Pernak-Pernik Penyelenggaraan Sekolah Khusus Autisma

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pernak-Pernik Penyelenggaraan Sekolah Khusus Autisma

Date: 22-08-14 04:51
Di Amerika, kelainan autisma sering disebut dengan spectrum autistic disorder. Maknanya, ada banyak \'warna\' di kelainan autisma. Intervensi pada anak berwarna autisma tertentu bisa memperbaiki perilaku sehingga yang bersangkutan kemudian dapat mengikuti sistem pendidikan sekolah untuk normal. Pada kasus-kasus autisme pada umumnya intervensi dilakukan semata-mata untuk menjaga agar anak yang bersangkutan berperilaku \'normal\' atau \'tidak nakal\' pada spektrumnya namun tidak bisa memindahkan posisinya pada warna autisma yang lebih mendekati anak normal.

Sampai sekarang, intervensi untuk memperbaiki perilaku autistik masih mengandalkan metoda one on one. Satu guru satu siswa/pasien. Terapi dilakukan diruang tersendiri dengan ornamen minimal. Metoda sekolah inklusi di pendidikan umum banyak diterapkan dan memberi hasil baik pada penyandang autisma warna tertentu, tapi tidak semua anak dari warna-warna lain bisa diinklusikan ke sekolah umum.

Konsekuensi dari permasalahan yang dihadapi institusi pendidikan autisma secara umum adalah perlunya diintegrasikan unsur sekolah, unsur klinik terapi serta unsur pelatihan bagi orang-tua dan anggota keluarga lain. Secara khusus:
1. Biaya pendidikan per siswa akan lebih besar dari gaji guru
2. Luas lantai bangunan sekolah per siswa lebih besar dari sekolah umum
3. Penentuan kurikulum harus spesifik per siswa
4. Tidak ada jaminan keberhasilan intervensi pada warna-warna autisma tertentu

Ada beberapa model pendidikan Autisma:
1. Homeschooling. Orang tua mendatangkan therapist ke rumah, dan secara berkala membawa anak ke klinik therapi okupasi, wicara, dll. Biaya per anak adalah
2. Koperasi yang dibentuk oleh para orang tua. Kerjasama para orang tua ini pada dasarnya mencoba meringankan biaya dengan sewa gedung tersendiri, merekrut guru dan therapist. Biaya ditanggung anggota secara patungan at cost. Penghematan bisa dilakukan dengan manajemen therapist yang disatukan di gedung sekolah. Dalam hal Sekolah Khusus Atisma Dian Amanah di Jogja, para guru mengembangkan sendiri ketrampilan sekaligus sebagai therapist.
3. Membuka Sekolah dan menerima Siswa secara terbuka. Model ketiga ini memerlukan modal yang besar pada awal operasinya (persiapan lokal, sdm dan pemasaran). Beberapa sekolah Autisma semacam ini bisa sukses dan meberi keuntungan bagi pengelola karena bisa mendatangkan siswa dengan SPP relatif tinggi.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 1DD6 di
  • 1. resep bolu kukus gula merah

    moga bisa ditemukan model sekolah terbaik untuk mereka

    08-10-14 04:25