Perlunya membuat persiapan khusus untuk Video Tele Conferencing

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Perlunya membuat persiapan khusus untuk Video Tele Conferencing

Date: 21-04-07 01:39

Pada tanggal 17 April 2007 kemarin, di UGM ada cara peluncuran produk software, content, dan kegiatan Inherent (K1) lainnya (http://inherent.ugm.ac.id). Acara tersebut mengundang Rektor ITB, ITS, UI, dan UNIBRAW melalui vicon. Karena kami telah melakukan acara serupa sebelumnya, teknisi UGM tidak merasa perlu melakulan testing (acara sebelumnya bisa dianggap testing untuk acara ini).

Hukum Murphy berlaku. Polycom UGM yang digunakan untuk acara itu tidak berfungsi dengan baik. Pada saat pejabat-pejabat undangan dari perguruan tinggi lain sudah siap, UGM yang mengundang justru tidak bisa konek ke sistem MCU (sistem manajemen video teleconference) yang ada di ITS. Akhirnya mereka konference sendiri, UGM melanjutkan sendiri acara dengan undangan lokal. Apa yang terjadi? Masalahnya adalah bahwa Polycom UGM yang dipasang di MM tidak bisa menghandle Network Address Translation (NAT). Kebetulan pada saat yang sama ada acara rapat beberapa dosen fakultas kedokteran UGM dengan partnernya di Melbourne melalui vicon sehingga tidak ada lagi cadangan untuk mengganti alat yang kita pasang di auditorium MM UGM itu.

Dengan pengalaman ini, ternyata kita belum bisa memperlakukan vicon sebagai alat komunikasi biasa sebagaimana telpon dan email. Persiapan acara tetap harus dilakukan dengan melibatkan percobaan lengkap dari peralatan yang digunakan. Selain kondisi jaringan yang bagus dan setting alat yang tepat, ada 3 hal lain yang secara langsung mempengaruhi kualitas penyelenggaraan videoteleconference yakni: pencahayaan, akustik, dan penyutradaraan.

Untuk keperluan vicon, peserta harus mendapat sorotan pencahayaan yang cukup dari arah depan (membelakangi cameran vicon). Dengan demikian pengaturan lampu ruang yang biasanya hanya memperhatikan keperluan LCD projector tidak bisa digunakan untuk pengaturan pencahayaan acara vicon. Lampu ruang biasanya diatur dengan pilihan switch untuk deret depan, tengah, dan belakang. Biasanya lampu deret depan dimatikan agar proyeksi presentasi di layar bisa kelihatan lebih terang. Untuk vicon, selain mematikan lampu langit-langit deret atas, kita juga harus menyalakan lampu lain yang diarahkan ke peserta conference. Bocoran cahaya luar dari jendela dibelakang peserta conference mutak harus di tutup. Sedikit saja ada celorotan cahaya dari arah belakang bisa mempengaruhi setting camera yang biasanya secara otomatis akan mencoba membuat penyeimbangan yang mengakibatkan wajah-wajah peserta confernce menggelap.

Pada dasarnya untuk acara vicon unsur audio lebih penting dari unsur visualnya. Komunikasi pada umumnya tidak terjadi dengan gerakan yang terlihat dari teknologi visualnya melainkan lebih banyak terjadi pada percakapan. Visual sangat penting untuk membantu mengatur pergiliran bicara. Pada penggunaan teleconference dengan audio murni (semisal multi party telephone), pengaturan pergiliran bicara relatif jauh lebih sulit. Bebeberapa sistem menggunakan bantuan semacam program chatting di Internet untuk mengatur pergiliran bicara ini. Karena itu sistem audo pada ruang vicon harus bagus. Beberapa hint untuk urusan audio ini: jangan biarkan microphone alat vicon mengambil suara dari speaker ruang. Usahakan microphone tersebut dekat dengan yang sedang bicara atau, gunakan koneksi feeding sound langsung dari sound system ruang ke audio input di alat vicon. Tentu saja sistem akustik ruang yang baik dengan dinding anti pantul dsb akan memberi hasil konferensi yang optimal.

Penyutradaraan acara vicon sangat penting. Saya pernah mengikuti acara vicon yang ditinggalkan peserta remote gara-gara pengatur acara menempatkan tampilan pada layar presentasi saja. Sepanjang acara konferensi, peserta remote hanya melihat tayangan presentasi dan suara orang bicara. Secara umum, sebaiknya sorot memperlihatkan orang yang bicara. Sesekali tampilan dipindahkan ke tampilan presentasi pada saat pembicara membaca tampilan presentasi itu. Pengatur tampilan hendaknya memperhatikan penuh sesi presentasinya. Apabila ada indikasi pembicara melucu, segera pindahkan tampilan ke audience dengan harapan kita bisa menayangkan wajah-wajah peserta yang tertawa. Kalau dimungkinkan, tampilan audience hendaknya diatur bergiliran dengan peserta remote. Menampilkan audience yang mengantuk, tertidur, atau biacara sendiri biasaya bisa membantu mengatasi kebosanan peserta remote pada saat sesi presentasinya kurang menarik.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 4226 di
  • 8. reinhard

