Matikan, sudah ya!

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Matikan, sudah ya!

Date: 21-10-08 06:20
Belum setahun lalu, Ahmad punya kebiasaan mematikan TV. Orang tua dan kakak-kakaknya sudah maklum dan tidak terlalu berkeberatan karena TV memang tidak penting. Sejak gemar mengoperasikan kamera video (fitur hp atau camera digital biasa), Ahmad menjadi seperti "ketagihan" TV. Bukan ketagihan nonton kisah sinetron atau cerita infotainmentnya, tetapi nonton iklan-iklan tertentu serta jingle pembukaan dan penutupan acara.

Selama ini kami memandang positif kegemaran bekerja dengan multimedia ini (seperti video editing dengan caranya sendiri) yang secara umum menyenangkan keluarga. Selain tentu saja membanggakan, tidak sembarang anak seusianya bisa melakukannya, juga mengurangi tugas pengawasan 24 jam. Belakangan kami berpikir ulang tentang bagaimana mengelolanya agar aktivitas multimedia (komputer, kamera-digital, dan TV) itu tidak memberi akibat kurang baik pada Ahmad. Ketidakbaikan itu teramati saat terjadi mati lampu.

Dulu, Ahmad cukup baik dalam mengelola emosi saat terjadi mati listrik. Waktu itu, TV belum menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Saat mati listrik, oratua dan kakak-kakak dapat menghibur Ahmad dengan berbagai canda/permainan kegemarannya. Kemarin ada perkembangan baru (perkembangan negatif). Ternyata Ahmad tantrum (nangis/ngamuk, pokoknya error lah) saat terjadi mati lampu. Kebayang nggak tingkat kedahsyatan error anak 8 tahun dibanding 2-3 tahun? Kejadian 20 Oktober 2008 itu memang istimewa. Listrik padam sampai 5 kali masing-masing antara 45 menit sampai 2 jam. Mungkin PLN tidak tahan dipuji. Pada hari Minggu sebelumnya, listrik sama sekali tidak mati saat terjadi hujan sangat deras bagai dicurahkan dari langing selama hampir 2 jam penuh. Biasanya koneksi jatuh bila hujan turun tiba-tiba.

Tantrum Ahmad mirip ketika dia dipaksa sekolah atau dipaksa pulang dari sekolah. Kata-kata yang diucapkan Ahmad berulang-ulang adalah: "Matikan, sudah ya!" Maksudnya, mati listriknya minta disudahi. Kali ini kami tidak punya jalan keluar. Maksudnya, kalau mogok sekolah bisa saja mbolos. Kalau tidak mau pulang sekolah, ya guru masih bersedia menunggunya. Untuk kasus listrik mati, mosok beli UPS? Ide bagus sih, tapi apa tidak berlebihan? Akhirnya ya kita anggap saja ini pelajaran untuk Ahmad tentang ketergantungan kita pada pasokan listrik. Dia harus belajar bahwa ada faktor eksternal yang berada di luar kontrol kita. Pelajaran yang harus ditempuh dengan menahan cubitan dan gigitan. Wah... yang ini hanya dialami ibunya, saya sendiri tidak ikut merasakan karena waktu itu masih di kantor.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 7299 di
  • 4. M. Dedi Iskandar

    Pak, teman saya beli Inverter listrik (semacam buat ngidupin TV di bus2 AKAP itu lho) di toko AUDIO Jl. Mangkubumi. Kalo mati lampu disambungkan ke aki mobil/motor untuk menghidupkan beberapa peralatan listrik (tentu sekring/MCB di putus dulu). Mungkin bisa dicoba ya? http://kemplangpedes.blogspot.com

    30-11-08 05:21
  • 3. masfer

    duh ...gimana ya pak kalau pas "tantrum" dan dalam keadaan listrik mati ? ada ilmu dan seninya ya pak untuk bisa 'ngeneng-ngenengke'.

    05-11-08 12:23
  • 2. Eko SW

    tidak terbayang ya pak, repotnya.
    sy pny Alfath, 1tahun1bulan, talkative, bs bercanda2 dgn dehem2an atau sekedar senandung2.
    smg Pak Pras dan Keluarga mendapat ketabahan lahir bathin.
    Amin.

    25-10-08 01:30
  • 1. Faizal

    Mungkin dengan menambah kegemaran baru untuk ahmad yang tidak bertumpu pada pasokan listrik, misalnya piano, harmonika, atau yang lainnya. Jadi ketika listrik mati, ahmad masih bisa dialihkan ke permainan yang lainnya. Sebenarnya tidak baik kalau anak didepan televisi lama-lama selain mata lelah, radiasinya juga besar pengaruhnya terhadap organ-organ tubuh lainnya...apalagi ahmad masih anak-anak.

    23-10-08 01:19