BlackBerry: Invasi penggemar SMS pada komunitas pengguna E-Mail

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

BlackBerry: Invasi penggemar SMS pada komunitas pengguna E-Mail

Date: 24-09-09 09:45

Permasalahan berikut ini merupakan tantangan bagi para pengembang teknologi informasi dan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan users; dapat dijadikan topik penelitian tugas akhir pada semua level baik bidang teknologi informasi maupun informatikan sosial.

Pada dasarnya, sistem email (netnews dan mailing-list) dirancang dengan model conventional mail (snail mail), yakni:

  1. penulisan surat
  2. penulisan alamat asal dan tujuan di amplop
  3. pemasukan amplop bersurat ke kantor pos
  4. distribusi surat ke kotak-kotak surat alamat tujuan
  5. secara berkala user mengambil isi kotak surat
  6. ada pengkhususan pengiriman barang, artinya surat hanya untuk pengiriman beberapa lembar kertas. Uang dan barang dikirim dengan cara ain.

User akan \"membuka amplop\" untuk membaca isinya di dalam rumah masing-masing, tidak membacanya langsung di kotak surat. Artinya, saat user membaca, surat itu sudah tidak ada lagi di kotak surat. Dengan model ini, mailbox berukuran 10 mbyte sudah bisa menampung 300-an email dengan asumsi 30 mail/mbyte (koleksi email dosen-ugm saya berukuran 700 megabyte dengan isi sekitar 25.000 email). Cukup besar bila kita mengosongkannya dua kali sehari dari mailbox.

Salah satu akibat penerapan model snail mail, kita bisa mengisi kolom alamat asal dengan tulisan apa saja. Artinya, kalau saya (prastowo) menulis surat untuk Presiden dengan mengisi kolom alamat asal dengan nama dan alamat orang lain, asal perangkonya cukup dan alamat tujuan ditulis jelas, pak Pos dengan senang hati akan mengirimkannya ke alamat tujuan, meskipun alamat asalnya palsu. Email From: prastowo@ugm.ac.id tidak selalu dibuat oleh Bambang Nurcahyo Prastowo (pemilik mailbox prastowo@ugm.ac.id).

Perhatikan bahwa dari sisi user, fasilitas mengirimkan surat (tempel perangko dan outgoing mailbox/kantor pos) tidak terkait langsung dari fasilitas penerimaan surat (kotak surat berlamatkan identitas email kita).

Dalam perjalananya, sistem email mengalami berbagai macam \"cobaan,\" salah satunya adalah ditemukannya cara konversi kode binary general ke kode text murni (encode) dan sebaliknya (decode). Akibatnya kita bisa attachkan file-file binary (program .exe, gambar .jpg, dan video .mov, dokumen word .doc, .xls, .ppt, dsb.) kedalam amplop email. Pada dasarnya pada waktu itu orang merancang sistem pengiriman file besar dengan FTP (file transfer protocol) bukan SMTP (simple mail transfer protokol yang digunakan sistem email). Godaan lain adalah imungkinkannya kita format email dengan kode HTML sehingga bisa tampil cantik bak halaman website. Kode-kode HTML ini bisa melipat gandakan ukuran teks yang terkirim. Ibaratnya sekarang banyak user memaksakan mengirimkan \"uang\" dan \"mobil\" pun melalui sistem surat biasa.

Dalam perjalanannya, selain email, teknologi komunikasi teks menghadirkan sistem SMS. Beberapa tahun email dan SMS berjalan berdampingan mesra tanpa saling mengganggu bahkan saling membantu. asing-masing berjalan sesuai fungsinya. SMS, berisi pesan pendek (maksimum 60 huruf), memberi sinyal bunyi cetit di alat yang terpegang penerima segera setelah pengirim memendet tombol send. Email diterima dengan cara menengok mailbox, katakan 2 kali sehari. Sekarang muncul era push email (dipopulerkan oleh BlackBerry) yang memungkinkan pemilik mailbox penerima memberi sinyal bunyi cetit saat ada email masuk ke mailboxnya. Pesan email dengan segala html formatting dan attachmentnya, didorong langsung ke pesawat user layaknya SMS. Display mini yang dirancang untuk membaca dan menulis pesan pendek ini digunakan untuk ber e-mail (yang sistemnya dirancang untuk penulisaan dan pembacaan pesan panjang).

User yang sebenarnya sudah berbahagia dengan sistem berbayar Rp.350,- per 160 huruf (bahkan hanya untuk mengirimkan dua hufur \"ya\" atau \"ok\") tiba-tiba dipersilakan mengirimkan \"SMS\" tanpa batas jumlah huruf sebanyak yang dia suka dengan bayaran flat/tetap bulanan. Dahsyat!

Cultural shock terjadi pada dua sisi. User email terbengong-bengong dengan masukkan gelombang pesan dengan tradisi menyingkat-nyingkat tulisan sementara user selular phone tergagap-gagap mengikuti tradisi/aturan pengiriman email di layar mini yang dia gunakan. Forward/edit email di PC mudah, tinggal tarik mouse dan pencet backspace. Menarik mouse di BlackBerry tidak mudah meskipun sudah difasilitasi dengan touch screen. Layarnya memang kecil. User mudah kehilangan orientasi editingnya saat menyeret mouse kemana-mana.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 9D63 di
  • 3. prastowo

    weh... iya kok error ya?

    09-10-09 04:54
  • 2. eko sw

    hue? komen yg yg puanjang td kok ga masuk? ) ya udah deh, intinya good. ^^

    04-10-09 01:56
  • 1. eko sw

    pertama2, memendet

    04-10-09 01:55