Bambang Nurcahyo Prastowo

Bambang Nurcahyo Prastowo

Tenaga Pendidik di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM

Mail: prastowo@ugm.ac.id * Web: http://prastowo.staff.ugm.ac.id
Mobile: +62 811-2514-837 * CV singkat
Bambang Nurcahyo Prastowo: Pengalaman dalam Pengamanan Data
Date: 01-03-07 09:23
Prosedur standar dalam pengamanan dara dari kerusakan adalah dengan melakukan backup. Backup dilakukan baik secara sistematis pada level sistem operasi dengan teknik RAID, singkroniksasi sistem berkas remote, maupun pada level user dengan berbagai program-program backup restore file/database. Secara pribadi kadang pengguna komputer melakukan sendiri pengamanan data tersebut dengan menyimpannya di flash, copy file dengan nama lain sebelum edit perubahan, dan sebagainya.

Berbagai teknik pengamanan data tidak luput dari permasalahan. Singkronisasi sistem berkas tidak dapat mengatasi kerusakan akibat virus karena sifat singkronisasi itu sendiri berarti juga mensingkronkan keberadaan file bervirus. Backup restore file sering menghadapi permasalahan kapan harus dilakukan dan seberapa banyak versi harus disimpan. Teorinya semakin sering dan semakin banyak versi semakin baik. Dalam praktek, proses backup bisa mengganggu proses bisnis institusi. Menyimpan banyak versi memerlukan resource yang banyak pula. Copy file dengan nama lain sering dipusingkan dengan tidak standarnya sistem penamaan file.

Mohon komentar pengalaman teman-teman dalam mengamanan data masing-masing.

Cukup lah bisa dikatakan sebagai pendusta, seseorang yang mengatakan semua yang didengarnya (h.r. Muslim)

Kirim Komentar

Nama:
Website:

Ketik 0B9E di
  • 17. prastowo

    Asuransi data? Pada dasarnya asuransi bekerja atas dasar perhitungan harga pertanggungan dan premi. Ini berarti kalau data hilang, ya hilang lah. Paling kita dapat ganti uang senilai harga pertanggungan. Mestinya sudah ada ahli yang bisa menghitung berapa premi bulanan mesti dibayarkan untuk pertangunggan kerusakan data dengan nilai tertentu. Yang paling masuk akal adalah bisnis backup data.

    Di PPTIK ada percobaan kecil-kecilan untuk mengembangkan server data yang dapat mounted langsung di directory pc user melalui jaringan. Dengan menjalankan server file yang handal (lengkap dengan DRC, disaster recovery centernya), user dapat copy file ke server secara transparant bahkan kalau mau bisa langsung bekerja dengan file-file pribadi yang langsung tersimpat di server itu.

    27-02-08 04:03
  • 16. sahal

    btw, kira-kira apakah data itu bisa diasuransikan? seperti contoh kasus google dengan data bejibun yang mana kalo hilang bakalan udah pasti perusahaan bakalan collapse, nah kalo data itu adalah sebuah aset, bukankah seharusnya itu bisa diasuransikan? ada yang pernah tau ada perusahan asuransi yang menawarkan jasa asuransi data?

    27-02-08 10:32
  • 15. pancara

    barangkali sinkronisasi bisa diganti dengan penyimpanan sejarah (log) data.. jadi setiap insert, update n delete terekam ... jadi kalau ada apa2 kan bisa direkonstruksi lagi...
    tapi belum kepikiran gimana implementasinya... Oracle udah ada fitur ini ya ? ada yang tau.. ?

    10-08-07 05:20
  • 14. saiful

    tolong buat artikel yang mendalam tentang backup data.trims

    01-04-07 12:52
  • 13. arwan

    aware ma pirus dahh ganti free BSD.... dah lama nih ga pake ni unix satu sejak kompi ganti...

    20-03-07 05:01
  • 12. prastowo

    testing

    15-03-07 09:52
  • 11. wimkhan

    Kalau soal aman-mengamankan data, sebaiknya kita jangan berpikir dari pelaksanaan back upnya itu sendiri melainkan lebih kepada masalah antisipasi. apa yang saya maksud dengan antisipasi di sini adalah misalnya:

    untuk mengamankan data yang bersifat dokumen (misalnya word, ppt) dari virus komputer, kita sebaiknya mengantisipasinya dengan membuat file cadangan yang berformat lain seperti .rtf, .txt, atau .pdf, atau yang lebih yahuud lagi .xml.

    nah itu satu, kalau mau antisipasi yang keren ya dengan menggunakan software openoffice aja yang lebih paten dan beken untuk masalah ketahanan dari virus. ini adalah pengalaman saya sendiri; selama pakai OO alhamdulillah belum pernah file saya yang berekstensi .odt itu diserang sama fluburung, kangen, roro, dsb. pokoknya top abis deh.

    dus, jadi teringet temen saya juga. agar pc kita tidak menjadi peternakan virus (virus ranch) sebaiknya OS kita jangan pakai Windows tapi GNU/Linux aja. Oke mungkin hampir tidak mungkin untuk hidup dengan Windows tapi kita masih bsia menyiasatinya dengan mamakai dual OS. jadi semua materi/bahan yang rentan diserang virus (misalnya skripsi, laporan, foto-foto penting, dsb) kita letakkan di OS Linux sementara Windows hanya kita gunakan untuk pendamping atau (maaf) sebagai penggembira saja.

