Menyimak kembali posisi kita di dunia teknologi informasi dan komunikasi

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Menyimak kembali posisi kita di dunia teknologi informasi dan komunikasi

Date: 19-03-12 01:05
Sudah beberapa tahun terakhir ini saya berkampanye beberapa hal yang terkait dengan kemandirian dan daya saing bangsa yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut ini adalah beberapa butir yang saya kampanyekan yang merupakan penyarian dari beberapa tulisan sebelumnya:

1. Email address dan nomor telpon bersifat publik. Sekali kita gunakan email dan telpon, tidak ada mekanisme yang bisa mencegah email dan nomor itu tersiar ke publik. Etika membatasi kita untuk tidak memberikan alamat kontak mitra (email dan nomor telpon) yang kita punya ke orang lain namun definisi etika dan batas \'orang lain\' berbeda-beda untuk tiap orang.

2. Saya memandang ada 2 golongan data komunikasi: privat dan publik. Data privat dibuat untuk ditargetkan ke orang/kelompok orang yang sudah terdefinisikan dengan tegas orang per orang. Data publik dibuat untuk disebarluakan ke orang banyak tanpa target yang terdefinisikan orang per orang.bisa

3. Menyebarluaskan data publik tidak mudah dan perlu ongkos besar, karena itu manfaatkan semua layanan internet dari siapa pun semaksimal mungkin.

4. Menyampaikan data privat harus diusahakan menggunakan koneksi seprivat mungkin.

5. Tidak jarang data rahasia (data yang kita tidak inginkan diketahui orang banyak) bisa dikais dari koleksi data publik. Ilustrasi dari Eko Indrajit: koleksi data kelahiran anak (publik, selalu diumumkan) bila berkumpul dengan koleksi data perkawinan (yang publik, selalu diumumkan) bisa mengungkap data rahasia (semisal pendeknya jarak waktu perkawinan dengan kelahiran anak pertama).

6. Yahoo, Google, FaceBook dan Twitter bukan layanan gratis. Kita mungkin tidak membayar mereka dengan uang sepesarpun namun kita membayar mereka dengan DATA dan loyalitas membaca (dengan harapan klik) iklan pilihan yang disodorkan ke kita.

7. Data lebih mahal dari teknologi.

8. Negara tidak akan rugi bila membangun infrastruktur (jaringan dan storage) sedemikian hingga data lebih banyak terkumpul di Indonesia dibanding di server-server asing.

9. Pengelola sistem bisa membantu membuat password baru bila account kita tidak bisa terakses karena lupa password.

10. Pengelola tidak pernah memerlukan data password kita untuk mengatur kerja layanan mereka. Karena itu, permintaan apa pun, dari mana pun yang menyuruh kita memasukkan password bisa DIPASTIKAN datang dari penipu.

11. Sebagai user gratisan, kita tidak punya perjanjian apa pun dengan pengelola Yahoo, Google, FaceBook dan Twitter. Bagi mereka, account kita sebagai pengguna baik-baik tidak ada perbedaan status hukum dengan account palsu dari pengguna tidak baik.

12. Tanggung jawab Yahoo, Google, Facebook dan Twitter dalam menjaga account kita mati-matian penuh integritas dengan mekanisme berlapis (nomor telpon, email address, pertanyaan challenge-response rahasia) adalah dalam konteks menjaga kelangsungan hidup bisnis mereka. Account kita, orang baik-baik, merupakan salah satu aset mereka yang paling berharga.

Menjabarkan butir 4, saya terus mencoba meyakinkan teman-teman yang sedang dalam posisi mendapat amanah mengurus negeri atau bagian dari negeri ini untuk:
1. Mendorong terwujudkan sistem komunikasi data nasional, sistem email resmi berbasis ID nomor induk kependudukan.
2. Menjaga sistem email nasional dalam satu paket dengan sistem data kependudukan.
3. Sebelum terwujud sistem nasional, wujudkan sistem komunikasi privat per institusi, per SKPD, per Daerah, per Departemen berbasis email dengan domain masing-masing institusi.
4. Memastikan komunikasi lokal hanya melibatkan infrastruktur lokal (area fisik/lojik terkecil yang melingkupi dua pihak yang berkomunikasi).
5. Memastikan semua data yang terkumpul di server asing juga terkumpul di server nasional bersama data-data lain yang sifatnya nasional.
6. Dengan adanya hubungan perlindungan negara pada warganya, apa bila terjadi pembajakan account, warga bisa merecovernya kembali melalui jalur pemerintahan formal RT/RT Kelurahan dan Kecamatan.
7. Jalur pemerintahan formal juga bisa digunakan untuk merecover account yang ada di bawah penguasaan swasta nasional.


Itu adalah butir-butir yang selalu saya sampaikan dalam kesempatan berbicara di forum apa pun dengan teman-teman pemerintah dan pelaku bisnis ICT nasional.

Wassalamualaikum,
Bambang Prastowo

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik F982 di
  • 2. rent office space in jakarta

    Tentu dengan hadirnya teknologi informasi yang semakin canggih dan cepat, hal itu dapat membantu berbagai pekerjaan serta berbagai bidang lainnya agar lebih mudah. Salah satunya jika kita ingin mencari office space di jakarta kita bisa mencarinya melalui internet dan akan banyak opsi-opsi pilihan direktory rent office space yang tersedia. Namun tentu semua itu ada positif dan negatifnya dari dampak teknologi informasi, namun kita bisa mencegahnya dengan bentuk pengendalian diri yang baik.

    25-07-16 03:01
  • 1. Dimas Andriyanto S.

    Bapak, saya setuju sekali dengan penjabaran butir ke-4 diatas.. Jika visi INDONESIA seperti itu, untuk kedepan semua informasi(sampai pelosok desa) mudah untuk didapatkan..

    21-03-12 01:57