Menekan Pornografi Internet Kampus

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Menekan Pornografi Internet Kampus

Date: 27-04-08 04:42

Sudah setahun Andi Publishermenerbitkan buku berjudul: 500+ Gelombang Video Porno Indonesia - Jangan Bugil Di Depan Kamera! yang ditulis oleh Sony Setiawan. Pagi tadi saya beruntung bisa berada dalam satu forum diskusi dengan penulisnya. Dari diskusi itu baru saya sadari betapa dahsyat persoalan pornografi yang dipicu oleh kemudahan komunikasi data saat ini. Sebagai pengelola sistem jaringan komunikasi data di kampus, saya ikut menanggung beban dosa bila ada aktivitas pornografi di lingkungan kampus UGM.

Di Indonesia ini banyak hal yang heboh pada awalnya tetepi sedikit-demi sedikit dilupakan begitu saja setelah diketahui bahwa yang heboh itu ternyata menjadi kenyataan persoalan yang tidak mudah diselesaikan. Lumpur Sidoarjo-Porong pada kenyataannya tidak menyurut tetapi justru semakin dahsyat. Namun nampaknya masyarakat sudah lelah mengikuti beritanya terbukti dari menyurutnya permberitaan di media-media massa. Berita video porno karya anak bangsa yang sempat meledak dengan picu Bandung Lautan Asmara saat ini sudah tidak lagi menjadi perhatian media massa. Padahal, menurut mas sony peredaran material pornografi saat ini justru semakin tinggi baik volume maupun jangjauan penyebarannya.

Perhatian pengelola teknologi informasi dan komunikasi kampus saat ini habis tercurah pada peningkatan kualitas infrastruktur baik internal kampus maupun antar perguruan tinggi (Inherent/Jardiknas). Kalau pun menyangkut content, pembicaraan hanya terpusat pada penyelenggaran e-learning dan pengembangan repository data-data dan sistem-sistem program komputer. Boleh dikatakan tidak pernah ada pembahasan sampai pada pencegahan perkembangan aktivitas pornografi di kampus.

Mengikuti sepak terjang mas Sony Setiawan, sungguh malu rasanya tidak begitu serius mengurusi masalah pemberantasan pornografi ini; pada hal, lalulintas komunikasi data UGM yang gatewaynya lebih dari 50 mbps saat ini dipercayakan pada saya. Begitu ingnorant-nya saya sampai-sampai nama Miyabi yang sudah menghebohkan Indonesia sejak tahun 2005 baru saya ketahui melalui artikel miyabi effect baru-baru ini.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 71B1 di
  • 10. adi

    setuju nga ama demo ?

    14-08-08 03:53
  • 9. marisi

    @adi
    "bukan apa yang telah diberikan negara untukmu, tetapi apa yang qm berikan terhadap negara...."

    >>> IMHO, prinsip hidup kita ini ga jauh-jauh amat dengan istilah "take and give". Jika negara sudah berbuat banyak buat rakyat, yang namanya nasionalisme ga perlu dibeli juga bakal keluar sendiri. Nah, negara pengen rakyatnya nasionalis tapi tetap aja ga populis. Rakyat ga suka, ya demo (dimana-mana juga begitu). Toh salah satu tugas pemerintah kan membawa rakyat indonesia ke depan gerbang kesejahteraan (selain kemerdekaan). Ya, tentu saja ada pro dan kontra. Ada yang udah puas & ada yang tidak.

    Ada istilah yang saya suka: "Pikiran logis berjuta orang memiliki persentase kecil untuk menjadi salah". Kalau mau tahu pendapat rakyat kebanyakan, ya nanyanya kepada orang2 disekitar kita bukan di gedung MPR/DPR.

    NB: Saya ga pengen komentarin masalah demo teman2 mahasiswa. Toh yang selama ini yang menjadi salah satu motor reformasi yang kita bersama rasakan selama ini kan para mahasiswa juga (selain pihak lain).

    Tapi, sebelum beberapa orang menjadikan saya seorang pahlawan, perlu saya perjelas klo saya belum pernah demo sebelumnya. Saya belum pernah ditempa terik matahari ketika berbicara dengan menggunakan hati nurani saya. Hal ini lebih kepada *ketidakterlalupedulian* saya kepada nasib bangsa ini. Demo itu ga mudah. Cape. kebetulan juga, saya lebih suka mengetik.

    Masalah Oprah Winfrey, saya memang ga punya tv, jadi ga liat jelas beritanya/masalahnya. Saya lebih suka baca koran gratis di kampus (klo lagi mood).

    anyway, makasih mas dah mau comment tulisan saya yang ga terlalu penting itu. Trims.

    09-05-08 08:36
  • 8. adi

    semua berawal dari moral dan dari kecil, jadi tujuannya adalah melindungi generasi muda dari kepentingan "nafsu setan " orang lain, bayangkan ada situs porno yang berani membayar hitungan menitnya bagi penyumbang film lokal sampai rp.100rb, mw jadi apa generasi muda kita yang sudah dirusak teman2 sesama mahasiswa mencontoh demo dengan bskar ban dan macam2 tanpa mengetahui maknanya....

