Cari Mobil Keluarga

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id * Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Cari Mobil Keluarga

Date: 24-02-08 11:22

Mobil pertama bermerek Mazda model MR90 saya peroleh hampir 10 tahun yang lalu. Mobil yang sudah berkali-kali masuk bengkel cat ini aslinya berwana hitam. Pada saat dibeli dari pemilik kedua (saya pemilik ketiga), mobil dalam kedaan mulus kecuali ada keretakan sedikit plastik lampu sign belakang kanan. Sekarang MR90 saya yang sudah berubah warna menjadi silver metalik agak krem digunakan istri sehari-hari antar jemput anak-anak. Karena beruntung bertempat tinggal masih masuk daerah kota, km mobil ini masih di bawah 80.000. Namun demikian banyak onderdil tidak asli lagi: kanvas rem, kanvas kopling, kabel kopling, radiator, dinamo, dan apa lagi ya? Boleh dibilang yang asli tinggal blok mesin dan body saja.

Sebenarnya tidak ada masalah dengan MR90 ini. Meskipun saya sudah tidak lagi berani membawanya ke luar kota, kondisinya masih baik-baik saja. Yang menjadi persoalan sekarang anak-anak sudah tumbuh besar. Mobil sudah tidak nyaman untuk mengangkut keluarga lengkap dengan 4 anak. Sulung saya sudah kuliah. Yang bungsu sudah 8 tahun. Karena itu kami mulai tengok-tengok mencari pengganti dengan ukuran minimal 6 tempat duduk yang cukup longgar. Syukur-syukur yang lebih besar sehingga sesekali bisa juga mengajak saudara lain dalam perjalanan silaturahmi. Persoalannya adalah: 1. dana tidak cukup untuk beli mobil baru; 2. saya dan istri saya takut ngutang; 3. kami belum cukup PD untuk berpetualang menawar mobil second. MR90 saya peroleh dulu dengan harga Rp. 22,5 jt melalui bantuan Pak Panggih Basuki (teman dosen di Jurusan Fisika FMIPA UGM).

Kita harus cari pengalaman, kata istri saya. Pertama, langganan KR. Selama ini kami hanya berlangganan Republika saja. KR sempat terhenti ketika bapak tua tempat kami berlangganan menyatakan sudah tidak sanggup lagi mengantar koran. Sekarang KR kami ambil dari agen yang mengantarkan Republika. Kebetulan di rumah sudah ada Internet melalui Speedy Telkom. Hunting mobil dimulai. Pertama, pilihan jatuh ada Opel Blazer. Biar pun teman-teman mengatakan boros bensin dan susah onderdil, di mata saya model mobil ini gagah; cocok buat Bambang Prastowo hahaha.... Suatu saat ada kesempatan mencoba salah satu mobil yang ditawarkan di jual di tepi jalan. Saya rasakan cukup nyaman; bahkan lebih nyaman dari kijang kapsul kantor yang sering saya bawa pulang karena sopir kantor hanya kerja sampai jam 4 sore. Yang mengecewakan ternyata mobil dengan ukuran boleh dibilang sama dengan kijang kapsul itu hanya bertempat duduk dua baris, alias 5 tempat saja. Sebenarnya sih ukurannya lebih besar dari MR90, jadi mestinya ya lebih longgar untuk traveling keluarga.

Untuk sementara Xenia dan Avansa yang dijual 90 jutaan kami kesampingkan dulu karena tabungan keluarga berflukutasi pada level 60-80 jutaan. Tidak mudah menabung sampai ke level itu. Kebutuhan sekolah anak-anak terus membumbung. Sebenarnya sulung saya sudah masuk akselerasi smp dan sma, tetapi tarif mereka ternyata tetap memberlakukan perngeluaran biaya reguler 3 tahun dibagi 2. Sama saja kan? Bagusnya saat masuk UGM dia mengantongi medali perak olimpiade fisika nasional sehingga bisa dimintakan pembebasan SPMA. SPPnya masih bayar sih. Biaya sekolah khusus dan les si bungsu juga mantab lah! Yang paling ringan saat ini kakaknya bungsu yang sekolah di SD Jetis I. Mungkin karena ada BOS dsb, saya hampir tidak merasa mengeluarkan biaya sekolah untuk Atikah.

Dari tips membeli mobil bekas, kesabaran harus diutamakan, tidak boleh tergesa-gesa. Yang menarik dari proses ini, sampai sekarang belum selesai adalah meningkatnya perngetahuan tentang mobil. Dulu kami tidak pernah bicara tentang mobil. Sekarang setiap kali jalan-jalan bersama, Eva memberi kuliah ke saya, itu lho pak yang namanya Carnival, tidak lebih besar dari Kijang!. Yang itu Carens!. Traject juga bagus! Internet memang perkasa; dia dapat menjadikan seseorang ahli dalam hitungan hari dalam suatu hal baru sampai detail keuntungan dan kerugian masing-masing merek dan model.

