah subhana wa ta'ala semata. Jiwa dan raga kita milik Allah. Kalau dibuat syair seperti lagi bagimu negeri, bunyinya menjadi:

PadaMu Allah, kami berjanji;
padaMu Allah, kami berbakti;
padaMu Allah, kami mengabdi;
milikMu Allah, jiwa-raga kami.

Lantas bagaimana kita memaknai lagu:

Padamu negeri, kami berjanji
padamu negeri, kami berbakti
padamu negeri, kami mengabdi
padamu negeri, jiwaraga kami.

Kalau dari susunan kata-katanya, lagu bagimu negeri tentu tidak bisa dimaknai verbatim. Saya pribadi dalam menyanyikan lagu itu menghayatinya sebagai ungkapan tanggungjawab sebagai orang yang mendapat barokah dari Allah bisa tinggal di negeri ini. Barokah sekaligus amanah untuk menjaganya dengan segenap jiwaraga.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 7A99 di