Bahan Bakar Air

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Bahan Bakar Air

Date: 22-06-08 01:02
Belakangan ini mailing-list dosenugm rame dengan diskusi tentang bahan bakar air. Pak Djoko Luknanto dengan penuh ketekunan mencarikan referensi tentang bahan bakar air ini. Kesimpulan sementara dari diskusi ini, setelah baca-baca referensi yang diberikan pak Djoko adalah:
1. Banyak mesin saat ini dirancang dengan menggunakan air sebagai bagian dari siklus energinya, namun sebagaimana mesin uap, air berperan sebagai media pembawa energi, bukan sumber energi.
2. Dalam konteks bahan bakar, kebanyakan sistem yang ditawarkan menggunakan hidrogen yang proses oksidasinya menghasilkan energi dan air. Dengan demikian, sumber energi awalnya bukan air meskipun air tersebut, dengan bantuan energi dari luar (semisal listrik) dapat diurai menjadi hidrogen yang merupakan bahan bakar berbagai rancangan fuel cell (dan oksigen).

Masalah energi, pangan, dan air jelas menjadi persoalan yang kita hadapi sekarang akan akan terus memburuk ke depan. Sebagai orang yang berkecimpung di dunia perkomputeran, kira-kira apa ya yang bisa kita sumbangkan?


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik B2B9 di
  • 8. aditya

    Ilmuwan Joko P dan Joko S itu hanya niru temuan orang lain. (penemu) Alat mereka sudah di produksi baik di Indonesia maupun di dunia. Joko.S memakai versi dasar dan hanyak di gunakan di labotorium. Juga Joko P. Shell sudah memproduksi dan di patenkan dengan nama GTL FUEL (gas to liquid). Kami sudah meriset dan memproduksi hydrogen generator dengan metode komersial yg aman, murah, berdaya kecil, gas hho sebesar 1-1,5lt / menit. keterangan tel 021 91499472 / 021 5332307 dengan aditya

    25-07-08 07:34
  • 7. aditya

    Ilmuwan Joko P dan Joko S itu hanya niru temuan orang lain. (penemu) Alat mereka sudah di produksi baik di Indonesia maupun di dunia. Joko.S memakai versi dasar dan hanyak di gunakan di labotorium. Juga Joko P. Shell sudah memproduksi dan di patenkan dengan nama GTL FUEL (gas to liquid). Kami sudah meriset dan memproduksi hydrogen generator dengan metode komersial yg aman dan murah. keterangan tel 021 91499472 / 021 5332307 dengan aditya

    25-07-08 07:32
  • 6. arwan

    wah ada korelasi antara pemakaian sepeda dengan pertambahan pasokan energi pangan.... :P

    28-06-08 08:07
  • 5. Prastowo

    Maksudnya sepeda? Mahal! Sejak pakai sepeda, nasfu makan saya bertambah.

    26-06-08 02:51
  • 4. Ardy

    Pake yang gratis udah membantu menghemat energi loh pak^^,, hehe
    bener ga?

    26-06-08 01:08
  • 3. Eko SW

    sederhana Pak. buat website2 / blog u/ mensosisalisasikan/propaganda ttg itu

    mudah lho

    25-06-08 04:19
  • 2. arwan

    source
    http://findarticles.com/p/articles/mi_qa3636/is_200501/ai_n9477176

    RENRO .2004.Energi Sekam. Majalah Sains

    Tempo, bulan ke tiga.1992.Kolom Sains

    22-06-08 03:26
  • 1. arwan

    wah pak malah jadi perdebatan seru di celeb blogs www.priyadi.net

    kalo hasil hitung2annya untuk memproduksi bahan itu sendiri energinya jauh lebih besar (mis:hidrogen)

    sebagai orang perkomputeran, untuk masalah energi ini paling tidak kita dapat menyumbangkan base informasi yang updatable yang dapat dengan mudah dijangkau petani/pertanian bahwa sebentar lagi akan ada booming pertanian ke 2 sejak tahun 80 lalu....

    bahwa hasil pertanian akan lari kepada 4 hal

    1.Pangan
    2.Industri tersier
    3.Energi
    4.Serat

    yang semuanya itu dapat meningkatkan income devisa di era globalisasi.

    programmer maupun industri komputer saatnya mengambil lahan di wilayah marginal tersebut, karena potensinya sangat besar.... coba bayangkan dari padi saja...

    berasnya bisa untuk biofuel dengan fermentasi
    sekam dan jeraminya bisa di jadikan bahan bakar dengan teknologi BFB (Bubbling Fluidized Bed) sampai dengan 100MW.
    hasil sisanya silica bisa untuk pupuk dan home industri

    informasi ini sangat dibutuhkan, bahkan bila akses informasi untuk memaksimalkan produksi mudah didapatkan tentunya akan meningkatkan perekonomian.
    menurut pemikiran saya... bisa saja membuat konsep agropolitan Desa/Kabupaten/Propinsi Energi. dimana hasil pertanian biomass d jadikan energi daripada terbuang percuma terbakar di lahan.

    kedepan pangan bisa menjadi isu politik maupun ekonomi yang cukup besar. ambil contoh bayangkan bila energi habis dan beralih ke biofuel dari beras.

    tentunya negara2 penghasil beras akan menahan ekspor dan memanfaatkannya dulu untuk kepentingan negara mereka.
    otomatis ketersediaan beras dunia langka, dan bukan tidak mungkin harganya akan menyamai harga BBM.

    kembali lg ke energi air, selama belum ada bukti2 dan joko cs. tidak berani produk mereka diteliti secara ilmiah hal ini hanya SPam atau HOAX semata.....

    sama seperti AZ yang punya uang 18000T
    tapi ngutang pesta..

    secara pelan namun pasti... Indonesia bila semua komponen dalam negara ini saling mendukung tidak membuat segala halnya di politisi, tapi bekerja sama membangun agraria dengan sentuhan teknologi, akan menjadi negara yang dapat mengatur ekonomi dunia.

    (mungkin juga hal ini yang ditakutkan negara lain dan alasan negara lain mencaplok setiap bagian negara ini)

    22-06-08 03:16