    Untuk keamanan selama pemakaian, sebaiknya saya sarankan untuk memakai UPS. masalahnya; UPS adalah ikhtiar terbaik untuk menghadapi ketidakstabilan listrik dari PLN yang sering gonjang-ganjing atau juga daya di kost Anda yang bisa tiba-tiba habis karena udah terlalu banyak yang memakai komputer, water heater, setrika, radio, tv, speaker, pada saat yang bersamaan.

    nah itu dia dari saya.

    13-03-07 08:18
  • 10. ardi SW

    kalo menurut beliau2 yang masih setia ama sejenis tape (thn 2004 an, digunakan tuk rekam transaksi percakapan sentral telpon)tape relatif lebih aman dan tahan lama, kekurangannya musti diputar secara berurutan...
    dan mereka juga udah mulai bikin backup data tape di HD juga

    12-03-07 06:39
  • 9. arwan

    @pak prastowo...

    kalo proposal mungkin bisa kalo proposal EO,

    proposal pengembangan teknologi seperti jaringan school net dan tender sangat sensitif karena milik perusahaan,
    tapi nanti saya coba posting yang perlu atau seizin pimpinan
    oke....


    09-03-07 07:34
  • 8. bary

    data-data penting saya simpan di beberapa media seperti hdd komputer, hdd laptop (Alhamdulillah kebetulan udah punya), flashdisk, cd, dan komputer teman (karena kebetulan saya mengontrak rumah dengan beberapa teman). selain itu, antivirus rajin di update untuk menghindari hal-hal yang tidak diingingkan.

    09-03-07 04:41
  • 7. prastowo

    Kesimpulan sementara banyak teman-teman yang menggunakan hardisk, malah jarang cd sebagai media backup. Bagaimana dengan tape? Mungkin ada teman yang kerja di IT Department suatu institusi yang memanfaatkan tape untuk backup data.

    08-03-07 10:05
  • 6. prastowo

    Ngomong-ngomong soal tender, proposal dsb., banyah tuh yang menanyakan contoh proposal. Bisa berbagi contoh proposal nggak?

    08-03-07 10:02
  • 5. arwan

    waduhh.... rencana saya juga mo punya HD SATA 200 GB tapi belon ada doku lagipula mesti mikiran wattnya... mesti ganti PSU....

    smoga kejadian dulu ga terulang lagi di backup, di HD malah HDnya berubah jadi "athena" mesti relakan data2 penting (propsl,tender,dll) nasiib

    08-03-07 06:41
  • 4. Indra

    Proses backup mirip mas ardi. Saya pak 2 HD
    1. 80 G ATA buat master
    2. 200G SATA buat slave.
    yang sata dijadiin slave karena bisa didisable,n sekaligus dijadiin hd external.
    Proses backup pake optical jarang banget.Coz ga punya.hehe.Lagian setelah dipikir-pikir backup pake CD or DVD ada kekurangannya. Terutama saat backup program master. Coz tiap waktu kan aplikasi muncul rilis terbaru. Nah pengalaman pas aku ke kos temen CD2 master dari 2 th yang lalu hanya dijadiin hiasan dinding coz uda ga butuh lagi. Makanya make HD 2 aja. Kalo keluar program baru program lama dihapus aja..hehehe.

    Well...its just my opinion. Toh worst backup is no backup

    08-03-07 02:05
  • 3. arwan

    ^^ DVD- yang saya bakar ada 2... dalam sekali pembakaran file yang dibakar sama...

    1 untuk di taruh kotak khusus,sebagai master....

    1 nya lagi untuk khusus akses apabila sering dibutuhkan....

    ane punya pengalaman HD maxtor berubah jadi athenna di slave,lagipula watt nya perlu ngitung ulang,

    ane make FAT32 coz NTFS, apache sering ga jalan.....

    linux cuman buat belajar.. LDAP dan manajemen network

    06-03-07 05:08
  • 2. ardi SW

    sekarang :
    - pake 2 hardisk, 1 hd buat system, 1 nya lagi buat data, kalo nggak sedang butuh data maka hardisk data bisa di disable lewat OS, sehingga aman terhadap virus
    - format file system pake ntfs, karena bisa
    --handle file berukuran lebih besar dari 4 Giga
    --bisa melakukan enkripsi bila filenya penting bangeet
    -pasang antivirus and di update terus
    -beberapa file disimpan di internet, kalo urgent banget bisa diambil

    dulu:
    1.dibackup pake DVD dan CD --> kalo ada cacat /goresan maka data juga "tergores" ,cocok tuk backup film aja , data ? ngga lah
    2.nyimpen pake OS linux, bermasalah kalo file system asal dari NTFS...
    3.multi partisi dalam 1 HD, HD jebol partisi juga jebol...data...jg

    05-03-07 05:11
  • 1. arwan

    saya mengamankan data tiap 1-3 bulan sekali...

    di backup dengan DVD-RW DL
    8,5 GB

    pengasosiasian dalam hardisk,
    dibagi dalam 5 partisi,

    C:Windows XP SP 1 (krn bnyk tman2 yg mnjam)

    D:Linux Red hat 9

    E:data office (dibagi menurut extensinya (word,Excell dll) untuk memudahkan penanganan
    bila terinfeksi virus,

    F:musik

    G: Data backup
    ====================
    agar lebih mudah dalam memanajemen backup harian.....
    alhamdullilla dah setahun ga kerepotan virus dan lainnya windowsnya, padahal arus data keluar masuk cukup tinggi berhubung teman2 sering minta tolong menyelamatkan data di flahdisknya...

    01-03-07 05:53