Harta, Tahta dan Data

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Harta, Tahta dan Data

Date: 18-04-14 12:41
Model bisnis mobile sekarang mengandalkan terbentuknya kerumunan orang banyak yang aktif bekerja dan berkomuikasi menggunakan sistem yang ada pada penguasaan corporate tertentu. Dengan kerumunan ini:
1. pihak corporate memegang jalur penyampaian informasi ke orang banyak yang bisa digunakan untuk menjual jasa periklanan.
2. Pihak corporate dapat menyimpan koleksi komunikasi orang banyak yang merupakan data berharga untuk mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan secara individual maupun kelompok masarakat tertentu termasuk data lokasi pengguna dan kebiasaan tidur/bangun sehari-harinya.
3. Pihak corporate menyimpan, yang berarti menguasai, dokumen hasil kerja orang banyak seperti presentasi, dokumen data survey, mind map dan cad drawing.
Dalam pergerakannya, penguasaan data-data diri pengguna, komunikasinya, dan karya-karyanya tersebut bisa berpindah tangan seiring dengan terjadinya jual-beli perusahaan. Berbeda dengan perpindahan penguasaan lahan tanah, kemudahan pembuatan duplikasi data digital mengakibatkan perpindahan penguasaan data karena jual beli korporasi tidak harus berarti menghilangnya penguasaan data oleh pemilik lama.

Pertanyaannya adalah apakah hal ini membahayakan kepentingan individu pengguna jasa gratisan di Internet? Jawabnya bergantung pada untuk apa kita pakai jasa gratisan itu.

Ada 2 jenis resiko yang membahayakan pengguna namun bisa diminimalisir bila kebradaan resiko itu selalu dipetimbangkan saat kita bekerja dengan Internet: 1. penipan, 2. penetrasi wilayah privasi pengguna.

Data pribadi dan hubungan keluarga/pertemanan dengan individu lain bisa dan sudah digunakan untuk melakukan penipuan. Bentuk-bentuk penipuan melalui komunikasi elektronik sudah banyak dibahas. Untuk meminimalisir resiko tertipu kita perlu rajin menyimak informasi tentang modus-modus penipuan di internet tersebut.

Pada dasarnya penetrasi ke wilayah privasi tidak bisa dihindari selain dengan menghindarkan urusan privasi dari Internet. Apa pun jalur komunikasinya, selama itu menggunakan Internet, kita harus menyadari kalau data akan melewati banyak sistem yang dikuasai korporasi berbeda-beda. Mengirim email dari UGM ke MIT melibatkan jalur dan server yang dikuasi UGM, Telkom, Singtel, Sprint dan ATT. Kalau pun kita bisa percaya corporate itu tidak nakal, namun tidak ada yang bisa menjamin mereka sakti 100% bisa mejaga keamanan data.

Kesimpulannya apakah kita harus meninggalkan Internet? Jawabnya tidak. Internet sangat berguna membantu kerja kita dalam banyak hal. Yang penting: 1. pelajari berbagai modus penipuan, 2. perlakukan segala sistem komunikasi di Internet sebagai sistem silaturahmi umum untuk berbagi ilmu dan menjaga persaudaraan. Jangan pernah merasa aman beraktivitas menggunakan Internet sebagimana rasa aman telanjang di kamar mandi.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 01F1 di