Rekreasi Keluarga

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Rekreasi Keluarga

Date: 30-06-08 03:48 Hari Sabtu, 28 Juni 2008, Sekolah Khusus Autisma Dian Amanah tempat Ahmad belajar mengadakan acara sosialisasi sekaligus piknik akhir tahun ajaran di Taman Kyai Langgeng. Setelah diskusi keluarga, kami putuskan sekaligus memanfaatkan acara ini untuk rekreasi keluarga di lokasi dekat taman itu, yakni Hotel Puri Asri.
Saya tanya beberapa teman, hotel ini memang asri meskipun diakui mahal. Dengan adanya acara ini, istri saya mulai cari-cari informasi di Internet. Waktu itu, katanya menemukan website www.puriasrihotel.com tetapi ternyata saya akses sekarang website itu tidak aktif. Dari browsing internet, perhatian tertuju pada blog mbot.multiply.com. Agung, nama pemilik blog itu menceritakan pengalamannya menginap di hotel Puri Asri. Ada banyak diungkap tetapi yang paling mengasankan adalah penjelasannya bahwa untuk menginap di hotel ini perlu stamina tinggi karena bagian-bagiannya (restoran, kamar) terletak berserakan di perbukitan. Sepertinya sih cukup menantang.

Pada tahap pemesanan hotel agak bikin frustrasi. Pasalnya, travel langganan saya menunda-nunda pemesanannya karena mungkin masih mengusahakan discount. Awal liburan sekolah mana bisa dapat discount? Akhirnya istri saya pesan sendiri dengan rate normal seperti yang di website: Rp568.000,--/kamar. Kami pesan 2 untuk satu malam saja. Deposit sebesar pemesanan satu kamar harus ditransfer sebagai tanda jadi. OK.

Website mengatakan check-in time 13:00. Sempat masuk rombongan Dian Amanah sekitar 2 jam, kami masuk area hotel jam 13:00. Resepsionis bilang kamar siap jam 14:00. Kami dipersilakan main dulu di arena permainan anak-anak. Kesiapan hotel kami tunggu di kolam renang. Sementara Ahmad dulu yang masuk air karena mudah tidak perlu ganti di tempat khusus. Karena harus ada yang jaga, Atikah (yang kelas 4 SD, sudah dinyatakan naik ke kelas 5) saya minta menemani Ahmad. Tepat jam 14:00, kamar belum juga siap. Jadi kami tetap saja duduk-duduk sambil mengawasi Ahmad di kolam. Menjelang jam 3 baru datang petugas bawa kertas pendaftaran minta KTP saya. Lho? Kan sudah diminta di atas tadi?

Kesan pertama masuk kamar: sempit. Saya berharap rate 568.000,-- di Magelang sedikit lebih longgar dari kamar hotel Haris Tebet Jakarta yang 460.000,--an. Mungkin selisih itu untuk biaya sewa teras yang biasanya tidak ada di hotel perkotaan pada umumnya. Kamar-kamar di Puri Asri dibuat dengan format perumahan. Ternyata anak-anak, yang kuper seperti orangtuanya, lebih menyukai hotel biasa yang lorong jalan masuknya tidak terlihat dari dalam kamar. Dengan format perumahan, privasi kami terasa kurang terlindungi karena sewaktu-waktu banyak orang lalu lalang di depan kamar. Lapisan korden blackout harus ditutup bila tidak ingin terlihat dari luar. Tapi kalau korden blackoutnya ditutup, bagaimana kami bisa menikmati pemandangan alam yang menjadi andalan Puri Asri?

Masuk lebih dalam kami semakin kurang nyaman karena di minibar depan kamarmandi terpajang berbagai minuman keras dalam botol kecil-kecil. Di lemari es tersedia bir. Nampaknya Puri Asri tidak peduli dengan pangsa pasar Muslim. Mungkin mereka sudah merasa aman dengan pangsa non Muslim. Kesan ini diperkuat dengan pemajangan menu famous/favorite Puri Asri berupa iga babi dan sosis babi serta menu-menu babi lain (bacon, dsb) di bagian depan buku room service. Disandingkan dengan menu-menu babi seperti ini, bagaimana kita bisa nyaman memesan makanan restoran? Saya tidak menemukan panah petunjuk kiblat tetapi karena posisi matahari terlihat jelas, tidak ada kesulitan menemukan arah kiblat yang ke barat agak ke utara.