    09-05-08 09:22
  • 7. adi

    @marisi

    tidak mudah mengatur suatu negara yang tiap manusia2nya punya bermacam2 keinginan,

    dan tiap2 keinginan minta di turuti, namun,terkadang hati ini tidak pernah puas, sehingga apa2 yang diekspos dibuat luar biasa, tetapi prestasi yang lain ataupun suatu usaha tindakan memperbaiki tidak di hargai,

    negara ini punya dana terbatas, setiap sektor butuh dana, padahal pemasukan dari pajak terbesar, sedangkan entreprneurship kita dibawah 2% tentu saja penerimaan tidak sebesar yang dibayangkan,

    mari kita memiliki prinsip pejuang "bukan apa yang telah diberikan negara untukmu, tetapi apa yang qm berikan terhadap negara...." smw yang negara berikan membutuhkan dukungan, kalau negara mw memblokir, tentunya hal itu untuk kebaikan anak2 dan orang tua yng tidak mengerti apa yang d lihat anaknya, tapi krn tiap manusianya punya keinginan masing2 jadi yah ga pernah puas, karena kepentingannya terhalangi, bakar ban dan mengganggu kepentingan umum, merusak sarana umum (kaya anak kecil lg ngambek) yang notabenenya malah menambah pengeluaran negara dan merugikaqn orang lain, (yang bayar pajak kan bukan individu itu saja) malah yg bayar pajak besar terganggu kepentingannya, padahal pembayar pajak besar juga memberikan kontribusi terhadap sekolaH2 YG DIPERBAIKI DARI PAJAKNYA, malah kita yang demonstrasi merusak smwnya,
    sadarlah kalian saudara2 sesama mahasiswa, bhwa tingkah laku kalian sudah kelewatan dan ky anak kecil..... untuk apa kuliah...?? untuk apa berorganisasi? padahal organisasi seiprit dibandingkan negara aja dah kelimpungan nyari dana sampai menjual harga diri dan bangsa sendiri ngemis dana dan menjadi antek barat......

    ya qwi hilangkanlah penyakit hati ini......

    09-05-08 09:17
  • 6. marisi

    @prastowo
    Maaf, pak. Saya kira perlu klarifikasi klo saya seorang cowo. Ga tau klo sekarang yang cowo disebut mbak & yang cewe disebut mas. Atau malah mbok.

    Baguslah klo pemerintah memang *sehebat* yang bapak katakan (mengurusi byk hal). Soal acara Oprah Winfrey, saya ga punya tv, pak. Jadi ga tau jelas masalahnya. Ntar diomongin malah takut salah.

    @Eko
    Ya, mas. Semoga berhasil juga. Trims.

    07-05-08 10:30
  • 5. Hanan

    Waduhhh.. Pak Pras tertarik Miyabi juga pak??
    hehehehe J/K
    mau ikut ikutan cekal kayak dewi persik ya pak?

    Salam

    06-05-08 09:24
  • 4. Eko SW

    @ marisi : itu bukan pemimpin namanya kalau tidak mengurusi hal2 yg oleh umum dianggap biasa2 aja.

    Smg berhasil

    05-05-08 11:19
  • 3. prastowo

    Waduh, saya tahu, banyak hal yang diomongkan pemerintah. Mereka sudah nurut kok dengan nasehat mbak (atau mas?) Marisi Mereka tidak cuman ngurusi porno. Mereka juga ngurusi pengangguran, sekolah bobrok, dst yang juga dari dulu ga ada habisnya.

    Dari laporan mendiknas di sambutan pada upacara hardiknas, saya dengar beberapa tahun terakhir telah direhap puluhan ribu sekolah. Masalahnya, di Indonesia ini ada ratusan ribu sekolah, jadi tetap saja kita melihat berita sekolah roboh meskipun sudah puluhan ribu direhap. Itulah Indonesia. Di salah satu acara Oprah, terungkap pula adanya sekolah di Amerika yang atapnya sudah ambrol.

    04-05-08 08:17
  • 2. marisi

    Memang benar. Porno itu berbahaya buat generasi muda seperti kami yang sering masih mencari pelampiasan jika sudah sampai kebablasan. Beda hal bagi yang sudah menikah.

    Tapi, klo menurut saya pribadi, pemerintah harus lebih fokus kepada hal2 yang lebih mendasar & penting seperti: pendidikan, kesejahteraan masyarakat, harga bahan pokok, dsb. Jangan cuman ngurusin porno yang dari dulu2 ga ada habisnya karena memang lebih menyangkut tiap pribadi. Ga ada gunanya ngucurin banyak dana buat ngeblok situs2 semacam itu, selalu ada cara untuk mengatasinya. Lebih baik ngucurin dana buat hal-hal yang lebih krusial, termasuk memberi saya duit buat mendirikan partai baru: Partai Miyabi Fans Club Indonesia Merdeka (becanda, pak).

    04-05-08 07:12
  • 1. Eko SW

    ada hal2 yg sebenarnya sangat besar perkaranya, tp dianggap remeh temeh. Salah satunya ya Pornografi ini.

    28-04-08 12:16