    Perlunya pehaman terhadap feature2 teknis peralatan Vi-Con yang sudah anda gunakan / beli. Hal itu merupakan dasar yang sangat penting jika anda ingin menggunkan teknologi yang masih tergolong "baru" di Indonesia. Menurut saya, kemungkinan penyebab dari permasalahan di atas adalah kurangnya tanggung jawab dari para provider / vendor peralatan Vi-COn tersebut terhadap para customer mereka. Yang sering terjadi adalah para vendor Vi-Con tersebut kurang memberikan edukasi menyangkut product knowledge kepada para customer mereka. Artinya mereka hanya sekedar "bisa menjual" saja, tanpa memberi jaminan kenyamanan pada customer setelah mereka membeli dan menggunakan Vi- Con.
    Sebenarnya, alangkah baiknya jika para provider peralatan VI-Con bukan hanya memprioritaskan services after sales, tetapi juga memberikan services yang "seutuhnya" before sales kepada para customer / calon customer mereka.
    Hanya beberapa vendor saja yang cukup bagus memberikan service2 tersebut. Sebagai tips saja, jika anda ingin membeli VI-Con cobalah pertimbangkan opsi2 brkt ini:
    1. Cobalah adakan demo product dengan performansi full feature (Tentunya feature yang ITU-T / ISO standart based)
    2. Uji koneksi PTP ato PTMP sekalian dengan content feature tesebut.
    3. Cobalah kondisikan dengan skenario, rancangan, atau kondisi system yang akan anda implementasikan.
    4. Bandingkan dengan kemampuan produk Vi-Con yang lain.
    5. Explore / cari tahu sejauh mungkin sisi teknis dari peralatan tersebut.

    Menurut saya 5 hal itu cukup bisa mengantisipasi permasalahan. Dan Waspadalahhh.. 2x !! jangan mau dikibulin..!!!

    - reinhard_svm@yahoo.com -

    21-03-08 10:49
  • 7. reinhard

    Perlunya pehaman terhadap feature2 teknis peralatan Vi-Con yang sudah anda gunakan / beli. Hal itu merupakan dasar yang sangat penting jika anda ingin menggunkan teknologi yang masih tergolong "baru" di Indonesia. Menurut saya, kemungkinan penyebab dari permasalahan di atas adalah kurangnya tanggung jawab dari para provider / vendor peralatan Vi-COn tersebut terhadap para customer mereka. Yang sering terjadi adalah para vendor Vi-Con tersebut kurang memberikan edukasi menyangkut product knowledge kepada para customer mereka. Artinya mereka hanya sekedar "bisa menjual" saja, tanpa memberi jaminan kenyamanan pada customer setelah mereka membeli dan menggunakan Vi- Con.
    Sebenarnya, alangkah baiknya jika para provider peralatan VI-Con bukan hanya memprioritaskan services after sales, tetapi juga memberikan services yang "seutuhnya" before sales kepada para customer / calon customer mereka.
    Hanya beberapa vendor saja yang cukup bagus memberikan service2 tersebut. Sebagai tips saja, jika anda ingin membeli VI-Con cobalah pertimbangkan opsi2 brkt ini:
    1. Cobalah adakan demo product dengan performansi full feature (Tentunya feature yang ITU-T / ISO standart based)
    2. Uji koneksi PTP ato PTMP sekalian dengan content feature tesebut.
    3. Cobalah kondisikan dengan skenario, rancangan, atau kondisi system yang akan anda implementasikan.
    4. Bandingkan dengan kemampuan produk Vi-Con yang lain.
    5. Explore / cari tahu sejauh mungkin sisi teknis dari peralatan tersebut.

    Menurut saya 5 hal itu cukup bisa mengantisipasi permasalahan. Dan Waspadalahhh.. 2x !! jangan mau dikibulin..!!!

    - reinhard_svm@yahoo.com -

    21-03-08 10:48
  • 6. prastowo

    Saya sama sekali tidak berbicara tentang peralatan. Dalam artikel tersebut, yang saya tekankan adalah kompleksitas penyelenggaraan video teleconference:

    1. Kualitas jaringan
    2. Singkronisasi Waktu (jarak mengakibatkan terlibatnya perbedaan wilayah waktu)
    3. Penguasaan moderator
    4. Kesiapan pelaksana
    Saya membutuhkan bantuan informasi; saya berharap pak Victor dapat menuliskan penjelasan mengenai produk-produk alat Vicon yang kualitasnya JAUUHH lebih baik itu.

    21-10-07 03:58
  • 5. victor

    dilihat dari artikel di atas, perangkat Vicon yang sudah ada keliatannya kuarng memadai untuk program INHERENT. Sebenernya saat ini sudah banyak vendor Vicon (Video Conference) di Indonesia. Bahkan dgn harga yang JAUUHH lebih murah dan kualitas JAUUHH lebih baik. bahkan untuk MCU pun sudah ada yang MURAH dan BERKUALITAS bahkan bisa di coba untuk membuktikannya. kalo ada yang membutuhkan bantuan atau informasi tentang itu, bisa call di 0818210579 atau victor@rml.co.id terima kasih

    21-10-07 12:38
  • 4. liant

    kehandalan perangkat dan perlunya orang yang sangat memahami fitur fitur yang ada pada perangkat video conference merupakan faktor yang sangat penting untuk menguasai situasi yang seringkali tidak terduga.

    25-07-07 02:50
  • 3. Ben Gorion

    Dalam Pelaksanaan sistem MCU (sistem manajemen video teleconference) ini harus ada peraturan yang berlaku bagi warga negara indonesia dalam membuka internet video Tele Conferencing

    19-06-07 07:55
  • 2. Seth Renteng

    Dalam pelaksanaan untuk membuat video Tele Conferencing ini harus ada prosedurnya dari UUD tenteng IT

    19-06-07 07:48
  • 1. effendi

    siap, gedung yang bagus pencahayaan guna vicon Gedung Multi Media

    02-06-07 11:59