Steve Jobs Meninggal Dunia

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Steve Jobs Meninggal Dunia

Date: 06-10-11 03:36
Bagi saya Apple Computer adalah produsen peralatan elektronik eksklusif, indah dan mahal meskipun produk PC pertama mereka terkesan mainan dibanding IBM PC. Pada saat saya memandang dunia PC dalam persaingan Microsoft Windows dan Linux, Apple begerak sendiri diawang-awang bersama para penggemar eksklusifnya. Tiba-tiba begitu saja produk Apple membanjiri pasar. Dalam waktu relatif sangat singkat, nilai pasar Apple melaju jauh melampoui Microsoft (atau jangan-jangan Microsoftnya yang mundur?). Dibanding Android mungkin iPhone masih kalah dalam jumlah, tapi Apple hanya sendirian saja mengusung iOS sementara Android diusung banyak perusahaan.

Di rumah saya ada iPod Touch (eh sekarang masih di iStore karena macet gak mau booting) dan iPad. Dari sisi kecepatan merender halaman web, saya merasakan keduanya jauh lebih cepat dibanding Galaxy Tab yang saya pakai. Setelah pengalaman menimang-nimang iPod Touch, iPad dan Galaxy Tab, saya baru bisa memahami mengapa Apple tidak mau memasang Flash player di browsernya. Kehadiran object flash di laman web sungguh sangat memberatkan browsing yang pada gilirannya memperlambat render dan boros bateray.

Semoga kepergian Jobs tidak mengurangi kreativitas Apple yang sudah banyak menginspirasi kemajuan IT di dunia ini. Sampai sekarang saya belum bisa meningkatkan produktivitas dengan iPad, tapi nyatanya produk ini menginspirasi banyak perusahaan lain untuk memproduksinya. Sampai sekarang saya masih belum bisa mendapatkan manfaat dari pemisahan menubar (untuk ditempatkan di tepi atas layar) dari window aplikasinya. Nyatanya Unity (window manager Ubuntu terakhir) meniru model interface 'aneh' itu. Bertahun-tahun Apple bertahan dengan mouse satu tombol, eh... tiba-tiba saja muncul magic mouse Apple dengan multi touch sensor di permukaannya. Fisiknya tidak lagi terlihat ada tombol, tapi sensor ini membuat magic mouse menjadi mouse dengan sejuta tombol di permukaannya.

Untuk saya sendiri sementara ini masih menenteng kesana-kemari smart phone Nokia n900 (sistem operasi Maemo, turunan Linux dengan flavor Debian), notebook Ubuntu dan digital pocket camera. Sungguh saya masih menginginkan bisa mengoperasikan satu gadget saja untuk menyelesaikan semua keperluan komputasi dan komunikasi. Tapi wujudnya seperti apa ya? Jangankan memilikinya, memgkhayalkannya pun sampai sekarang belum ketemu.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik DB1A di