Mempercepat Herd Immunity

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Mempercepat Herd Immunity

Date: 27-06-21 06:03
Epidemi bisa dihentikan dengan mengisolir penduduk yang terinfeksi sampai mereka sembuh atau meninggal. Kalau identifikasi dan isolasi sukses (testing, tracing, treatment), urusan selesai karena tidak ada lagi penularan.

Kalau identifikasi dan isolasi gagal, epidemi menjalar ke seluruh dunia menjadi pandemi. Harapan selanjutnya adalah bisa terbentuk herd immunity. Penyebaran penyakit terhenti kalau cukup banyak orang punya kekebalan pada penyakit itu.

Orang bisa kebal terhadap penyakit tertentu bila dia sempat terpapar penyakit itu tapi sedikit saja, tidak cukup banyak untuk membuatnya sakit atau sempat sakit tapi bisa sembuh.

Kekebalan bisa juga diperoleh dengan vaksinasi.

Ada kawan bertanya, bagaimana cara mempercepat terjadinya herd immunity?

Cara pertama relatif mudah dan terukur, yakni dengan imunisasi bila vaksin penyakit itu sudah ada. Makin cepat kita bisa lakukan vaksinasi, makin cepat pula herd immunity tercapai.

Vaksinasi belum tentu bisa cepat dilakukan karena banyak faktor: 1. belum tersedia cukup banyak 2. tersedia banyak tapi tidak cukup dana untuk membelinya; atau 3. bisa beli tapi tidak cukup sarana prasarana dan tenaga medis untuk realisasinya.

Cara kedua bisa dibilang murah tapi bisa menjadi sangat mahal, yakni dengan membiarkan wabah menyebar begitu saja. Tidak perlu ada prokes 5M dan semacamnya. Biarkan saja masyarakat terpapar penyakit itu.

Optimisnya, dengan cara kedua ini, harapannya cepat banyak yang cepat mendapat kekebalan melalui paparan penyakit. Kalau ada yang menjadi sakit kita rawat, kalau ada yang meninggal kita kubur atau kremasi.

Cara kedua menjadi sangat mahal bila ternyata yang sakit dan meninggal menjadi sedemikian banyak dalam waktu singkat hingga tidak tertampung daya dukung fasilitas kesehatan dan perawatan jenazah (sudah ada tanda-tanda kita di Indonesia mengalami hal ini).

Bila fasilitas kesehatan tidak lagi bisa menampung orang sakit, akan banyak terlihat orang sakit dan meninggal disekitar kita. Sungguh tidak mengenakkan.

Baiknya kita jalani cara vaksinasi saja. Karena kemampuan fasilitas kesehatan kita untuk melakukan vaksinasi tidak begitu cepat, kita tekan jumlah yang sakit serendah mungkin dengan menjalankan cara yang direkomendasikan kementerian kesehatan.

Pakai masker, jaga jarak, sering-sering cuci tangan. Hindari kerumunan dan jangan kemana-mana dulu bila tidak perlu betul. Segera jalani vaksinasi begitu ada kesempatan.

Mungkin cara 5M + Vaksinasi di Indonesia tidak bisa secepat di Inggris atau di Amerika, namun dengan jalan ini insya Allah kita bisa menekan angka kematian akibat wabah serendah mungkin.

Ingat firman Allah:
Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS Al Maidah:32).

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik B15C di