Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Date: 01-09-21 07:19
Lulusan perguruan tinggi dinilai kurang siap untuk bekerja. Sekalian untuk meningkatkan kerjasama trimitra akademik, pemerintah dan dunia industri, diluncurkan program merdeka belajar kampus merdeka.

Idenya, kurikulum program studi (prodi) direlakskan untuk mengakomodasi capaian kredit pembelajaran melalui kegiatan di luar kampus. Kegiatan luar kampus itu setidaknya dijalani mahasiswa selama satu semester penuh (20 sks), bahkan kalau bisa 2 semester sekalian (40 sks).

Bagaimana mengaturnya? Untuk prodi sarjana, mata-mata kuliah wajib diatur ulang sedemikian hingga bisa tercapai dengan 70%, sekitar 100 sks dari syarat kelulusan 144 sks.

Selebihnya yang 44 sks bisa didapat dengan mengambil mata-mata kuliah pilihan di dalam prodi atau dengan menjalani program merdeka belajar: asistensi sekolah, kkn tematik, studi indentement, magang, membangun desa, kerja sosial, serta mengambil kuliah belajar di kampus lain dalam maupun luar negeri.

Substansi kegiatan MBKM tidak harus terkait dengan pengetahuan bidang ilmu prodi namun tetap harus menjadi bagian dari learning outcomenya.

Dalam deskripsi learning outcome biasanya memuat capaian pembelajaran yang umum seperti ketrampilan kepemimpinan, kerja kelompok, manajerial, sikap dan tata nilai profesional dasar, yang tidak selalu terkait langsung dengan bidang ilmu prodi.

Segala sesuatu kegiatan yang dapat meningkatkan ketrampilan, pengetahuan dan sikap yang berguna untuk kebaikan nusa, bangsa dan negara dapat dikemas untuk mendapatkan kredit pembelajaran di suatu program studi.

Apakah relaksasi kurikulum ala mbkm lebih baik dari yang sudah biasa berjalan selama ini? Kita belum bisa menilainya sekarang. Semoga implementasinya terus disempurnakan, tidak dimatikan atau diganti dengan model lain dalam waktu dekat karena pendidikan adalah investasi jangka panjang.

Saya kadang bercanda dengan mengatakan bahwa sistem pendidikan tinggi kita sudah sedemikian tidak bagusnya sehingga tidak bisa lebih jelek lagi. Yang kita perlukan adalah perubahan.

Dengan perubahan, tidak ada arah kecuali menjadi lebih baik. MBKM mengubah cara kita menjalankan program studi di perguruan tinggi.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik E527 di