Sekarang kami sampai pada kriteria mobil yang dicari:

  1. minimal 7 seat (ternyata tidak ada yang 6 seat; Carnival menyatakan diri 8 seat);
  2. Tahun: paling tua 2000 dengan km paling banyak 60.000
  3. Model: carens, carnival, traject, savira, xenia, avansa dan semacamnya
  4. Blazer masih dipertimbangkan kalau barang dan harganya benar-benar bagus
  5. Plat AB kota jogja kalau bisa.
Wah... dengan tabungan yang ada ternyata tidak mudah menemukan jodoh mobil ini.

Ternyata syarat AB ini, yang masih kami pertahankan, menutup banyak sekali peluang. Tadi pagi, sebelum menulis catatan ini, saya dan istri menyempatkan diri menengok bursa mobil bekas di TVRI. Banyak pengalaman berharga pada acara jalan-jalan tanpa anak ini. Pertama, tukang parkir menarik ongkos Rp.5000,-- Kedua, halaman TVRI sangat luas, banyak sekali mobil bekas ditawarkan di sana baik yang menggunakan tempelan keterangan merek, model, tahun, harga standar maupun tempelan dengan kertas seadanya. Ketiga, hampir semua mobil yang terpajang dengan model, tahun dan harga yang cocok berplat B, AA dan AD Karanganyar. Mengapa ya AD Karanganyar disebut berkali-kali oleh "penyiar" halo-halo?. Dari situasinya saya menduga-duga bursa itu sudah dikuasi para pedagang mobil bekas yang mengambil barang dari luar Jogja. Kebanyakan mobil berplat AB saya jumpai dalam kondisi kurang bagus. Apakah orang Jogja memakai mobil sampai benar-benar bodol sehingga tidak ada yang menjualnya dalam kondisi dan tahun yang masih pantas pakai?

Mungkin ada teman-teman yang punya saran? atau bahkan punya mobil untuk dijual dengan kriteria yang saya inginkan (bagus dan murah.)?


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik E14C di
  • 76. mp3

    maksih atas infonya pak

    31-05-13 12:38
  • 75. CSOC

    Website CSOC : csoc.or.id

    Milis umum : carnival_sedona_indonesia_subscribe@yahoogroups.com

    Joining Fee Rp 200.000.

    14-03-13 10:47
  • 74. anonymous

    Untuk yang cari info tentang KIA Carnival atau Sedona, silahkan join di milis umum CSOC.

    carnival_sedona_indonesia_subscribe@yahoogroups.com

    14-03-13 10:45
  • 73. arif

    Keren pak..penuturannya..

    28-12-12 07:39
  • 72. nila

    salam kenal,
    saya mau tanya, apakah mobil carnival rekomended?saya bingung antara carnival ato lgx toyota

    26-12-12 02:38
  • 71. Hilman

    Aku suka Blazer LT DOHC tahun 2000 perasaan aman aja bawa dia dengan keluarga ku bahkan jarak jauh nggak terlalu boros justru didalam kota malah dengan jarak Blazer tersa irit aja suspensi uenak tenan bayangkan waktu ada tugas dari Kalti,kalsel,Kalteng Kebo Amrik slalu kubawa

    01-09-12 10:22
  • 70. pirdianus

    tulisan nya menarik banget, tapi buat yang baca sambil hendaklah sambil minum kopi luwak, supaya lebih asyk

    03-06-12 07:50
  • 69. Prastowo

    OK sip, saya akan join the club.

    22-09-10 09:52
  • 68. Lukman

    Pak Prass, selamat yaah atas mobil Canivalnya walau sudah amat sangat terlambat, sekali-kali coba buka Carnival Sedona Owner Club di internet karena klub ini cukup baik untuk bisa sharing tetntang mobil bongsor ini, yg plg penting sangat guyup antar anggota terutama yg punya masalah dengan si gajah bongsor ini

    22-09-10 09:27
  • 67. prastowo

    Wah... kalau saya menyerah saja, setiap akan jalan jauh bawa dulu mobil untuk periksa di bengkel KIA. Pernah sekali ganti kanvas rem lengkap. Saya ada pengalaman baru dengan Carnival bekas ini. Kemarin saat akan pulang dari mudik di Malang, tercium bau bensin menyengat. Sebenarnya sudah terjadi beberapa saat sebelumnya tidak kurang saya perhatikan. Setelah ditengok di bawah, ternyata memang bensin menetes cukup deras dari tanki. Duh...

    Cari-cari di buku telpon, tidak ada bengkel KIA di Malang. Untuk saat saya telpon, teman di bengkel KIA Jogja bisa jawab. Saya diminta melihat kondisi selang bengsin yang bisa dilihat dengan membuka tutup lantai (terlihat kalau disibak karpetnya) di bagian tengah depan jok tengah. Ternyata yang bermasalah bukan selangnya melainkan seal tutup tanki yang ada sambungan ke selangnya. Masalah selesai dengan mengencangkan drat penutup berupa lingkaran diameter sekitar 20 cm.

    Alhamdulillah mobil bisa dibawa jalan dalam kondisi kemacetan hebat naik turun daerah hutan Saradan dan Mantingan dengan kecepatan di bawah 10 km/jam. Jalanan macet dalam kondisi menanjak adalah sorganya pemilik mobil matik.

