dasar memilih partai wakil kita

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

dasar memilih partai wakil kita

Date: 17-10-08 08:32
Sebagai warga negara indonesia yang bukan anggota partai tertentu, kita harus melakukan seleksi partai mana yang akan kita pilih sebelum masuk bilik pemilu. Saat ini kita berhadapan dengan puluhan partai. Bagaimana memilihnya?

Kita mendapat informasi tentang partai dari kampanye yang saat ini sudah dimulai dengan iklan tv dan mungkin radio (saya jarang mendengarkan radio). Selain itu, kita bisa juga mendapat informasi dari teman atau media massa. Yang mana yang kita pilih? Iklan TV jelas tidak bisa diandalkan untuk dipertimbangkan. Iklan rokok, produk yang jelas-jelas merusak kesehatan, sering terlihat lebih bagus dari iklan-iklan lain. Nampaknya memang produsen rokok punya dana cukup besar untuk membiayai pembuatan iklan yang bagus. Apakah iklan partai yang bagus-bagus punya karakteristik yang sama?

Bagaimana dengan berita koran? Banyak kejadian yang dilaporkan media massa diduka membawa muatan politik. Setelah berita pembakaran padi super toy mereda, belakangan muncul berita pembakaran padi MSP. Entah berita apa lagi yang disodorkan ke kita melalui TV dan koran dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Mungkin bisa juga kita tengok langsung karakter kader-kader partainya. Ini bisa kita tangkap dari perilaku kampanye jalanan. Dulu saya pernah pergi ke Malang pada masa kampanye. Setiap kali berpapasan dengan rombongan kampanye partai tertentu kami harus minggir karena peserta kampanye mengacung-acungkan tongkat dengan sikap menakut-nakuti pengguna jalan lain. Tidak jarang mereka dengan ancaman pentungannya meminta uang atau rokok. Entah musim kampanye mendatang. Jangan pilih partai yang tidak memberi pelajaran sopan santun pada kadernya.

Bagaimana dengan kaum elit partainya? Coba saja simak kantor-kantor partai. Amati saja mobil-mobil para pemimpin partainya. Saat ini zaman kita bekerja keras mengentaskan bagian besar dari rakyat Indonesia dari kemiskinan. Sangat janggal bila disuatu forum berbicara membela rakyat miskin, diforum lain bermegah-megah dengan mobil mewah. Mungkin kita bisa membuat photo gallery tempat parkir kantor partai? Apakah memang sebaiknya kita memilih partai yang pengurusnya kaya. Logikanya, orang yang sudah kaya tidak perlu korupsi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Saya pernah menjumpai iklan di koran yang menurut saya janggal. Iklan tersebut menawarkan pada para targetnya untuk menjadi calon bupati yang diusung partai pemasang iklan. Janggalnya adalah, dalam iklan tersebut termuat biaya puluhan juta rupiah untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati di partai yang bersangkutan. Belum lama ini, saya juga melihat iklan lowongan caleg. Dalam iklan tersebut tercantum biaya pendaftaran, nilai infaq yang diperlukan untuk dicantumkan pada urutan 1 atau 2. Apa maksudnya? Ingin menunjukkan transparansi dan akuntabilitas?

Bagaimana dengan blog partai serta anggota/calon anggta legislatifnya?


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 44A3 di
  • 1. dedi_i

    Tidak ada jaminan orang yang kaya (banyak hartanya) tidak korupsi pak (tetap merasa miskin). Sementara mencari orang yang benar-benar kaya juga susah, dalamnya hati ga ada yg tau. Duh, ada solusi nggak kalo dah begini?

    06-12-08 08:07