Dengan modal apa produsen mobile device berkompetisi?

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Dengan modal apa produsen mobile device berkompetisi?

Date: 24-03-13 06:56
Sesekali saya melongok G+nya mas Harry Sufehmi. Terakhir saya baca beliau mengatributkan istilah \'kick ass\' pada BB Z10. Terus terang awalnya saya tidak tahu ini artinya memuji atau mencela. Cari-cari di kamus istilah, ketemu pemaknaan yang paling pas \"to be very exciting or effective.\" Berarti QNX dan BB Z10 bagus! Setelah baca kometar utuhnya saya yakun beliau memuji BB Z10.

Sa baca-baca di salah satu majalah elektronik (lupa bookmark) ada artikel yang juga memberi pujian pada kualitas QNX serta kemampuannya menjalankan kebanyakan aplikasi Android secara sempurna. Yang menarik adalah prediksinya yang memperbandingkan kemunculan OS/2 dari IBM zaman dunia didominasi oleh Dos 6.2 dan Windows 3.1. Waktu itu pengguna OS/2 bisa menjalankan aplikasi DOS dan Windows secara multitasking sepenuhnya. Sedemikian baiknya kemampuan menjalankan aplikasi DOS dan Windows sehingga orang malas untuk porting aplikasi ke OS/2. Akibatnya banyak orang menggunakan OS/2 tapi tidak banyak aplikasi yang khusus dibuat untuk OS/2 sampai kemudian Microsoft menutup sejarah OS/2 dengan NT, 2000, XP, dst.

Akankan sejarah berulang? Dapatkah QNX dengan neutrino microkernel yang boleh dibilang sistem operasi terbaik untuk mobile device bisa merebut pasar Android? Kalau diparalelkan dengan nasib OS/2, QNX yang bisa menjalankan aplikasi-aplikasi Android dengan baik bakal menurunkan motivasi developer untuk membuat aplikasi native di BB. Z10 pastinya bakal laris sekarang namun akan terhenti kelak setelah Android mengakomodir konsep timeslicing yang sekarang menjadi andalan QNX.

Ruhnya BB ada di BBM yang bisa membawa fleksifibilitas email dan mailing-list dalam penanganan berbagai jenis data (teks, gambar, suara, video) tanpa batasan ukuran ke model SMS yang \'instant\'. Selain itu BB memasang sistem akses Internet melalui jalur proxy terkompresi ala Opera Mini. Dengan tergesernya BBM oleh WhatsApp, WeChat, Line dll serta membaiknya jalur data (sehingga model proxy justru cenderung menghambat), tidak ada lagi inovasi aplikasi komunikasi data yang dimonopoli BB. Ke depan, dengan modal apa produsen mobile device berkompetisi?
# Performance: mudah dikejar dengan prosesor kecepatan tinggi
# Design: pabrik hardware tidak banyak, mudah saling jiplak
# Inovasi aplikasi: mudah ditiru
# Merek/reputasi: terbukti nama besar Microsoft, Nokia, Sony, dan BlackBerry tidak lagi terlihat besar, nama kecil LG, HTC dan Samsung bisa terlihat besar.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 2834 di
  • 2. peredam suara

    Sebenarnya bukan hanya produsen mobile saja yang berkompetisi menggunakan inovasi, design, dll. Tapi hampir semua faktor itu juga ada di berbagai produsen bidang lain contohnya seperti produsen peredam suara, tentu mereka akan selalu berusaha menghadirkan inovasi yang terbarukan dan bermanfaat untuk menginsulasi suara.

    09-08-16 05:09
  • 1. Pandu Dryad

    Menurut opini saya, kalau sekarang ini senjata utama dari produsen mobile device sepertinya lebih ke performance dan "reputasi", atau lebih tepatnya pencitraan..

    Bisa dilihat dari kesuksesan Samsung yang menciptakan sebuah pencitraan seolah - olah produk mereka lah yang paling baik melalui beberapa promosi nya..

    21-09-13 10:37