    18-09-10 07:01
  • 66. fx ade hidayat

    wah seru juga pak pras ngomongin carnival, saya punya bensin th 99 dipakai 2003. kebetulan beli bekas jadi sudah murah. uenak tenan ... matic lagi. cuma boros di kampas rem depan, saya kecololongan 2 x harus bubut disc nya.

    17-09-10 04:37
  • 65. Andin

    Slmt siang Pak Pras..
    Sya Andini.. Sya mhon info untuk nyari spare part mobil lama terutama suzuki forsa 1986 kalo di jogja sebaiknya kemana ya Pak?
    Dari kemarin sya sdh nyoba ke jalan magelang tapi untuk barang lama, mereka sdh ngga ready lagi..
    Trima kasih

    24-08-10 01:09
  • 64. san

    makasih pak infonya

    20-01-10 11:58
  • 63. fahmi

    assalamu'alaikum
    sy jual opel blazer LT DOHC 2001.plat cantik AB 1111 IB, pjk bln nopember dvd single disc speaker IBL/soundstream/audi.kondisi sangat amat bagus&terawat. harga 85jt.ada yang berminatkah?^^
    serius hub:fahmi-085749247620

    07-01-10 06:41
  • 62. prastowo

    Dengan umur dan kondisi yang sama, kijang bernilai 1,5 bahkan mungkin bisa 2 kali lipat Carnival. Masalah lain, istri dan anak-anak termasuk yang mudah mabuk kendaraan. Saya pernah bawa kijang kapsul kantor, lumayan bagus untuk bawa keluarga mudik ke Malang. Lha sampai Solo sudah ada yang muntah-muntah. Pengalaman pakai Carnival, acara mudik menjadi nyaman, semua enjoy perjalanan bahkan saya pernah bawa keluarga berlibur ke Pantai Anyer (bayangkan 14 jam perjalanan; berangkat jam 2 pagi, sampai jam 4 sore) alhamdulillah semua sehat-sehat saja.

    Kata istri saya Carnival ada obat tidurnya, terutama di jok tengah belakang sopir. Memang sih, kondisi carnival saya sekarang sudah krengkat-krengket, mungkin perlu setel kaki-kaki. Tapi ya karena jarang dipakai (hanya untuk luar kota-an saja) so far so good.

    06-01-10 06:55
  • 61. James

    Pak Pras, sayang banget duit segitu dipake beli Carnival..... Kata teman2 saya yang ada di bidang otomotif, kalo mobil Korea itu paling bisa kepake sampai odometer menunjukkan 100.000 Km...setelah itu anda punya 2 pilihan : Turun mesin, atau Dijual murah. Kalau saya jadi Anda, mending beli Kijang aja, memang kurang nyaman, tenaga kecil, tapi mesinnya awet dan Handal. Kalo saya sendiri sih pake Aerio, karena saya baru punya satu istri dan blm punya anak.

    05-01-10 11:23
  • 60. prastowo

    sepertinya masih.

    24-12-09 10:57
  • 59. emang aneh sekali

    sekarang bursa mobil bekas di TVRI masih ada nggak pak

    24-12-09 01:32
  • 58. James

    Aerio is the best

    21-12-09 01:26
  • 57. Bambang Prastowo

    Sepertinya Opel Blazer sama enaknya dengan Carnival. Carnival punya kelemahan kurang mampu meredam suara di jalan keriting (berkerikil). Kalau anggota keluarga kecil (maksimum 3 anak kecil) ya blazer OK tapi kalau anak sudah besar-besar dan sering jalan bareng, Carnival masih menang.

    25-08-09 12:32
  • 56. A.M. Widjayanto

    Pak Pras, saya saat ini persis seperti panjenengan. Saya sedang mencari opel blazer yang sesuai dengan kemampuan kantong saya. Saya sangat tertarik dengan pengalaman panjenengan seperti di atas. Saya juga disarankan teman untuk cari carnival diesel tapi saya tidak sreg dan lagi harganya masih selangit jauh dari kemampuan saya. Selamat ber blazer ria.

    25-08-09 10:03
  • 55. bambang prastowo

    masih pak.. insya Allah, lebaran saya bawa mudik ke Malang. Kalau ada kesempatan, saya kepengin nyabrang Suramadu.

    19-08-09 04:22
  • 54. wicaksana a

    pak pras terimakasih infonya...btw carnival bapak masih ada?
    utk pak suma han, pengennya sih yg MPV biar bisa bw org byk...tp klo lihat mobil spt kijang & panther dgn rentang harga sama, dapatnya dibawah tahun 1999....selain itu ortu sy kondisi fisiknya tidak dpt duduk dgn mobil sejenis sedan (susah utk mengambil posisi berdiri-krn kena stroke)...apa ada ide mobil lain?

    terima kasih banyak infonya

    18-08-09 12:43
  • 53. Bambang Prastowo

    Paling mudah ya minta si penjual cek kondisi mobil ke bengkel KIA. Untuk mobil yang banyak komponen otomatisnya seperti ini tidak usah ambil resiko dengan perbengkelan di luar dealer. Pajak Carnival masih tinggi (2,5 jutaan).

