Menyoal Pemakaian Yahoo/Google Mail/Chat dan BlackBerry untuk Komunikasi Strategis

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Menyoal Pemakaian Yahoo/Google Mail/Chat dan BlackBerry untuk Komunikasi Strategis

Date: 01-06-09 12:12
Layanan search engine Yahoo dan Google sangat membantu kita dalam kegiatan penelusuran informasi di Internet dan sekaligus memberi jalan penyebarluasan keberadaan informasi dalam situs-situs web yang kita kelola. Ide barter layanan search engine dengan keuntungan dari iklan dan sistem berbagi keuntungan iklan dengan pemilik situs bermutu melalu sistem Google AdSense dan semacamnya sangat lah kita hargai.

Kita perlu berpikir agak jauh ketika layanan search engine berkembang ke wilayah komunikasi private baik yang bersifat perorangan maupun korporasi. Ketika dikirimkan ke perseorang atau ke mailing-list.group terbuka, pesan emai/chat akan tersimpan di suatu server. Tidak ada jaminan dari penyelenggara bahwa pesan itu tidak akan dikoleksi untuk suatu keperluan. Yahoo dengan jelas menyebutkan meriset data user untuk keperluan kastemisasi agar bisa memberi layanan lebih baik.

Mungkin banyak di antara kita yang beranggapan bahwa layanan Yahoo dan Google itu gratis. Perusaahaan ini bisa memberi layanan gratis tersebut dengan menarik biaya dari pemasang iklan. Pada kenyataannya kita memang tidak mengirimkan bayaran dalam bentuk uang langsung ke Google atau Yahoo; namun demikian, sebagai gantinya, kita mengirimkan data/informasi yang sangat berharga ke mereka. Banyak pengguna layanan email yahoo/google mengirimkan berbagai macam proposal, laporan-laporan sampai materi diskusi strategis melalui layanan email yahoo atau gmail. Kita pasok data/informasi strategis ke Yahoo dan Google bergiga-giga byte, tiap harinya.

Selain yahoomail dan gmail, akhir-akhir ini banyak pejabat/masyarakat menengah ke atas menggunakan layanan BlackBerry Connect. Layanan ini terasa lebih private, lebih tertutup dan lebih aman. Sangat boleh jadi, informasi tentang Indonesia dengan level konfidensialitas tinggi dikomunikasi lewat BlackBerry Connect yang severnya dikuasai bangsa asing.

Anak cuku banga pemilik sever Yahoo, Gmail dan BlackBerry mewarisi data lengkap tentang Indonesia yang dibuat dan dikirim oleh warga negara Indonesia secara sukarela. Data apa yang kita wariskan ke generasi penerus bangsa Indonesia sebagai bahan penentu kebijakan? Sebagai upaya mencegah kebocoran data/informasi digital aset bangsa, saya memberanikan diri untuk berkampanye agar warga negara Indonesia membatasi diri dalam pemakaian layanan komunikasi data asing dan mulai dengan bangga menggunakan mail/im server milik banga Indonesia. Bagi perguruan tinggi, pastikan menggunakan server email/im sendiri. Bagi instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan, bila belum mampu menyelenggarakan sistem komunikasi sendiri, pastikan layanan didapat dari server-server yang dikuasi perusaahaan dengan misi meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa Indonesia.

Komunikasi kolaborasi hendaknya menggunakkan server-sever milis nasional. Pastikan semua email-address member mailing-list menggunakan sever nasional pula. Stop pengiriman data/informasi strategis melalui BlackBerry Connect dan semacamnya yang severnya bukan sever nasional.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik FCEC di
  • 7. Parlin

    Pak Bambang,Saya Parlin saya mau mencari judul skripsi,saya mahasiswa Mipa,semoga bapak dapat membantu saya terima kasih

    12-10-09 11:57
  • 6. Parlin

    Pak Bambang,Saya Parlin saya mau mencari judul skripsi,saya mahasiswa Mipa,semoga bapak dapat membantu saya terima kasih

    12-10-09 11:40
  • 5. Imam suharjo

    Harus ada upaya juga secara Nasioanl kali untuk Menyadarkan, atau dipasa menyadarkan..
    Setuju pak Pras

    15-07-09 01:20
  • 4. Dedi

    Hoaaa, another nice posting dari guru saya. Makasih ya pak!

    10-06-09 01:30
  • 3. Gigg

    Coba tengok ini Pak
    gigapedia.com
    buku baru apa saja ada.
    gak ada informasi yg bisa disembunyikan. tinggal pandai2 saja memanfaatkan

    03-06-09 05:39
  • 2. rud

    kasus milis kampus yg private saja nggak ada filter, semua pesan bisa masuk, bahkan lebih gawat disalahgunakan, artinya belum mampu berdiri sendiri kan?
    kalo' dipaksakan belum siap berdiri sendiri lepas dari ketergantungan asing, apa ini termasuk xenophobia?

    02-06-09 06:51
  • 1. Purwoko

    Betul pak, data lebih berharga dari pada teknologi.

    Yahoo, FB, Gmail, dan semacamnya terasa gratis, tinggal sign up saja, langsung pake.
    Tapi file attach dan berbagai pembicaraan kita masuk di server bule2 sono.

    Ada milis yang sifatnya private, karena gak mau diketahui oleh orang/komunitas lain. Tapi ndak tahunya, orang lain di indonesia pada tidak tahu, tapi bule2 di luaran sana malah tahu.

    Saya bertanya2, para agen BIN itu punya email ndak ya? jangan2 kl punya pake Yahoo

    salam

    01-06-09 02:46