Pelajaran Berharga dari Ahmad Isa Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pelajaran Berharga dari Ahmad Isa Prastowo

Date: 09-03-14 02:29 Ahmad Isa Prastowo, anak bungsu saya yang autistik itu punya beberapa kegemaran:

  1. mengamati dan menggambar peta,
  2. menjalankan game-game komputer sederhana;
  3. membuat komposisi musik dari potongan-potongan audio clip;
  4. memodifikasi game-game komputer dan
  5. menghafalkan kata-kata atau ungkapan dari kamus elektronik.

Rupa-rupanya dia sengaja menghindari permainan game rumit karena tujuannya untuk dimodifikasi atau ditiru dengan bahasa pemrograman yang dikuasainya. Untuk memodifikasi game, Ahmad menempuh beberapa cara. Yang dicari pertama kali saat mencoba game baru adalah level editor atau sering juga disebut map editor karena sering level didefinisikan sebagai kerumitan peta permainan.

Bila tidak ada map editor, untuk game yang dijalankan langsung dari source scripting language seperti Ruby atau Python, dia mengubah langsung di sourcenya setelah melakukan backup. Game diubah sedikit demi sedikit sambil diamati perubahan yang terjadi saat game dijalankan. Bila game terpasang binary sepenuhnya dia edit image gambar, vide atau suara yang digunakan di game yang bersangkutann.

Beberapa hari terakhir saya dibikin pusing oleh Ahmad karena map editor game blobwars yang biasanya bisa digunakan ternyata macet. Saya sendiri lupa dulu bagaimana membantu install map editor blobwars. Sepertinya cukup make dan make install saja. Ternyata update Ubuntu LTS terakhir (12.04) mengakibatkan compilasi blobwars dari source asli gagal.

Sebenarnya blobwars ada di paketan Ubuntu tapi dalam paketan itu tidak termasuk mapeditornya. Dulu berkali-kali Ahmad minta install mapeditor tidak saya penuhi karena memang tidak ada dipaketan Ubuntunya atau saya yang kurang teliti dalam pencarinya. Berhari-hari saya setres karena tidak bisa memenuhi permintaan anak sementara dia terus menuntut seolah yakin editornya itu memang ada. Setelah berhari-hari search sana-sini saya kemudian menemukan kalau memang map editornya ada dan itu masuk dalam paket source code dari game Blobwars. Alhamdulilah kemudian berhasil terinstall. Senang sekali rasanya mendengarkan Ahmad mengucapkan: "Terima kasih bapak." Catatan: Ahmad sering bilang terimakasih saat saya masih bekerja dalam rangka memenuhi permintaannya sebagai kode minta saya mempercepat kerja.

Upaya search solusi dari kegagalan tahap linking dari kompilasi program blobwars di Internet membuahkan beberapa petunjuk yang tidak satu pun menyelesaikan masalah itu sampai akhirnya ketemu petunjuk untuk download source situsnya dari Ubuntu. Ha.... kan paket blobwars ada di Ubuntu, sebagai produk opensource pastinya mereka menyediakan source yang siap compile di lingkungan Ubuntu. Alhamdulillah setelah melalui beberapa langkah instalasi fasilitas download branch source versi Ubuntu, akhirnya kompilasi game blobwars sukses terinstall berikut map editor bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Saya kira perjuangan 3 hari membantu Ahmad compile game blobwars sudah selesai. Ternyata perjuangan masih berlanjut. Dari sekian banyak petunjuk penyelesaian masalah yang saya coba ternyata ada yang berakibat fatal. Pertama, petunjuk untuk purging libXDL* mengakibatkan semua game berbasis XDL terhapus dari sistem. Kedua petunjuk untuk install xorg mengakibatkan terhapusnya sistem x11. Akibatnya, sistem tidak bisa booting seperti sedia kala.

Masalah tidak bisa booting X11 baru diketahui saat Ahmad mereset komputer. Mungkin karena pernah melihat bapaknya menyelesaikan masalah dengan reset, sering dia menirukan prosedur reset itu untuk mengembalikan status perjalan komputer saat ini telah melakukan perubahan yang bikin masalah. Gejalanya muncul pesan:

could not write byte: broken pipe

kemudian komputer berhenti dan tidak merespon ketikan.

Cari-cari di Internet, rupa-rupanya sudah banyak orang lain yang mengalami masalah ini. Solusinya? Install ulang semua package yang terhapus di langkah-langkah yang berkaitan dengan instalasi sistem. Darimana kita tahu? Usahakan booting tanpa graphical user interface kemudian cari yang berkaitan dengan langkan remove package itu. Dari log bisa didapat sejumlah package yang harus diinstall kembali. Mudah dijalankan perlu waktu untuk menyelesaikan.

Ada beberapa pelajaran yang saya dapat dari Ahmad.

  1. Permama dia mengajarkan bahwa sabar itu tidak perlu ada batasnya.
  2. Ada baiknya kita catat semua langkah dalam penyelesaian sesuatu hal. Setiap masalah akan berulang pada waktunya. Pada waktu itu kita berterimakasih pada diri sendiri karena telah membuat catatan.
  3. Petunjuk penyelesaian permasalahan komputer sangat-sangat bergantung pada lingkungan tempat masalah terjadi. Permasalahan yang sama di lingkungan berbeda sering menuntut penyelesaian yang berbeda
  4. Upgrade ke versi lebih baru tidak selalu membuahkan lingkungan kerja yang lebih baik.
  5. Saat memperbaiki sesuatu, pastikan itu adalah sesuatu yang salah/tidak baik yang memang layak diperbaiki.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 1CCD di