Menengok Pemikiran Terkini para Dewa TIK di ACM

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Menengok Pemikiran Terkini para Dewa TIK di ACM

Date: 20-11-14 03:18
Bacaan Communication of the ACM Oktober 2014. Weh kok telat ya datangnya?

Ada pembahasan artikel Juli tentang Responsible Programming. Singkat cerita Vinton Cerf menggagas seharusnya programmer bertanggungjawab atas kualitas dan keamanan software yang dihasilkannya. Selama ini semua programmer/software developer berlindung di balik disclaimer yang mengatakan bahwa software diserahkan as is (sebagaimana apa adanya). Pengembang tidak bertanggungjawab atas kerugian yang ditimbulkan dari penggunaan software itu.

Sejak zaman saya sekolah di Kanada dulu banyak computer scientist yang memulai mengembangkan programming tool yang melakukan cek keamanan dan kebersihan software secara otomatis. Idenya seharusnya tool-tool semacam itu wajib digunakan. Masalahnya kebanyakan tool-tool itu dijual/disewakan dengan harga lumayan tinggi. Ini semacan evidence based medicine yang mewajibkan diagnosa dokter harus berdasar hasil pemeriksaan menggunakan teknologi kesehatan (scan, lab, dsb) terbaru. Di dunia kedokteran, kewajiban ini mengakibatkan biaya pengobatan melonjak drastis. Apakah ide serupa layak diterapkan di dunia pengambangan software dimana programmer tidak boleh lagi berlindung di balik disclaimer?

Artikel berikutnya membahas Gradual Evolution tulisan Neil Savage. Saya tertarik dengan tulisan ini karena penelitian saya dulu sangat dekat dengan yang dibahas yakni evolusi paradigma bahasa pemrograman. Programmer zaman Fortran dan Pascal tentu ingat bahwa data yang ditampung suatu variabel harus ditetapkan dulu tipenya sebelum variabel itu digunakan: integer, string, record atau apa pun. Dengan deklarasi variabel, kesalahan ketik nama variabel atau salah masuk data bisa diminimalkan dan sekaligus compiler bisa menata data di memori dengan sangat efisien dengan pengalamatan yang jelas.

Perkembangan kapasitas hardware baik untuk komputasi maupun penyimpanan data mengakibatkan upaya penghematan seperti normalisasi data bisa diabaikan. Kemudahan akses dan kejelasan program bisa diperlakukan lebih penting dari penghematan storage/memory. Selain melimpahnya ruang di storage dan memory, programmer juga dimanjakan model pemrograman script. Deklarasi variabel dianggap merepotkan. Kita bisa langsung saja gunakan suatu nama variabel untuk menampung data tipe apa pun. Kalau perlu variabel yang sama bisa diasosiasikan dengan data dengan tipe berbeda pada langkah berikutnya. String teks yang terlihat seperti angka bisa langsung diperlakukan sebagai angka pada ekspresi dengan operator aritmatika.

Perl, PHP, Python, JavaScript, Ruby, Erlang, dan semacamnya menarik perhatian dan semakin banyak penggemarnya sampai-sampai software sistem informasi skala sebesar Facebook pun diprogram dengan PHP dan JavaScript. Untuk software ukuran raksasa seharusnya menerapkan static typing untuk memudahkan pelacakan penggunaan variabel. Masalahnya tidak mudah menstatickan begitu saja software yang sudah terlanjur berkembang dibawah paradigma dynamic typing. Anders Hejlsberg mengenalkan TypeScript, bentuk baru interpreter JavaScript yang dilengkapi fasilitas yang bisa memperlakukan program seolah-olah dikawal dengan lingkungan pemrograman ala static typing.
Dynamic atau static typing pada dasarnya adalah pilihan binary. TypeScript mencoba berada ditengah dengan memberi pilihan yang bisa setengah-setengah. Boleh jadi untuk bagian software lama, sistem membiarkan tetap dynamic sebagaimana asalnya dan untuk selanjutnya, pengenalan variabel baru harus static. Mana-mana yang perlu dideklarasikan ala static typing languange bisa dipilih dan ditentukan oleh programmer. Hejlsberg menyebutnya optionally typed language sementara Jeremy Siek dari Indiana University menyebutnya gradual typing.

Selanjutnya ada bacaan tentang penggunaan teknologi scanning untuk memotret 3d seutuhnya sampai kebagian dalam dari benda-benda purbakala di museum. Bitcoin masih dibicarakan tidak lagi sebagai uang tapi sebagai komoditas (diperjual belikan) yang dihasilkan dengan menjalankan program komputer.

Teman-teman yang sedang jadi pengurus perguruan tinggi perlu baca tulisan Henry Lucas yang membahas program-program studi yang dikembangkan dengan pola student centered sepenuhnya sehingga penyelenggaraan pendidikan bisa memanfaatkan teknologi komunikasi sepenuhnya.

Yang seneng kriptografi ada lahan penelitian baru setelah model SSL dengan sertifikat RSA yang dikeluarkan agen-agen pengelola kunci publik sudah terbukti bisa diakali dengan teknik penerobosan yang dikenal dengan istilah man in the middle attact. Ben Laurie mengenalkan salah satu model alternatif dengan nama certificate transparency yang dirancang mengikuti model bitcoin. Membaca artikel di ACM ini sepertinya kita bisa coba merancang skema sendiri dengan memperhatikan syarat-syarat keamanan yang dijelaskan di dalam artikel tersebut. Artikel selanjutnya membahas merosotnya bisnis https seiiring dengan temuan permasalahan di situ.

Masalah keamanan jaringan Internet yang sebenarnya sudah diprediksi dari kesederhanaan model protokolnya mulai dimanfaatkan orang. Masalah bisa terjadi pada level local area network (arp spoofing dan semacamnya) sampai level routing di level global (BGP), sementara itu problem dari openDNS belum tuntas diselesaikan. Sharon Goldberg menjelaskan skema RPKI untuk melindungi informasi routing tidak sekedar pemasangan digest di header namun melibatkan sertifikat dari signing agency mirip-mirip sertifikasi ssl. Dugaan saya, ujung-ujungnya solusi ini punya masalah man-in-the-middle juga.

Wah... akhirnya ada yang membahas struktur data Wikipedia yang mengikuti model network yang pakai link html sana sini. Saya pikir teman-teman big data perlu menyimak artikel ini untuk mememahami bagaimana memanen data yang murni dibangun dengan model plain html. Topik menarik untuk yang seneng kutak-katik semantik web. Dapatkah kemanfaatan wikipedia dapat ditingkatkan dengan penerapan semantic web sepenuhnya?

UGM baru saja mengganti core switch Cisco dengan Huawei S12712 yang menurut spesifikasinya sudah support Software Defined Networks. Ide SDN adalah memberi kemudahan pengaturan jaringan secara software sepenuhnya. Belum sempat baca detail artikelnya. Feeling saya SDN ini membungkus command-command konfigurasi jaringan seperti yang di CISCO atau Microtik dengan semacam bash scripting programming language sehinggi dimungkinkan ada dinamika jaringan yang terkontrol seperti software dengan perintah-perintah loop, branching, if-then-else, dan sebagainya.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 7623 di