Diet Ahmad

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Diet Ahmad

Date: 17-03-07 12:15

Besuk hari Minggu, 18 Maret 2007 usia Ahmad genap 7 tahun. Alhamdulillah anak ini boleh dikatakan jarang sakit dibanding anggota keluarga yang lain; sangat boleh jadi ada hubungannya dengan perbedaan kebiasaan makan Ahmad dengan yang lainnya. Saat bayi, diet Ahmad tidak beda dengan kakak-kakaknya.Asi eksklusif sampai hampir 6 bulan; dilanjutkan denga berbagai makanan tambahan bayi. Waktu itu Ahmad suka jus buah dan segala makanan bayi yang diberikan.

Sekarang Ahmad sama sekli tidak mau makan buah. Untuk memasukkan vitamin yang mestinya bisa diperoleh alami dari sayur dan buah, terpaksa kita tambahkan satu dua tetes vitamin pabrikan pada gelas/botol air minumnya yang khusus dicarikan dengan warna kuning atau hijau. Dengan warna gelas/botol ini, warna vitamin yang agak kekuningan tidak terdeteksi Ahmad. Meskipun kadang seperti akan protes karena air minumnya berbau aneh, pada akhirnya dia bersedia meminum sampai habis. Persediaan air minum di "meja kerja" ini harus terus dipantau agar tetap terisi. Kalau terlambat, tanpa basa-basi Ahmad akan ke kamar mandi untuk meminum air langsung dari keran. Saya tidak tahu seberapa bagus air keran tersebut karena belum penah dikirim contohnya ke lab untuk diperiksa kualisanya.

Ahmad suka makan daun bawang (mentah maupun mateng). Sejarahnya setiap kali ada sajian bakmi goreng, Ahmad selalu mengambil untuk dimakan dulu daun bawangnya. Karena itu, untuk memasukkan protein, hampir setiap hari kami selalu sajikan menu nasi telur dadar dengan banyak loncang yang kami sebut martabak ahmad. Dari kebiasaan makan dadar loncang, Ahmad mulai menyukai loncang mentah. Kadang satu ikat besar loncang bisa dia habiskan dalam sehari. Kadang kami khawatir jangan-jangan daun bawang yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Alhamdulillah kenyataanya Ahmad justru relatif lebih tahan sakit dibanding anggota-anggota keluarga yang lain.

Selain telur dadar, kami bisa memasukkan protein melalui menu goreng ikan. Sebenarnya Ahmad sudah terbiasa makan nasi putih sendiri, namun karena harus ada kandungan protein terpaksa kami mengalah untuk menyuapi nasi dengan lauk ikan goreng. Entah memang bermanfaat atau karena sudah waktunya, sejak sering mendapat asupan daging ikan salmon (mahalnya gak ketulungan), sifat-sifat "normal" Ahmad mulai tumbuh lebih cepat dari sebelumnya. Untuk memasukkan daging sapi, Eva memasaknya dalam bentuk bergedel kentang. Meskipun tidak selalu, Ahmad sering makan sendiri beberapa potong bergedel kentang dan cincang daging sapi. Selain itu, tidak ada lagi bentuk masakah protein yang Ahmad doyan.

Salah satu diet anak autis yang populer adalah makan CFGF yang artinya casein free gluten free. Berhubung Ahmad tidak doyan susu dan segala makan turunannya, kami tidak perlu memusingkan casein. Yang terus dipantau adalah asupan gluten dalam menu Ahmad. Gluten dapat ditemui di makanan produk gandum dan turuannya. Dari produk gandum ini, Ahmad sangat menyukai indomie goreng dan roti kukus. Alhamdulillah sampai saat ini kami tidak menenui akibat buruk pada Ahmad yang disebabkan mengkonsumsi gandum (mi dan roti kukus). Untuk menambah gizi, Ahmad mendapat snack kripik kentang; selain disukai, kripik kentang bersifat CFGF. Dari snack ini, Ahmad mulai menyukai makanan asin, sering kripik hanya dijilati saja garamnya sedangkan kentangnya diberikan ke bapak atau ibunya.

Anak autis juga dianjurkan untuk tidak banyak makan gula. Saya pikir ini ada kaitannya dengan sifat hiperaktivitas sebagaian besar di antara mereka. Ahmad tidak se hiper yang dibayangkan literatur. Sampai saat ini dia tidak menyukai minuman selain air putih meskipun saat berusia di bawah satu tahun Ahmad sempat menyukai es krim. Karena ini kebiasaan bagus, kami tidak ambil resiko untuk memperkenalkan minuman bergula. Asupan gula datang dari roti kusus seperti saya sebutkan diatas. Omong-omong soal asupan gula, pernah Ahmad saat disupermarket menunjuk-nunjuk bagian permen. Dengan keyakinan Ahmad akan kapok, saya ambilkan sebutir permen satu asem. Saya mengira dia tidak akan suka. Ternyata sejak saat ini, setiap kita belanja ke supermarket yang sama, Ahmad selalu berlari menuju counter permen dan menuntut diambilkan satu dari tempat satu asem. Dia selalu memilih yang warna merah.

