Gala Dinner INAICTA 2008

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Gala Dinner INAICTA 2008

Date: 12-08-08 09:19

Minggu lalu saya menghadiri gala dinner malam anugerah Indonesian ICT Award (INAICTA) sebagai undangan mewakili UGM yang masuk dalam daftar nonimator Telkom Smart Campus Award (TESCA). Ada 3 kategori TESCA: Best Connectivity (UI), Best Content and Application (BINUS) dan Best of the Best (BINUS). UGM gak dapat nih; gak papa lah, seperti kata pak Menkominfo, lomba ini membuka wawasan pengembangan kita untuk melihat aspek-aspek yang bisa kita tingkatkan dimasa-masa mendatang.

Dua hal yang hendak saya sampaikan di sini secara singkat adalah pengalaman menginap di hotel Sultan dan gala dinner itu sendiri. Sultan adalah hotel yang berjarak jalan kali dari Jakarta Convention Center. Saya pernah baca di majalah Garuda, hotel ini termasuk mewah, pengembangan dari Hilton.

Hotel Sultan

Satu hal yang menarik dari Hotel mewah (untuk ukuran saya) adalah tingginya perhatian pada kamarmandi/wc. Dalam pandangan saya, perhatian itu lebih tinggi dari pada ruang tidurnya sendiri. Bahan bacaan di kamar hotel yang selalu saya simak adalah menu makan room service. Sebagai tolok ukur, pandangan mata selalu mencari bakmi goreng. Ternyat di Sultan harga seporsi bakmi goreng Rp.60.000,--, sepuluh kali lipat harga mi dog-dog yang lewat depan rumah.

Gala Dinner

Bagaimana dengan gala dinner? Dalam pikiran saya tentulah ini perhelatan makan malam prasmanan besar-besaran. Namanya juga Gala Dinner. Dalam undangan tertulis 18:00 dan permintaan datang 15 menit sebelum dimulai. Ternyata saat dilongok ruangnya, jam 18:00 masih diatur-atur. Acara mulai jam 19-an. Karena hari itu saya tidak makan siang (jadwal pesawat nabrak waktu makan siang), terpaksa cari kantin. Alhamdulillah dapat nasi goreng, sepertinya sisa-sisa menjelang tutup, tapi lumayan lah meskipun 20% butiran nasinya sudah mengering.

Setelah sambutan-sambutan, dinner dimulai. Ternyata tidak ada meja prasmanan. Dinner dilaksanakan model racikan yang disajikan para sinoman. Wah.. ini namanya nostalgia zaman perhelatan resepsi pernikahan dilakukan dengan format duduk manis dan makan/minuman dihidangkan ke masing-masing tamu. Menu pembuka rolade ayam, dilanjutkan sup daging sapi.Menu utama sepotong daging salmon, ditutup tiramisu. Terakhir disuguhi kopi/teh. Saya minta teh. Untung tadi sudah makan nasigoreng. Kalau tidak, bisa-bisa harus pesan mi goreng hotel.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 8E89 di
  • 5. prastowo

    Wah... untungnya saya sudah makan nasigoreng di kantin JCC.

    15-11-08 11:17
  • 4. rheny

    poRsi makanannya dikit skaLi ya pak..mang kenyang tU pak?hehee

    15-11-08 08:23
  • 3. ibi

    Lha judulnya kan Gala Dinner.? Jadi ya review kuliner tho ya.

    14-08-08 08:32
  • 2. EKo SW

    oalah Pak, tak kira review teknologinya, kok jd neladani pak Bondan. hehe. Wisata Kuliner.

    13-08-08 02:27
  • 1. EKo SW

    oalah Pak, tak kira review teknologinya, kok jd neladani pak Bondan. hehe. Wisata Kuliner.

    13-08-08 02:27