Pikir dulu sebelum berbuat baik

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pikir dulu sebelum berbuat baik

Date: 10-02-16 11:54
Dunia ini semakin rumit. Untuk berbuat baik saja kita perlu berpikir panjang tentang dampaknya ke depan. Contoh, ada yang berpendapat bahwa tidak baik kita berbagi receh dengan pengemis jalanan. Ada yang bilang, bersedekah itu urusan pribadi yang melakukannya dengan Allah s.w.t. Bahwa tindakannya bisa menyulitkan proses pembinaan anak jalanan itu urusan orang lain.

Kalau di jalanan ada persoalan dengan uang receh, di media sosial ada persoalan dengan tenaga/waktu receh. Banyak orang berbesar hati mensedekahkan waktu dan tenaga recehan (tidak pakai mikir panjang) untuk berbagi \'berita baik\' yang diterimanya ke semua group chat yang diikuti. Contohnya, beberapa waktu lalu banyak orang berbagi daftar panjang (sekali) pengumuman penerimaan CPNS yang memuat website penerimaan itu. Saya dapatkan daftar itu hampir di semua group chat yang saya ikuti. Apakah teman fb ada yang ikut ambil bagian sharing daftar pengumuman penerimaan CPNS itu?

Pagi tadi saya baca di koran KR berita Kemenpanrb melaporkan ke Bareskrim ada 17 situs web penerimaan cpns palsu yang dinyatakan melakukan penipuan. Kenyataannya sampai hari ini Kemenpanrb belum menyusun rencana penerimaan CPNS, artinya daftar panjang penerminaan CPNS yang beredar di group chat itu palsu.

Sektar 25 tahun lalu saya mengikuti tausiah teman dari IAIN yang membahas hadith “Cukuplah seseorang dikatakan sebagai pendusta apabila ia mengatakan semua yang didengar” Muslim no. 5 dalam konteks bahayanya memforward email sembarangan. Waktu itu group chat belum marak.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik CE33 di