Dalam perjalanan mengasuh Ahmad, sering kami mendapat berbagai saran untuk memberikan berbagai macam jenis makanan atau minuman. Di antara sekian banyak saran makanan, ikan salmon adalah satu-satunya yang kami coba dan teruskan sampai sekarang. Untuk jenis minuman, kami pernah mencoba membeli air ber alga dengan khasiat khusus. Saya lupa apakah pembelian itu hanya sekedar silaturahmi dengan salesnya atau memang ada ketertarikan. Yang jelas Ahmad tidak bisa menerimanya karena warnya dan mungkin bau yang relatif tajam.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 19AC di
  • 9. prastowo

    Sampai sekarang belum ada hasil penelitian yang bisa menunjukkan secara meyakinkan sebab-sebab autisma. Karena itu dapat dikatakan tidak ada tindakan khusus untuk menghindari kelahiran anak autistik. Mengingat segala bentuk gangguan mental berhubungan dengan otak, maka usaha terpenting menurut saya ya menjaga agar otak tumbuh dan berfungsi dengan baik. Salah satu faktor penting pertumbuhan otak adalah pasokan oksigen. Logikanya, upaya menjaga kandungan sel darah merah perlu diprioritaskan.

    06-01-10 12:01
  • 8. Sandybali


    Luar biasa sekali Bapak kita satu ini. Syukurlah san anak sudah semakin membaik.
    Bagaimana caranya menghindari autis pada bayi dalam kandungan ya ?

    Salam,
    Sandybali.

    • * * * * * * *

    05-01-10 05:07
  • 7. prastowo

    Mengenai keberuntungan ekonomi, dalam suatu forum guru-guru dan orang-orang tua anak autisma tercetus komentar bahwa autisma adalah "penyakit" orang kaya. Meskipun dalam canda, tetapi ada benarnya juga. Hampir semua solusi membawa konsekuensi finansial yang tinggi:

    1. Metoda satu siswa satu guru
    2. berbagai terapi pengeluaran racun logam berat
    3. CTScan yang hi resolutin
    4. test-test lain entah apa lagi.

    Namun demikian, saya mengamati kemajuan Ahmad lebih banyak dipengarui oleh pertumbuhan usia dibanding oleh berbagai intervensi yang kami lakukan. Sampai titik ini, saya berpendapat bahwa mendidik orang tua dan saudara-saudaranya jauh lebih penting (dan lebih murah) dibanding berbagai upaya intervensi "mendidik" anak autis itu sendiri.

    19-10-07 04:36
  • 6. Hernawan

    Assalamu'alaikum Wr.Wb. Semoga Bapak sekeluarga senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Saya banyak mengenal putera Bapak (Ahmad) dari temen saya di Jakarta, Yuli, karena kebetulan satu kerjaan. Saya ingin sekali kemajuan yang Ahmad capai terjadi pula pada anak saya Galih, yang kondisinya ada kesamaan dengan Ahmad. Namun terkadang sangat 'klasik' alasan kami dalam menyikapinya, kami tentunya tidak seberuntung Bapak, karena kami memiliki berbagai keterbatasan, terutama dalam masalah ekonomi. Mohon kiranya pendapat Bapak, bagaimana cara kami memwujudkan cinta dan kasih sayang kami pada Galih. Kasihan dia ... kini usianya 8 tahun. namun perkembangan yang mencolok sepertinya belum kami lihat. Walau kami telah mencoba berbagai nasihat dan pengalaman orang-orang. Trimakasih Pa Bambang, mudah2an kalo kami pulang ke Prambanan, kami bisa mampir... Trims Salam sayang untuk Ahmad.

    11-06-07 02:31
  • 5. igo

    Saya Salut pa,

    Sejak kelahiran anak saya yang pertama membuat saya lebih mensyukuri nikmat yang 4JJ I berikan.

    Menyelami tulisan bapak dalam mentelateni karunia 4JJ I membuat saya semakin lebih bersyukur.

    Saya kurang tau di Jogja apa ada wisata agronomi selain salak, namun mungkin dgn memperkenalkan ahmad dengan wisata seperti agronomi akan membuat nuansa baru bagi dia. Sebab dengan melihat langsung rasa penasaran akan asal-usul sayuran dan buah mungkin akan lebih mudah kita jelaskan sehingga meudahkan juga untuk menjelaskan manfaatnya.

    salam saya buat ahmad

    05-04-07 01:42
  • 4. ilwan

    buat ahmad tunggu ya aplikasi mobile dari qta..

    05-04-07 10:06
  • 3. anung

    Ternyata setiap anak punya "ketangguhan" yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya ... Bravo Ahmad!

    24-03-07 12:14
  • 2. faizal

    wah deskriptif banget...sampai-sampai saya membayangkan menjadi Ahmad ato malah Bapaknya.

    Sedikit pengalaman saya waktu kecil, saya jarang diberikan asupan sayur atau buah oleh orang tua saya...tetapi vitamin dan mineral saya dapatkan dari susu dan suplemen pabrik...

    Tetapi ketika saya SMP, saya menggemari sayur dan buah. Hingga addict...sayangnya tak lama setelah SMU kebiasaan saya hilang...dan mulai beralih ke suplemen lagi.

    Nah, terakhir setelah kuliah rasa kengen kepada buah dan sayur kembali lagi...jadi kini saya addict sama sayur dan buah...banyak kebisa jadian Ahmad menggemari sesuatu namun akan bosan di lain waktu...

    Loncang kalau ga salah ada kandungan untuk memperkuat antibodi...hmmm...mantap...mungkin itu penyebab Ahmad lebih kebal dari penyakit.

    20-03-07 03:53
  • 1. Fadillah Soraya

    Saya kagum.

    Tidak semua orang dg berbagai amanah dan seabrek kegiatan dapat berperan sekaligus sbg ayah yg begitu perhatian pd keseharian anak.

    Salam sayang utk Ahmad

    19-03-07 05:06