Wisata Bencana!

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Wisata Bencana!

Date: 09-11-08 11:34
Untuk kedua kalinya saya mengalami bencana skala besar, gempa Jogja dan baru-baru ini angin topan UGM. Di lokasi bencana, saya perhatikan banyak orang yang datang khusus untuk nonton. Bahkan tidak jarang ditemui satu keluarga dengan pakaian rapi ikut nonton. Pada kejadian kemarin sempat saya lihat bis wisata melintas pelan-pelan mengitari bulevard dan sesekali berhenti sejenak. Kesasar atau memang khusus mampir?

Nampaknya nonton bencana memberi keasikan tersendiri bagi banyak orang. Tidak jarang proses evakuasi korban dan pemadaman api kebakaran terhalang oleh kerumunan para penonton. Pernah juga ada pemberitaan dua orang penonton korban kecelakaan lalulintas berantem memperebutkan posisi strategis. Budaya lama nonton bencana ini harus kita berantas. Saya katakan budaya lama karena bukan budaya baru. Saya ingat waktu masih SD dulu ada teman mengajak:
"Ayo nonton kobongan!"
Tidak semua budaya perlu dilestarikan. Di kampung saya dulu ada budaya lek-lek-an main kartu judi kecil-kecilan (bisa membesar) saat ada yang punya hajat apa saja mulai manten, bayen, sampai peringatan kematian. Sekarang sudah disepakati penduduk kampung untuk dihilangkan. Budaya judi sabung ayam pun sudah kami hilangkan.

Kembali ke wisata bencana, untuk memenuhi nafsu menikmatinya, silakan nonton TV. Biarlah para wartawan foto/video bekerja membuat reportase secara profesional tanpa mengganggu petugas/relawan yang bekerja menanggulangi dampak bencana.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik ECE6 di
  • 10. yazidisme

    heheu

    ok deh Pak..kapan2 tak periksain ke dokter jiwa

    20-11-08 08:48
  • 9. Eko SW

    hahahaha. itu tagline saya pak Pras

    tapi bener lho, one of a kind lah yg namanya bencana. pun menarik, ga ada korban. kalao korban kaya gempa bantul mah, weee, kasian

    17-11-08 11:00
  • 8. Adhi

    Setelah bantu-bantu beres-beres bersih-bersih di MIPA selatan, baru saya keliling dengan berjalan kaki muter-muter liat-liat MIPA utara, belakang MIPA-Biologi, daerah RS Sardjito, dan perumahan dosen...

    16-11-08 01:02
  • 7. prastowo

    Oh... Belum tentu sih, tapi sangat boleh jadi. Perlu pemeriksaan lebih lanjut.

    12-11-08 01:42
  • 6. yazidisme

    wah..berarti saya kena sakit jiwa pak?

    12-11-08 01:11
  • 5. prastowo

    Menurut saya, rasa gelo yang semacam itu merupakan gejala penyakit jiwa

    12-11-08 06:23
  • 4. yazidisme

    tapi kadang klo ngga menyempatkan untuk nonton,,rasanya tu 'gelo' bgt pak

    pernah, waktu saya dalam perjalanan pulang, ada org yg mau bunuh diri dengan naek ke tower pemancar. Kan sayang bgt klo ngga mampir nonton bentar pak..hehehe. Sapa tau terjunnya pake gaya apa gitu

    12-11-08 03:06
  • 3. prastowo

    Pertama, niat harus dalam rangka membantu. Banyak bantuan bisa diberikan sambil menyalurkan hobi seperti para penggemar radio amatir yang terjun membantu korban bencana dengan berkoordinasi melalui fasilitas komunikasinya. Kedua, jangan sampai aktivitas hobi foto-fofo itu menghalangi para petugas/relawan dalam belerja. Tidak mengapa kita kehilangan sudut pengambilan gambar yang bagus, asal pekerjaan membantu korban bencana tetap lancar.

    09-11-08 02:42
  • 2. subura

    yup, setuju banget pak, tp bagaimana pendapat Bapak, kalo' blogger ikutan foto2 buat tulisan di blog, tentunya dengan sudut pandang blogger.

    09-11-08 02:30
  • 1. puji dept

    wah saya merasa tersindir, kemarin jum at saya muter-muter ugm untuk lihat keadaan...dan teman saya merekam situasi dengan handphone..hehe...

    09-11-08 02:26