    08-08-09 08:48
  • 52. Suma han

    Carnival untuk orang yg tdk mengerti mobil sangat tdk disarankan, mobil ini banyak masalah yg selalu bergantian datangnya krn itu harganya sangat jatuh. Kalau untuk orang tua dengan harga 50-60 Bpk bisa belikan Honda cielo 94/95 atau nissan infinity 97/98 yang lebih reliable.

    07-08-09 01:09
  • 51. wicaksana a

    skrg harganya di rentang 50-60 jt...tp sy tdk tahu itu 2000cc ato 2900cc.... utk pajak nya besarnya brp ya pak? trs utk biaya servis rutin kira2 brp? di daerah sy tidak ada pertamax...apa bermasalah bila sy isi dg premium? bgm dg cairan spt redex utk meningkatkan oktan? apa bisa digunakan? terima kasih utk info dan bantuannya

    06-08-09 05:02
  • 50. wicaksana a

    selamat sore pak Pras..sy rencana mo beli kia carnival thn 2000-2001 tapi saya benar2 buta ttg mobil ini apa bisa dipandu? kira2 hal2 apa saja yang perlu saya cek sebelum membeli? sy takut kena tipu krn sy mo beli mobil ini utk org tua sy..takutnya malah mengecewakan mereka...ada mobil carnival yg 2000cc dan 2900 cc & bensin serta diesel...bagusan yg mana pak?

    06-08-09 04:59
  • 49. Bambang Prastowo

    Lah, kalau dengan ganti silinder, seker, ringseker, berbagai macam perpak, selang-selang, hahaha... pokoknya ganti semua kelual blok mesinnya ya gak mahal lah.

    23-04-09 06:44
  • 48. seseorang

    **oh iya ralat komen saya sblmnya...salah tulis. maksudnya Carnivale! bukan Carens. (pdhl udah liat fotonya dibawah....)

    btw, wah turut bersedih mendengarnya, 15jt buat turun mesin? -maaf, tapi- apa nggak kemahalan tu pak? setahuku turun mesin setengah di jkt sini hanya sekitar 5-7jt (utk mobil sy) :p

    jd Root Cause Analysis nya krn apa itu pak? apa krn sealnya bocor shingga oli merembes? atau krn tidak prnh ganti oli?

    tp ada hikmahnya, asik kan si Carnivale hitam skrg (mesinnya) seperti baru lagi

    23-04-09 06:38
  • 47. Prastowo

    Buat teman-teman yang pakai Carnival, hati-hati bila terdengar ada suara mesin meskipun terasa lemah. Ceritanya tuh, beberapa waktu lalu saya bawa Carnival buat liburan keluarga ke Anyer! Yes saya sopiri sendiri ke Jogja Anyer PP. Saat perjalan pulang, saya sebenarnya sudah curiga ada suara mendesis dan tik-tik, tapi suara itu sangat halus dan hanya terdengar sayup-sayup saat mobil melewati dinding, saya dengarnya kalau sedang bayar tol. Karena tidak terlalu mengganggu, saya abaikan saja. Sampai di Jogja bahkan saya sudah menganggap itu suara itu memang dari sononya. Eh... suatu saat tiba-tiba tik-tiknya mengeras. Saya panggil orang bengkel ternyata olinya sudah menghitam gosong dan saat ditap tingal 1 liter (normalnya kalau gak salah 6 liter). Pak bengkel bilang sesekali tengok-tengok lah stik olinya. Lha selama ini saya hanya mengandalkan lampu indikator oli.
    Ternyata kondisi sudah parah. Meskipun sudah ganti oli, suara tik-tik bahkan mengeras. Eh... saat ditengok lagi stiknya, dari lubang kontrol keluar asap hitam. Wah.... olinya terbakar.
    Singkat cerita, seker dan silindar mesin harus ganti. Ongkos onderdil dan jasa? Rp.15 juta. Sekarang saya harus reyenkan lagi mobil untuk mematangkan silinder dan sekernya; kata orang bengkel jangan ngebut sebelum reyen mencapai 1000km. Kapan saya ngebut?

    21-04-09 11:25
  • 46. seseorang

    salam kenal dr jakarta pak prastowo,
    wah seru banget mbaca perjuangan ganti mobilnya. selamat yah atas carens hitamnya yang gagah.
    aku juga mirip2 nich, tadinya bawa suzuki forsa tahun '86 (waktu mbeli itu mobil, sempet ngelirik MR90)
    nah cuman karena saya masuk ke macam pengguna mobil yang kedua, jadi rada 'takut' buat beli mobil2 korea, takut susah ngurusnya.
    akhirnya dapetnya suzuki lagi (kebeneran, udah ketemu bengkel2 pinggiran yg biasa handle suzuki & lumayan trpercaya) yaitu Aerio Manual tahun 2003 seharga mirip2 Carens/Carnival juga... oke banget, kelasnya masuk Livina or Stream dech -ngarep- hehehe

