Google Sketchup

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Google Sketchup

Date: 30-08-08 09:32

Sudah lama teman saya Pak Arif dari Jurusah Arsitektur UGM memberitahu saya keberadaan software Google Sketchup untuk melakukan kegiatan pemodelan 3D. Karena bukan bidang saya, waktu itu saya tidak memberi perhatian khusus. Saya ingat lagi software ini saat Ahmad, bungsu saya yang autistik itu menunjuk-nunjuk beberapa gedung 3D yang dia temui di GoogleEarth.

Sambil harap-harap cemas, saya download Google Sketchup yang exe itu. Harapan datang dari cerita sukses beberapa user di Internet dari percobaan menjalankan Sketchup di Linux dengan Wine. Cemasnya kesuksesn itu sepertinya didapat melalui banyak tuning sana-sini baik di regeditnya wine sendiri maupun di xorg.conf-nya.

Instalasi Sketchup di wine komputer desktop dengan sistem operasi Fedora Core7 setengah sukses. Program bisa digunakan namun icon-icon menunya baru kelihatan bila pointer mouse kita tempatkan pada lokasi icon tersebut. Saat melihat saya mencoba beberapa fungsi yang saya lihat di suatu video tutorial singkat dari youtube, Ahmad langsung tertarik dan mengambil alih komputer. Foto pertama dan kedua di sini adalah karya Ahmad pertama yang berhasil saya capture dengan camera. Gambar kedua merupakan hasil zoom in dibagian gedung kotak coklat dekat model orang. Selain penampakan menu icon yang tidak stabil, Sketchup di Wine FC7 hang ketika menjalankan menu save file.

Di notebook Ion, Google Sketchup saya install di XP yang booting dalam virtualbox. Di lingkungan XP virtualbox, GoogleEarth dan Sketchup berjalan mulus. Tidak ada masalah tampilan Icon serta proses import image dari GoogleEarth berjalan normal. Ketika saya coba jalankan dengan Wine, icon menu muncul normal tetapi drawing areanya gelap hitam pekat. Setelah mencoba saran yang saya dapat dengan Googling, yakni menyisipkan satu baris "Option 'noDRI'" di section Device, Sketcup berjalan mulus dengan wine, ico n tampil normal dan proses save file berhasil seperti yang diharapkan.

Gambar terakhir adalah model jembatan kayu karya Asma (anak saya kedua yang sekarang sekolah di SMA 6 Yogya). Saya belum pernah menyentuh software 3D modeling yang lain, tetapi saya kagum dengan Sketchup yang dapat digunakan untuk menggambar model 3D object relatif kompleks (seperti jembatan itu) oleh orang yang belum pernah menggunakan software ini sebelumnya. Anehnya, meskipun bisa lebih lancar "kerja" di notebook ion saya, Ahmad masih lebih menyukai kerja di desktopnya. Mungkin karena desktop ini menggunakan monitor 19" yang jelas jauh lebih nyaman untuk kerja gambar dibanding layar notebooh yang hanya 12". Bila sistem hang, Ahmad akan kerja lagi untuk menggambar model 3D lalulintas yang sama mulai dari nol.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 55A4 di
  • 2. balzach

    Bagus sekali pak Prast, karya Ahmad itu. Kemampuan 3D seperti itu untuk anak seusia dia. Saya jadi ingat tugas menggambar perspektif 3D di SMP5.

    05-10-08 11:03
  • 1. Eko SW

    belum coba. padahal ada siswa bmbgn yg pakai google earth. katanya google kecap. hehehe

    02-09-08 09:37