Demam BlackBerry

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Demam BlackBerry

Date: 07-02-09 08:41
Setelah mewabah di Amerika beberapa waktu lalu, BlackBerry sekarang sukses besar "menjajah" Indonesia. Saya lihat sudah banyak email masuk ke mailbox saya dengan label "Sent from my BlackBerry® powered by..." dari banyak mitra beralamatkan email lokal indonesia. Selama ini kita sudah melihat fenomena nasional wabah jaringan sesular dengan aplikasi SMSnya yang luar biasa. Banyak orang di Indonesia, mulai presiden sampai pengemis, mengoperasikan handphone untuk SMS-an.

Yang menarik, meskipun sangat mahal, SMS tetap digemari. Dulu orang tidak keberatan membayar 350 rupiah untuk menyampaikan pesan maksimum 160 huruf. Tidak jarang kita kirim sms 2-3 huruf saja seperti ya, atau ok. Setelah tarif turun pun, 100 rupiah untuk pesan beberapa huruf tidak lah murah. Namun demikian, kemahalan biaya tidak menjadi halangan kita menikmati kenyamanan dan hiburan komunikasi.

BlackBerry datang dengan tawaran biaya yang sangat menarik. Bagi mereka yang selama ini sudah mengeluarkan ongkos komunikasi bulanan 200.000 ke atas, fasilitas push email yang memungkinkan kita ber"sms" tanpa batasan jumlah huruf per pesan dan tanpa khawatir tagihan berlebihan berapa pun jumlah pesan yang kita kirim tidak mungkin bisa ditolak. Jaringan komunikasi sosial seperti facebook pun sudah menyesuaikan diri dengan teknologi smartphone ini.

Tadi ada teman menanyakan ke saya solusi apa yang saya anggap terbaik untuk mobile communication. Saat ini saya sudah cukup puas dengan smartphone yang support wifi. Kita sudah sering bisa dapatkan komunikasi free wifi di banyak tempat umum. Apabila terpaksa, dan ini jarang terjadi, kita bisa akses internet dengan pdn atau gprs. Prakteknya, saya pasang ym 24 jam (koneksi utama wifi, turun ke gprs bila tidak ada wifi). Dengan koneksi ini,saya bisa menekan ongkos komunikasi mobile sekitar 100.000 rupiah/bulan.

Pertanyaan yang sulit dijawab adalah, privider mana yang memberi performance paling baik? Sulit dijawab karena banyak faktor terkait. Saya tetap setia dengan Indosat Matrix karena terlanjur memiliki nomor telpon dari layanan itu sejak lama. Meskipun kualitasnya tidak lagi bisa dikatakan baik, saya belum ada niat untuk ganti provider dengan alasan perbedaan kualitas yang belum tentu lebih baik saya perkirakan tidak sebanding dengan keribetan yang terjadi bila saya ganti nomor.

Selain alasan mempertahankan nomor telpon lama, lokasi penggunaan sistem juga sangat mempengaruhi kualitas. Saya sendiri bukan pengguna, namun dari obrolan dengan para pengguna broadband IM2 dan Telkomsel Flash, saya belum menemukan orang yang berniat ganti provider. Kalau teman-teman yang dulu mengagumi Fren memang sudah banyak yang beralih ke teknolgi 3/35G. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang kagum dengan kualitas komunikasi data dari Flexi atau Jagoan. Mohon maaf kalau tidak ada kesimpulan yang mapan.

Kembali ke pesawat komunikasi. Dulu saya termasuk penggemar PDA Palm dari 3Com. Pada awal diperkenalkan, Palm PDA laris manis tidak tersaingi. Era smartphone pun bisa dijalanani Palm dengan baik melalui produk Treonya. Pada dasarnya saya masih cinta dengan PalmOS. Masalahnya, entah kenapa, inovasi Palm terhenti di Treo650. Produk-produk selanjutnya belum ada tambahan fitur yang berarti. Di saat kompetitor sudah ber wifi, Treo belum tahu bagaimana cara memadukan wifi dan bluetooth di device yang sama (kedua teknologi itu duduk di frekuensi 2.4G).

Ke depan, dunia smartphone akan diperebutkan 2 kubu:

  1. pesawat dengan monitor sentuh penuh sepermukaan (Apple Iphone-like)
  2. pesawat dengan sisa tempat untuk keyboard qwerty (BlackBerry-like)
Semua perusahaan berlomba-lomba mengeluarkan produk terbaiknya dengan mengikuti salah satu dari dua model tersebut. Bagaimana dengan Treo yang kesohor itu? Nampaknya dengan LGpun sudah tidak mampu bersaing.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 2444 di
  • 6. Taufik CC2004

    saya juga pengen ganti provider (saat ini matrix) gara gara layanan data nya kurang baik, tapi keribetan ganti nomer itu yang saya sangat tidak inginkan.. hiks... dengan memanfaatkan push email, messenger, dll, rata rata sebulan keluar kocek sekitar 150 ribu. Tapi tetep kecewa dengan kualitas layanan data nya... mau komplain juga tak ada hasil... hiks.. hiks...

    27-05-09 05:27
  • 5. Preastowo

    Mosok?

    18-05-09 11:10
  • 4. dani

    tapi software kedokteran gratisan utk palm masi terus tumbuh pak..jauh lbh banyak dibanding ppc

    18-05-09 10:44
  • 3. ali

    seandainya di tiap tempat ada wi-fi, btp nyamannya saya...
    btw, SMART signalnya masih terbatas yak?
    baru di tengah kota ajah, di pinggiran belum lagi sampai

    03-05-09 01:03
  • 2. Eko SW

    nah, saya sedang pakai SMART nih Pak. seri D1200P. Tau kan ? yg di Sagan ada billboard besar. Dapat 335.000,00. Langsung konek. Nanti saya kabari speed testnya. Yah, 2-5 Kb/s

    hehe. Cukup

    22-02-09 07:10
  • 1. Eko SW

    makasih pak. awalnya sy g terlalu menggubris kepentingan mobile internet, sampai sering kerja di banyak tempat, dan butuh cari info sdkt sj, terhalang.
    awal info adalah StarOne perbulan 100rb, kemudian ada IM2 dan Flash, yg masing2 charge jg 100rb-an.

    Tp, kalau kudu di stuck di laptop, kayanya kurang leluasa, mk kmudian solusi yg ada, adalah wifi/gprs/3g via smartphone. Nah, disini bingung bgt (bukan kenapa2, tp kenginana banyak, sdg dana terbatas. hehehe). : mau yg mana? Meski, kalau sy pikir2 lagi, sekedar handphone yg bs ol aja, dah bagus.

    Dan.... muncullah Black Barry. Wis.... mumet )

    08-02-09 01:49