    Aerio patut dipertimbangkan buat yg rangenya mirip2 cerita pak Prastowo. smoga sharingnya cukup membantu buat yg turut 'nyasar' ke website ini

    21-04-09 02:50
  • 45. prastowo

    Buat mas Randie, waduh... pengalaman pahit nih. Istilah ketipu saya kira sudah tepat dalam arti masuk dalam skema pembelian yang salah. Ada 2 macam pengguna mobil:
    1. mereka yang tahu persis tentang permobilan, dan
    2. mereka yang tahunya hanya nyetir saja.
    Pengguna jenis pertama, dengan pengetahuan dan ketrampilannya, dapat merawat mobilnya sendiri dengan biaya serendah-rendahnya. Mereka punya indikator sendiri yang sering lebih akurat dari indikator yang terpasang di mobil. Mereka tahu apakah suatu onderdil memang harus diganti atau cukup dilem dengan platic steel/alteco.

    Pengguna jenis kedua seperti saya ini tidak tahu apa-apa tentang mobil. Karena itu saya harus percaya penuh dengan indikator yang terpasang di mobil serta bengkel resmi dari produk yang digunakan. Akibatnya, biaya perawatan membengkak. Apa boleh buat. Ketrampilang perbengkelan mobil bukan lah ketrampilan murahan. Fair. Kalau memang ada waktu, baik sekali bila kita belajar perawatan mobil dari ahlinya; namun demikian merupakan kekeliruan besar bila kita coba-coba mbengkel mobil sendiri tanpa bimbingan yang berkompeten.

    Pengguna jenis kedua tidak boleh membeli mobil bekas pengguna jenis pertama (atau berlagak seperti pengguna jenis pertama). Bagaimana kita tahu jenis pengguna mobil yang akan kita beli? Gampang. Tanyakan apakah dia punya arsip kuitansi perawatan mobil dari bengkel resmi. Bila ada, periksa seberapa rutin perawatan itu dilakukan. Bila tidak ada berkas kuitansi bengkel resmi, sangat boleh jadi dia adalah "hacker" mobil. Dari penjelasannya, dapat saya duga mas Randi masuk dalam skema "tidak boleh" ini. Saran saya, hubungi bengkel resmi KIA. Lakukan general checkup dan minta perbaikan total. Estimasi saya: general checkup Rp.300.000,--; radiator Rp.1.200.000,--; kanvas rem depan belakang Rp.1.200.000,--; Dinamo/rectifier Rp.1.500.000,--; alarm (urusan variasi mobil) Rp.600.000,--; power window Rp.400.000,--; Total sekitar Rp. 5.200.000,--

    Dari sisi kenyamanan dan kelengkapannya, Carnival boleh dibilang mobil mewah. Biaya perawatannya tinggi (setelah berumur lebih dari 5 tahun) untuk mempertahankan kemewahan itu. Anggap saja beli mobil baru dengan DP Rp.75.000.000,-- dan cicilan dalam bentuk biaya perawatan. Pada dasarnya, "cicilan" ini lebih rendah kok dibanding cicilan pembelian mobil baru. Have fun!

    25-12-08 07:22
  • 44. Randie

    Mas Bambang,
    Maaf, mgkn gak terlambat, tp saya mhn sharing soal carnival jga, saya dptkan sdkt tertipu wkt itu, carnival th. 2000 shrg 75jtan yg dibeli thn 2006 kmrn, gt dpt saya lsg test drive, radiator jebol dan diperbaiki, ganti kanvas rem, ganti aki tiap tahun, problemnya resevoir radiator hrs selalu ditambah tiap saat, sehingga saya hrs menyediakan coolant di bagasi, pernah saya coba ke kaliurang, sekali jalan hampir kosong, padahal tidak ada kebocoran saat di cek di bengkel resmi, skrg muncul problem baru, aki oke, carbon brass dan switch starter oke, tapi di start agak susah, belum rampung, skrg alarm juga kadang mau buka/kunci, kadang tidak berfungsi sehingga pintu tdk bisa dibuka bila pakai kunci alarm berbunyi, power window sebelah kiri juga tdk bisa naik, mohon masukan dan sarannya. terima kasih

    24-12-08 02:06
  • 43. Prastowo

    Terus terang saya tidak tahu. Saya berani beli dengan bilang saja nama barang dan jenis onderdil yang dicari. Komponennya banyak banget sih, tapi sepertinya semua spesifik kok.

    23-12-08 01:20
  • 42. istiarso

    Mas bambang,
    Berapa Number part Power/steering Seal-nya, supaya kalo nitip beli nggak salah :
    --pipa karet oli powerstrearing, 2 buah, harga sepertinya 300.000-an ongkos pasang 100.000-an

    Thanks

    22-12-08 01:20
  • 41. prastowo

    Saya dapatkan Carnival 2001 (bensin-pertamax) seharga 72 jt. Umur segitu sudah mulai minta ganti macam-macam. Kalau cari ya kurang lebih 70 jutaan rupiah. Tapi siap-siap perbaikan senilai 10jt-an.

