Kereta Kelas Eksekutif

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Kereta Kelas Eksekutif

Date: 09-01-07 04:00
Minggu lalu saya ada acara di Malang berdiskusi dengan teman-teman Universitas Negeri Malang. Jogja-Malang bagi saya adalah jalur rutin mengingat mertua yang tinggal di kota itu. Dulu saya sering naik bis, waktu itu Malang Indah dilanjutkan Safari Darma Raya setelah Malang Indah tutup. Akhir-akhir ini saya lebih suka naik kereatapi. Alasan utama jalur kereta relatif lurus dan anak-anak tidak mudah mabuk kalau naik kereta api. Untuk mencapai Malang hanya ada satu kereta: Kereta Eksekutif Gajayana.

Ada beberapa catatan menarik tentang Gajayana ini. Mungkin tidak mewakilili kondisi semua gerbong, tetapi gerbong nomor 4 yang saya naiki (kebetulan pergi pulang saya duduk di gerbong yang sama) tidak layak disebut eksekutif. Ada 6 jendela yang kacanya retak-retak. Kamar kecil nampah kumuh dan tidak selalu ada air (wastafel kamar kecil gerbong sebelah ada airnya).

Dengan jadwal 1:25 tertera di tiket, kereta berangkat dari jogja jam 3. Sampai di Kertosono, kereta berhenti lama untuk ganti lokomotif. Hasilnya saya terlambat 3 jam untuk mengikuti workshop di UNM. Satu lagi ciri kereta eksekutif yang tidak terlihat di Gajayanan yakni janti tidak akan membiarkan penjaja makanan masuk dari luar gerbong. Tiap berhenti, penjaja dengan leluasa bisa mondar-mandir keluar-masuk gerbong.

Saya tidak mengharapkan layanan istimewa. Barangkali dengan harga tiket 110 ribu rupiah kita tidak boleh menuntut banyak. Karena itu, sebut saja gajayana kereta kelas bisnis kalau tidak mau dibilang ekonomi.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik D5B7 di
  • 9. dwi

    wah wah" sangat menarik sekali pak....

    17-01-10 02:37
  • 8. cloudlymadly.romeo

    KA ekonomi mang slu dipandang sebelah mata,tp bwt yg pny ongkos pas2 an ini bs jdi alternatif drpd maksa pk bus tentunya dgn banyak trik spy perjalanan "nyaman".berikut sedikit persiapan dri hasil pengalaman sy,sp tau kpake.-1.uda pastilah,jgn pk perhiasan mencolok,baju jg yg biasa j,ksian kl bju bgus,ekonomi kotor boo.-2.bw koran bekas bwt alas du2k.-3.bw saputangan bwt nutup idung,kl perlu masker motor.secara wc g d aer.blm lg kl space du2knya pas dpn pintu wc.-4.jgn keluarin hp waktu kreta berhenti,p lg kl posisi dkt pintu.-5.jgn du2k di gang sambungan kreta,mending di tangga,dgn catatan pintu tu2p rapat.bwt yg jadwal mlm,jeket kudu bgt,kl bs yg ada pnutup kpala,anginnya boo.-6.kl bs pilih gerbong petugas,lbh aman n jauh dri wc.jdi g bau.-7.tiket taro di saku yg aman tp gmpang qt ambil,jgn di dompet!!.-7.mmm..p lg y?yah sgitu dl kali,bwt yg dapet tmpat du2k y g prlu serepot di atas,ky sy skrng.he3x.laporan ini langsung sy laporkan dri TKP,ni kreta kahuripan tujuan kiaracondong bandung.sy naek dri jogja.puuueeenuuuh.bwt p.bambang...maaf tulissannya brantakan,ngetiknya dp nokia 9300.

    01-12-08 07:03
  • 7. moza

    saya hobby menggunakan kereta api..
    dari pengalaman saya, seluruh kereta eksekutif nyaman...
    saya telah mencoba seluruh kereta api kelas eksekutif yang ada di pulau jawa.
    argo anggrek, bima, gumarang, taksaka, lodaya. parahiyangan, argolawu, argo dwipangga,sancaka, turangga, mut-sel,mut-tim,dll..
    hanya saja saya sedikit kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh Ka, Argo willis dari solo tujuan surabaya. seharusnya kereta berangkat jam 14.05 namun karena suatu hal ka tsb baru datang jam 15.15...
    ini tidak satu kali-dua kali.. tapi sering..
    sejak saat itu saya jadi enggan untuk naik argo willis, dan kalo saya dari solo ke sby saya lebih milih naik ka turangga yang jam 2 malam baru berangkat sari solo...

    21-04-07 09:23
  • 6. DilLa

    Mungkin out of topic, tapi kalo kereta di Sumatra (Palembang-Lubuk Linggau) lebih seru, Pak.

    PERGI: Penumpang kelas eksekutif lagi apes. 2 jam sebelum sampai tujuan, gerbong eksekutif di bagian belakang anjlok, akhirnya 4 gerbong ditinggal, dan penumpangnya terpaksa BERDIRI di kelas ekonomi.

    PULANG : beli karcis bisnis.. eh, malah duduk di gerbong tambahan. Gerbong ekonomi pula! Di sumatra, penumpang kelas eksekutif aja kebanting-banting, apalagi di kelas ekonomi..ough...

    16-02-07 06:55
  • 5. agfi

    mungkin karena tujuannya ke MALANG, makanya naik kereta eksekutif ada MALANG-nya juga... he he he

    13-02-07 10:36
  • 4. hanan

    pengalaman saya naik kereta kelas eksekutif cukup nyaman, jogja-bandung naik lodaya kelas eksekutif tidak mengecewakan, pernah juga naik argo wilis juga lebih memuaskan, karena memang harganya lebih mahal. Tapi kapok naik kelas bisnis yang suasananya mirip kelas suoper ekonomi

    26-01-07 03:48
  • 3. prastowo

    Saya dapat informasi bahwa PT KAI hanya mengeloka kereta kelas ekonomi saja. Untuk kelas eksekutif, kereta-kereta itu dimiliki pihak ketiga yang menyewa fasillitas KAI.

    18-01-07 07:46
  • 2. Irwansyah

    Ya harap dimaklumi. Wajar saja, itulah Indonesia.

    12-01-07 03:19
  • 1. arwan

    minim dana perawatan, lho pak kadang kalau naik kereta eksekutif, kereta yang saya naiki jadi sasaran lemparan batu orang iseng, waktu itu lagi di gerbong makan taksaka malam.ataukah ini juga terjadi di kelas yang lain?

    11-01-07 05:16