Dampak Buruk Software Paten

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Dampak Buruk Software Paten

Date: 11-04-12 10:44
Ingat Netscape terpuruk gara-gara tersingkir dari Windows akibat Internet Explorer yang terbundle dengan sistem operasinya? Ternyata kelengkapan Web Browser dari Netscape yang dipatenkan cukup banyak (termasuk Cookie, JavaScript, dsb). Paten-paten itu saat ini diku asai oleh AOL.

Sekarang Microsoft beli banyak paten dari AOL, termasuk berbagai kelengkapan web browser yang dulu sudah dijanjikan Netscape tidak akan dikomersilkan. Akankah paten-paten web browser itu tidak akan digunakan Microsoft untuk menggasak kompetitornya (Google Chrome, terutama) di era perang paten ini? Satu milyar dolar bukan modal kecil untuk mendapatkan paten itu.

Dapat infonya dari sini di sini

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik B272 di
  • 2. Bambang Prastowo

    Dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah masuk babak baru yakni babak perang paten. Regim paten yang awalnya dirancang untuk melindungi para penemu sebara ransangan agar tumbuh lebih banyak lagi penemu-penemu baru saat ini sudah berkembang sebagi senjata pembunuhan pesaing dagang. Silakan google dengan keyword patent war.

    Perang paten memerlukan modal yang sangat besar (baca ini), terutama untuk mendanai pasukan pengacara yang pandai membaca celah-celah hukum dan mengambil keuntungan semaksimal mungkin dari celah-celah itu untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada sang majikan.

    Mengapa mereka mau bayar mahal? Konsekuensi dari menang (atau kalah) perang paten bakal melibatkan sejumlah (sangat besar) keuntungan (atau kerugian). Sebagai ilustrasi pada setiap penjualan android device, Samsung atau perusahaan lain yang jual android device membayar sekitar 3-15 dolar ke Microsoft (bergantung jumlah fitur yang dilisensi dari patent milik Microsoft).

    Kembali ke pertanyaan mas Irwan, mengapa Chrome dan bukan Firefox? Jawabnya sederhana. Chrome dibackup Google yang punya uang banyak. Percuma memerangi Firefox, hasil jarahannya tidak sebanding dengan biaya perangnya. Google search engine awalnya berkembang begitu saja. Setelah besar dan punya uang banyak nurut saja saat dimintai bagian oleh Yahoo yang pegang hak paten fitur-fitur search engine.

    12-04-12 03:33
  • 1. Bambang Prastowo

    Dunia teknologi informasi dan komunikasi saat ini sudah masuk babak baru yakni babak perang paten. Regim paten yang awalnya dirancang untuk melindungi para penemu sebara ransangan agar tumbuh lebih banyak lagi penemu-penemu baru saat ini sudah berkembang sebagi senjata pembunuhan pesaing dagang. Silakan google dengan keyword patent war.

    Perang paten memerlukan modal yang sangat besar (baca ini), terutama untuk mendanai pasukan pengacara yang pandai membaca celah-celah hukum dan mengambil keuntungan semaksimal mungkin dari celah-celah itu untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya pada sang majikan.

    Mengapa mereka mau bayar mahal? Konsekuensi dari menang (atau kalah) perang paten bakal melibatkan sejumlah (sangat besar) keuntungan (atau kerugian). Sebagai ilustrasi pada setiap penjualan android device, Samsung atau perusahaan lain yang jual android device membayar sekitar 3-15 dolar ke Microsoft (bergantung jumlah fitur yang dilisensi dari patent milik Microsoft).

    Kembali ke pertanyaan mas Irwan, mengapa Chrome dan bukan Firefox? Jawabnya sederhana. Chrome dibackup Google yang punya uang banyak. Percuma memerangi Firefox, hasil jarahannya tidak sebanding dengan biaya perangnya. Google search engine awalnya berkembang begitu saja. Setelah besar dan punya uang banyak nurut saja saat dimintai bagian oleh Yahoo yang pegang hak paten fitur-fitur search engine.

    12-04-12 03:19