    31-10-08 01:14
  • 40. ary

    kira2 harga yang pantes buat karnival 2001 berapa yah pak

    30-10-08 10:56
  • 39. bintoro

    wah telat...

    08-10-08 09:26
  • 38. prastowo

    Kebetulan hari Minggu kemarin MRnya sudah sampai di Malang, dibeli adiknya Bu Eva dengan harga super spesial

    08-10-08 09:09
  • 37. bintoro

    salam kenal pak bambang,
    MR nya masih dipake apa mau dijual?
    sy barusan mbeli buat mudik ke yogya...
    tau gitu sy beli aja punya bapak... hehehe

    07-10-08 08:06
  • 36. prastowo

    Wah... jangan sebut istilah dosen muda ya? Istilah ini membuat saya stress karena ternyata memangs udah masuk jajaran dosen tua.

    06-10-08 07:30
  • 35. wawan

    wah marai ngeces weleh2...
    golek bojo sek, ndandani omah..
    lagi ngeces weleh2 tumbas karnival meneh....
    maklum dosen muda je..

    06-10-08 05:24
  • 34. Agung

    Terima kasih banyak atas sarannya Pak Bambang

    23-07-08 11:27
  • 33. Bambang Prastowo

    Untuk tahun 2000-2001 pasti sudah waktunya ganti banyak onderdil minimal kanvas rem depan belakang. Kalau terawat baik, ac tidak perlu ganti seperti yang terjadi di carnival saya. Diesel tentu lebih menarik dibanding Pertamax . Soal harga menurut saya terlalu mahal karena bebenahnya masih akan tambah 5 jutaan.

    22-07-08 12:15
  • 32. agung

    Salam kenal Pak Bambang
    Saya ditawarin KIA Carnival Diesel 2900 CC tahun 2000 harga 80jt
    ada saran apa ngga?
    mungkin untuk mesin atau harga pasaran sekarang atau sesuatu yang harus saya perhatikan
    Thx

    21-07-08 01:29
  • 31. darmo

    He'eh uenak tenaan.. Matur nuwun. Kapan2 kalo ke Jogya tak mampir.

    28-06-08 08:22
  • 30. darmo

    He'eh uenak tenaan.. Matur nuwun. Kapan2 kalo ke Jogya tak mampir.

    28-06-08 08:21
  • 29. prastowo

    Lho, tentu tahu karena memang sudah saya kerjakan. Sampeyan kan tanya problem yang saya alami. Kata bengkel langganan pemilik sebelumnya, memang dianjurkan oplos 50%premium, 50% pertamax. Tapi kalau sudah niat memelihata Carnival ya harus siap-siap heheh...
    Anggap saja ini memang dana yang harus dikeluarkan untuk kenikmatan yang diberikan Carnival. Lha memang enak tenan to tunggangane?

    28-06-08 05:07
  • 28. darmo

    Mudah2an gitu seterusnya. Ngomong2 sampeyan kok tau hrg sparepart yg disebut dibwh apa sdh pernah ada penggantian ? Wkt sy ganti seal pwr steering hrg sparepartnya 165 rb. Ongkos kerjanya sing ora umum, 350 rb. Kalo lht hrg sparepartnya yg rata2 segitu yo mrinding juga... he.. he.... Mudah2an ora kerep2... O ya kalo bbm nya tak mix antara pertmax sm premium ada efek negatipnya nggak? Ben rodo irit... ha...ha..ha

    27-06-08 10:21
  • 27. Prastowo

    Tidak ada problem, hanya maintenance saja hehehe.

    1. pipa karet oli powerstrearing, 2 buah, harga sepertinya 300.000-an ongkos pasang 100.000-an
    2. karet penutup paselin drift shaft roda kanan depan. Harga 125.000, ongkos 100.000.
    3. Kanvas rem belakang, 550.000, kanvas rem depan 650.000
    4. AC: kompresor, drier, radiator, expande, 3,72 juta.
    Yang rutin: pertamax, 500-700.000/bulan

    26-06-08 11:46
  • 26. darmo

    Nggak, mau sharing aja. Cerita mas Bambang persis dg yg saya alami. Saya baru pake setengah th yg lalu. Dari th 2001 saya sdh ngiler pengin punya. Tp duit gak nutut. Mumpung hrg sdh turun, sy lgsg hunting +/- sebulan. Alhamdilillah sampe hr ini gak nemui problem serius kec ganti seal power steering. Makenya juga nggak sering2 amat. Pernah ngalami problem mas?

    26-06-08 10:45
  • 25. prastowo

    Wah masih, tapi hanya saya gunakan untuk jalan-jalan dengan keluarga. Untuk aktivitas transportasi sendiri sehari-hari (yang sendirian) saya bersepeda.

    22-06-08 01:55
  • 24. darmo

    Carnivalnya msh ada mas Bambang?

    20-06-08 02:06
  • 23. faozy

    iklan gratis mobil dan motor semua merk, kalo mau cari juga bisa tinggal ketik aja, silakan masuk di www.adajuga.com dijamin gratis

    12-06-08 10:45
  • 22. dr H Kukuh Hariyanto,SpOG

    Saya pemakai Carnival Diesel 2003,beli baru paling cocok untuk keluarga,nyaman,AC ok,Per Mac Person,Hanya Pajak MAHAL,purna jual anjlok. Suku cadang mahal,tpi saya tetap sayang krena cukup tangguh.