Sore hari kami sempat jalan-jalan di tepi kali progo. Sudah lama saya tidak menjamah kali. Dulu waktu masih SD, saat tinggal di Blunyah Petinggen, saya sering turun ke kali Code. Sebelum banjir lahar dingin, banyak batu-batu besar berserakan di kali dan airnya sangat jernih dengan belik di kiri kanan sungai. Tepian sungai Progo di area hotel tertata bersih lengkap dengan bebatuan seperti tempat bermain dulu kecuali batu-batunya tidak ada lagi yang segedhe kerbau. Sayang waktu sudah mendekati magrib sehingga tidak sempat eksplorasi lama di tempat bermain anak.

Untuk sarapan pagi, kami minta jemputan mobil. Ternyata kondisi mobil tidak seburuk yang diceritakan Mbot's. Dengan muatan penuh, station jendela terbuka ini bisa menanjak menuju restoran dengan baik. Karena kami ber 6, ada tambahan charge satu orang Rp.60.000,-- (yang terkecil Ahmad tidak dihitung dan memang dia tidak pernah bisa ikut makan di restoran). Kami sepakat pilihan makanan di situ cukup lezat. Masing-masing mengambil kesukaan sendiri. Saya tentu saja mengambil mi goreng jawa. Acara pagi Ahmad dan Tika kembali masuk kolam renang. Kali ini kolam cukup rame dibanding kemarin. Saya, Ais dan Asma sempat mencoba mendekati tempat yang kami pikir bagus. Setelah mencoba memutar kali mencari jembatan, kami berkesimpulan tempat itu tidak bisa dicapai dari area hotel karena masuk area taman kyai langgeng.

Setelah lelah bermain air, Ahmad tertidur jam 10-an, Eva dan mbak-mbak jalan-jalan dan sempat mbakso di kafe tepi kolam renang; saya sendiri dengan alasan jaga Ahmad, lebih suka nyantai saja istirahat.

Pengalaman terakhir lumayan bikin deg-degan. Saat menjanjak ke frontdesk, saya ambil ancang-ancang kecepatan tinggi. Ternyata style ini tidak cocok untuk mobil otomatic. Carnival saya terlanjur masuk gigi tinggi. Saat dipijak gas pol, gigi hanya turun satu. Mobil tidak bisa jalan cepat, hanya merambat pelan-pelan. Waduh...

Selesai.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 196E di
  • 9. nana

    jazakumulloh infonya, kelihatannya kami sekeluarga tidak jadi nginap di hotel ini dech, serem...takut sama yang serba B@B--1

    24-12-10 10:08
  • 8. Weng

    Sekolah SD Petinngen I
    Sekarang jualan RADIO di
    http://tono-radioseller.blogspot.com/

    salam buat pemirsa.

    01-02-09 02:34
  • 7. YD1TDL Agus Winarno

    kangen ama sd ku yg di jogja. aku lulus th 1970, juara 2 Pak Parman,p Tukijo.bu prapti.lulusan bareg nur palupi alm,suprianto,haryadi alm,jhoni, lanjut SMPN6 yogya, SMPP 10, TCI newyork usa,UPN Veteran Yogya. saiki neng Pondok Aren. jaksel.08129909393 JZ30TDL YD1TDL

    07-12-08 10:18
  • 6. Prastowo

    Winursito, tentu ingat. Kan kita saingan juara kelas dengan Sigit? Kamu di mana sekarang?

    13-10-08 05:03
  • 5. Nur Winursito

    HAlo mas BAmbang masih inget saya, temen di SD Petinggen I. Kalo ga salah sebelum lulus anda pindah ke Ngasem..

    11-10-08 03:57
  • 4. aish

    arah petunjuk kiblat ada di dalam laci meja cermin pak. klo lacinya dibuka ada tuh stiker tanda panahnya.

    18-07-08 09:05
  • 3. wiserevenge

    hahaha fotonya aish cool banget....
    enaknya bisa liburan bareng keluarga..

    17-07-08 03:12
  • 2. Prastowo

    Kalau tarif itu langsung didapat dari tanya langsung SMS. Kami bayar uang muka juga dari info website. Anehnya, www.puriasrihotel.com sekarang tidak aktif. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya sebenarnya ingin cek kembali informasi di website itu mengenai fasilitas yang didapat dari kelas yang saya beli itu. Sisa-sisa informasi masih bisa dibaca di cache google. Tunggu saja, mungkin sedang direnovasi.

    10-07-08 06:13
  • 1. ayahavi

    saya sekeluarga juga bermaksud ke puri asri. Betul web-nya nggak aktif. tapi kok dapat info tarif dari web, apa ya alamatnya? atas info itu, kayaknya harus cari alternatif lain nih...

    09-07-08 02:53