Pelajaran dari Skandal Petinggi CIA

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat

Pelajaran dari Skandal Petinggi CIA

Date: 17-11-12 06:18

Tulisan ini tidak membahas skandal itu sendiri tetapi pada informasi menarik terkait teknologi informasi dan komunikasi.

Pertama kita sekarang tahu bahwa seorang petinggi CIA menggunakan gmail http://bbc.in/SWWRij. Ada beberapa hal yang mungkin bisa disimpulkan dari situ:
Apakah berarti sistem gmail menerapkan standar keamanan militer?
Apakah ada kaitan manajemen Google dengan agen keamanan pemerintah?
Bisa juga dipertanyakan sisi lain apakah petinggi CIA itu yang ceroboh?

Kedua, mungkin ini trik lama tapi saya baru tahu ada orang yang memanfaatkan sistem email untuk berkirim pesan pribadi dengan cara yang tidak biasa. Cara 'beda' itu dilakukan untuk menghindari jejak log pengiriman email. Caranya, email ditulis dan disave as draft di web mail account. Pengirim dan penerima sharing password untuk membaca account yang sama http://bit.ly/XCPq2i. Dicari di log manapun tidak akan bisa ditemukan adanya pengiriman email itu. Pinter!

Ketiga, skandal itu terkuak saat investigator menggali sistem komunikasi selingkuhan itu. Persoalan baru muncul, ini berarti pemerintah bisa gali data sampai ke level mail draft; lalu bagaimana urusannya dengan perlindungan privasi pengguna sistem email? http://cnet.co/PV8ANH Untungnya masyarakat Indonesia tidak terlalu sensitif dengan urusan privasi. Buktinya apa saja dipublikasikan melalui status fb atau twitter.


Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 1150 di