    01-06-08 07:22
  • 21. aiygp

    saya coba enak banget engga boros lagi

    28-04-08 06:38
  • 20. mas dedi

    ha ha ha perjalanan panjang untuk mendapatkan Carnival......

    selamat.... !!! salam dari bekasi

    05-04-08 08:43
  • 19. Prastowo

    Oh ya, sebenarnya masih ada gumun 6, yaitu power spion. Posisi kaca spion (naik, turun, ke luar, ke dalam) bisa diatur dengan tombol. Tapi tidak saya tambahkan karena sempat saya senggolkan cagak anim dan tidak lagi berfungsi seperti sedia kala.

    22-03-08 04:18
  • 18. Prastowo

    Ais, anak sulung saya bilang: "Pak, kita jangan terlalu kaya, supaya masih bisa nggumun."
    Saya tidak tahu maksudnya sampai berkesempatan mencoba mobil Kia Carnival sekeluarga. Gak jauh-jauh sih, cuma ke Galeria Mall, tapi jalannya muter ewat ring road.
    Gumun 1: Sun roof. Ada jendela kaca di atap mobil. Wah duh, kapan membukanya? Sayang dong ACnya kalau atapnya dibolongi. Kalau pun masih disisakan tutup kaca, siapa mau memasukkan sinar matahari ke mobil?
    Gumun 2: power window. Tiap kali buka tutup kaca mobil pakai tombol, hati deg-deg-an apa tidak menghabiskan listrik aki?
    Gumun 3: power seat adjusment. Ini keterlaluan. Mosok untuk mengatur kemiringan sandaran, posisi maju mundur, naik turun, miring depan belakang dari kursi sopir pakai tombol listrik?
    Gumun 4: kursi baris tengah bisa diputer kebelakang, jadi, penumpang belakang bisa berhadap-hadapan seperti di kereta api.
    Gumun 5: saat di ring road tanpa terasa mobil melaju diatas 80 km/jam dengan kestabilan tinggi.
    Gumun terakhir: isi bensin Rp. 300.000,-- belum mencapai full tank. Nanti kalau ada gumunan baru saya akan tambahkan lagi.

    22-03-08 04:11
  • 17. Prastowo

    OK, ini saya kirim foro mobil mungil Mazda MR90 dan mobil bongsor Kia Carnival .

    22-03-08 03:58
  • 16. eKO sw

    Eh,sudah jadi beli mobilnya ya Pak? Di kirismi kesini atuh gambarnya
    ^_^

    20-03-08 03:24
  • 15. farid

    Nissan grand livina aja

    19-03-08 10:42
  • 14. Prastowo

    Wah... sudah dapet mobil mewah untuk ukuran saya.

    13-03-08 01:23
  • 13. Tien Sribimawati

    Avanza atau Xenia saja, Mas Bambang...... Simple, engak neko-neko, dan enggak rewel... Kayaknya cocok ama kepribadian Mas Bambang.......

    12-03-08 02:05
  • 12. Efendi

    siip kelihatan gagah mobil carnival hitamnya,selamat mudik kemalang dan si ragil enjoy aja didalam carnival

    08-03-08 08:51
  • 11. Efendi

    siip kelihatan gagah mobil carnival hitamnya,selamat mudik kemalang dan si ragil enjoy aja didalam

    08-03-08 08:50
  • 10. Sudarmoko

    congratulation, have a nice car

    05-03-08 08:11
  • 9. Prastowo

    Wah... ceritanya panjang pak Dani. Terimakasih atas doanya; semoga saja saya benar-benar selamat dalam memelihara benda mahal. Setelah mendapat kesempatan membawa mobil Korea Kia Carens selama 2 hari itu, saya mulai berpikir mencari mobil matic. Mobil yang ditawarkan untuk saya beli itu akhirnya saya kembalikan antara lain karena minimnya bagasi. Saya bayangkan kalau mudik ke Malang menggunakan mobil ini kami akan kerepotan menempatkan barang-barang bawaan mudik berupa logistik snack perjalanan dsb. Memang ada planggrangan barang di atap, tapi sifat paranoid saya tidak mengijinkan menempatkan barang pada posisi yang relatif mudah dicuri. Alasan lain mulai terpikir untuk membeli mobil baru.

    Sementara itu, Eva terus asik baca-baca iklan jual mobil di KR dan Internet. Pada awalnya saya hanya melihat dibagian Opel Blazer. Setelah mulai melihat Kia Carens, Carnival mulai dilirik karena dari ukurannya jelas muat kami sekeluarga dan cukup ruang untuk bawa barang-barang. Minggu lalu setelah mengantar Ahmad sekolah jam 2 siang, Eva ngampiri saya untuk melihat mobil Carnival tahin 2001 yang ditawarkan di KR; janjian sebelum jam 3. Mungkin itu yang namanya jodoh. Dengan melihat-lihat kondisi luar dan dalam, dan mencoba berkeliling sebentar, kami sudah merasa ada kecocokan.

