World Autism Awareness Day

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

World Autism Awareness Day

Date: 03-04-13 10:41

PBB menetapkan 2 April sebagai World Autism Awareness Day. Setiap tahun pada tanggal ini kita bersama-sama melakukan kampanye meningkatkan kepedulian masyarakat atas keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus ini.

Saat terdiagnosa autis tahun 2004, dokter merekomendasikan Ahmad (anak bungsu saya) untuk terapi di Sekolah Khusus Autisma Dian Amanah yang waktu itu kontrak salah satu rumah di Baciro. Sekolah ini berawal sebagai upaya bersama sejumlah orang tua anak autis untuk mendapatkan tempat pendidikan khusus dengan mendirikan yayasan untuk menaunginya.

Gempa Jogja 2006 mengakibatkan rumah di Baciro berbahaya untuk kegiatan sekolah. Untuk sementara, kegiatan sekolah pindah ke rumah orang tua saya di Blunyahrejo beberapa bulan sampai ada salah satu orang-tua siswa yang berkenan meminjamkan rumah di Lempong sari sebagai lokal sekolah. Saya mendapat amanah mengetuai Yayasan setelah ketua sebelumnya pindah tempat tinggal ke Kalimantan.

Setelah beroperasi beberapa tahun di Lempongsari, rumah pinjaman diminta kembali oleh yang punya. Selanjutnya kegiatan pendidikan dilakukan di rumah kontrak di desa Sumberan Sleman sampai sekarang. Menyelenggarakan sekolah khusus autisma cukup berat mengingat metoda pendidikan yang paling efektif masih menerapkan one on one: satu guru menangani satu siswa. SPP yang terlalu tinggi akan memberatkan orang tua sedangkan kalau terlalu rendah akan menyulitkan sekolah menggaji guru.

Dalam perjalanannya, Sekolah Khusus Autisma Dian Amanah berkoordinasi penuh dengan Dinas Pendidikan DIY. Yayasan menerima bantuan alat peraga pendidikan, honorarium guru bantu sampai penempatan guru PNS dari pemerintah. Pada dasarnya, bantuan pendidikan bisa diberikan lebih banyak lagi apabila sekolah memiliki tempat permanen.

Dengan semangat ingin mendapatkan tempat permanen, sekolah atau lebih tepatnya para guru terus menabung menggalang dana untuk membeli tanah. Alhamdulillah tabungan sekolah bertahun-tahun yang telah mencapai 150 jt dapat digunakan untuk membayar uang muka sebidang tanah seluas 725 m2 yang telah diproses pembeliannya dengan harga Rp.600.000,-/m2. Masih ada kekuarangan 285 jt untuk melunasi pembelian tanah tersebut.

Dengan modal tanah tersebut, insya Allah pihak sekolah bisa mengajukan dana pemerintah untuk pembangunan gedungnya. Dengan ini saya mengajak teman-teman untuk bersama-sama para orang tua anak-anak autis yang sekolah di Dian Amanah membantu pelunasan tanah sebut dengan mengambil bagian dalam pendanaan dari 725 m2 tersebut (dari tabungan sekolah sudah terbayar 250 m2). Yuk kita wujudkan bersama cita-cita memiliki sekolah khusus autisma yang layak.

Salurkan bantuan teman-teman melalui
Bank BNI UGM
Nomor 0291311252
atas nama Yayasan Dian Amanah.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 5943 di
  • 1. prastowo

    update menyusul

    20-05-13 09:12