    Setelah tanya-jawab, dan bincang-bincang harga, kami balik kembali menjemput Ahmad jam 4 sore tanpa ada ikatan kesepakatan meskipun sudah ditemukan harga bila jadi. Karena Eva jelas menyukainya, sampai di rumah saya putuskan untuk menyatakan OK. Tanda jadi satu juta rupiah saya transferkan lewat sms banking. Begitulah cerita awal Prastowo bawa Carnival.

    Observasi awal:
    1. Carnival ber CC 2500. Dalam pemakaian saya merasa seperti menggunakan setrika watt besar. Untuk pemakaian kecil, setrika satu dua baju, pemakaian listrik menjadi boros. Setrika watt besar menjadi hemat kalau load pakaiannya besar.

    2. Saya tengok di STNK, pajaknya nyaris mencapai Rp.2,4 juta. Ini berarti ekstra Rp.200.000,-- perlu disisihkan tiap bulannya untuk membayar pajak. Bandingkan dengan pajak MR90 yang hanya Rp. 255.000,-- (Rp.21.250,--/bulan).

    04-03-08 09:38
  • 8. mardhani

    selamat pak prast atas mobil "new"-nya, boleh pak share pengalaman berhasil memutuskan mengakuisis mobilnya.

    04-03-08 08:26
  • 7. sudarmoko

    saya punya buku manual, memang disitu tertera secara explisit petunjuk penarikan mobil kalau mogok, ada gambarnya yang sistem matic harus dg derek sedang yang manual dpt ditarik biasa (ke4 roda menanapk di tanah), dealer mobilnya sendiri juga bilang sistem matic hrs diderek kalau mogok. Info dari teman yg punya matic juga idem dito. Matic baru nggak masalah, tapi kalau usia sdh 5 - 8 th kan sudah mulai ada kerewelan2 pak, lha kalau istri atau bocah sing rewel iso dikandani, lha nek mobil bgm cara ngandaninya. Tapi perlu cari info sendiri pak, biar akurat.

    03-03-08 09:36
  • 6. prastowo

    Lho? Kan ada posisi netralnya? Kalau gak boleh didorong, gimana dong untuk parkir di tempat yang petugasnya minta kita nolkan posisi giginya? Bisa rusak kalau disurang-surung petugas parkirnya?

    28-02-08 12:27
  • 5. sudarmoko

    yang matic kalau mogok tdk boleh didorong, harus memanggil mobil derek karena roda (entah depan atau belakang tergantung sistem maticnya) tdk boleh berputar, sedang kalau manual dapat ditarik mobil utk dibawa ke bengkel terdekat. Lha iya kalau mogok di kota, lha kalau luar kota yg nggak ada mbl derek gimana ? Utk Yogya, sistem matic belum terlalu terasa manfaatnya, lain kalau Jakarta.
    Saya pernah punya Panther, pengalaman punya mobil diesel, pada usia 6 tahun sudah mulai kemragad. Selamat hunting mobil pak.

    28-02-08 10:58
  • 4. prastowo

    Ini saya sedang "test drive" pinjam Carens teman (Carens I, 2001). Kalau dibanding Kijang, jelas terasa lebih nyaman dikendarai, senyaman sedan. Tapi bandingannya ya sedan MR90 . Beberapa hal yang membuat saya mikir-mikir membeli Carens:

    • Body rendah, saya bandingkan sepertinya sama rendah dengan sedan MR90 saya; dengan kondisi alam Indonesia seperti ekarang ini, saya pikir lebih baik beli mobil tinggi.
    • Posisi tempat duduk di belakangan makan habis ruang bagasi. Kalau mau bawa barang, jok belakang harus ditekuk. Lha masalahnya kalau jalan jauh sekeluarga gimana? Ada planggrangan bagasi di atas, tapi apa ya tega taruh barang di luar? Bagaimana kalau hujan? Bagaimana keamanannya saat mampir warung makan?
    Transmisi matic ternyata memang menyenangkan. Rasanya seperti naik boom-boom car. tinggal pijak gas dan rem saja.

    27-02-08 03:45
  • 3. eigun

    Kalo opel blazer sekarang udah di takeover sama chevrolet kelihatannya, jadi di cek juga dukungan sparepart-nya, panther patut di coba... (sok tahu).

    27-02-08 10:52
  • 2. sahal

    ga pernah melirik panther pak? atau kalo yang mendekati kijang dengan harga yang lebih rendah mitsubishi kuda, cuman nyarinya yang susah di jogja. Kalau mau sih, cari di Jakarta trus balik nama (harga mobil di jakarta dengan jogja bisa selisih ampe 5jt, kalo pajak mobilnya ga terlalu mahal -+1jt, paling bea balik nama sekitar 2-3jt), tapi kalo beli di jakarta harus punya kenalan makelar yang bisa dipercaya (beli dimanapun kayaknya juga gitu sih)

    27-02-08 10:19
  • 1. Prastowo

    Wah...

    25-02-08 08:59